Ekonomi

Perumahan Rakyat di Eks Kebun Bekala PTPN II Dibangun


Perumahan Rakyat di Eks Kebun Bekala PTPN II Dibangun
beritasumut.com/BS03
Rion Aritonang SH berfoto di belakang bangunan kebun Bekala PTPN II.
Beritasumut.com-Tidak lama lagi para pensiunan karyawan perkebunan PTPN II akan mendapatkan rumah siap huni sebagai santunan hari tua. Ribuan rumah lainnya diperuntukkan kepada masyarakat yang belum memilki rumah yang layak huni. Akhir tahun 2017 ini akan dimulai pembangunan perumahan rakyat oleh PT Perumnas.
 
Hal ini dikatakan Kader Fungsionaris Departemen Kaderisasi PDI Perjuangan Propinsi Sumut, Rion Aritonang, SH kepada wartawan, Senin (24/07/2017) di Medan. Menurut Rion informasi ini perlu disampaikan dalam mensosialisasikan program Presiden Joko Widodo, agar masyarakat luas mengetahui dan mempersiapkan hal-hal yang diperlukan untuk mendapatkan rumah layak huni tersebut.
 
Menurut Rion, peruntukan kawasan pemukiman itu telah 6 tahun ditetapkan berdasarkan Peraturan Presiden No.62 tahun 2011, namun berjalan signifikan pada tahun 2017 ini.
 
"Pemanfaatan lahan eks kebun PTPN II tersebut tidak berjalan (mangkrak) srjak tahun 2011. tahun 2017 ini untuk kesekian kali dilaksanakan dengan mendapatkan dukungan dari penggarap," kata Rion.
 
Peruntukan padahal telah diatur dan dilindungi oleh Peraturan Presiden No. 62 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Medan, Binjai, Deli Serdang dan Tanah Karo (Mebidangro).
 
Setelah melakukan tahapan-tahapan sosialisasi kepada masyarakat penggarap dan pembersihan lahan di tanah eks kebun Bekala PTPN II (Persero) di kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang telah dilakukan secara bertahap, maka diperkirakan pada September 2017 pembersihan lahan selesai dan dapat dilanjutkan dengan pembangunan perumahan rakyat serta mewujudkan program Presiden Joko  Widodo, Pembangunan Satu Juta Unit Rumah Rakyat.
 
Menurut Ketua Tim Pengacara PTPN II, Sastra SH MKn menyampaikan bahwa dengan dukungan berbagai pihak serta besarnya kesadaran penggarap dalam mendukung terwujudnya program pemerintah, maka pelaksanaan pembersihan dapat berjalan dengan baik.
 
Kesadaran masyarakat dapat dilihat dari kesediaan masyarakat menyerahkan kembali tanah kepada pihak PTPN II, termasuk rumah ibadah, bangunan dan sejumlah kebun penggarap.
 
Pantauan wartawan, Berhektar-hektar tanaman jagung masih terlihat, diberikan waktu bagi penggarap lahan  hingga panen berikutnya, sesuai dengan permintaan penggarap.
 
Awal pelaksanaan pembersihan lahan, masyarakat penggarap ada yang melakukan perlawanan karena merasa sudah ada membayar untuk mendapatkan lahan eks kebun PTPN II tersebut. 
 
Namunketika dilakukan penelusuran serta sosialisasi kepemilikan lahan oleh Tim Pengacara PTPN II yang dipimpin Sastra SH MKn, masyarakat sebagian besar sudah menyadari dan menerima kesalahan mereka yang selama ini menduduki dan memanfaatkan lahan PTPN II.(BS03)

Tag:Rion Aritonangeks kebun bekalaperumahan