Minggu, 08 Desember 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Pertumbuhan Ekonomi 2018 Ditargetkan 6,1%, Menkeu: Investasi Harus Tumbuh 8%

Pertumbuhan Ekonomi 2018 Ditargetkan 6,1%, Menkeu: Investasi Harus Tumbuh 8%

Kamis, 16 Maret 2017 12:42:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengemukakan, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi dalam range 5,4%-6,1% pada 2018, ada sejumlah langkah yang harus dipenuhi, diantaranya bagaimana perkembangan tahu 2017 sampai dengan semester I ini, dan juga bagaimana pertumbuhan investasinya.
 
“Presiden sangat menekankan, skenario apapun semuanya membutuhkan investasi lebih besar. Jadi, growth dari investasi yang harus di atas 8% yang sekarang ini hanya 6%,” kata Sri Mulyani menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/03/2017).
 
Untuk bisa mencapai 8%, menurut Menkeu, tidak mungkin hanya memompa dari defisit APBN saja. Yang paling penting adalah dari swasta. Dari swasta itu, lanjut Menkeu, termasuk kontribusi dari kredit perbankan, capital market, dan dari sisi BUMN.
 
Mengenai pertumbuhan ekonomi 2017 sendiri, Menkeu Sri Mulyani mengatakan, kemungkinan bisa lebih tinggi dari asumsi 5,1% mungkin bisa naik jadi 5,2% atau bahkan ada yang optimistis jadi 5,3%.
 
Kemudian dari sisi harga minyak, menurut Menkeu, sudah lebih tinggi dari 45 dolar AS per barel. Lalu inflasi, Presiden sudah menekankan supaya tetap dijaga apabila harga-harga pangan tetap stabil. “Tapi ini ada tekanan yang cukup real dari sisi inflasi. Kemudian kurs juga karena inflasi kita relatif lebih tinggi, mungkin juga akan mengalami tekanan,” ujarnya.
 
Beban asumsi makro ini, lanjut Menkeu, tentu akan dilihat bagaiamana pengaruhnya ke APBN. Ia menyebutkan, dari sisi APBN beberapa pos seperti kalau harga minyak naik, kurs yang meningkat, maka kita akan dapat penerimaan dari sumber daya alam yang lebih tinggi. Namun, pada saat yang sama apabila subsidi tidak dilakukan perubahan kita juga akan mengalami kenaikan subsidi. Hitungannya terutama untuk LPG, kemudian BBM, dan juga kenaikan dari solar.
 
“Kenaikan-kenaikan itu saling menghilangkan, sehingga bagaimana kita bisa mengelola APBN tetap tidak terlalu berbeda jauh namun momentum program pemerintah dan pergerakan ekonomi tidak terganggu. Ini yang tadi kita persentasikan,” pungkas Menkeu, seperti dilansir setkab.go.id.(BS01)
T#g:inflasiperekonomianpertumbuhan ekonomi
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Pakpak Bharat Tekan Laju Inflasi dengan Program Menanam Cabai

    Beritasumut.com-Komoditi cabai merah yang menjadi salah satu komoditi paling berpengaruh dalam inflasi, menjadi poin yang dikonsentrasikan dengan p

  • 3 minggu lalu

    Triwulan III Tahun 2019, Ekonomi Nasional Tumbuh 5,02 Persen

    Beritasumut.com-Stabilitas ekonomi Indonesia masih tetap terjaga di tengah prospek perlambatan pertumbuhan perekonomian global. Di saat ekonomi glo

  • 2 bulan lalu

    Pemko Medan Sambut Baik Pemetaan dan Fasilitasi Pendirian Badan Hukum Pelaku Ekonomi Kreatif oleh Bekraf

    Beritasumut.com-Pemko Medan menyambut baik langkah Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memfasilitasi Pendirian Badan Hukum sekaligus melakukan pemetaan

  • 2 bulan lalu

    Untuk Kedua Kalinya Deli Serdang Terima Penghargaan Natamukti

    Beritasumut.com-Pemerintah Kabupaten Deli Serdang di bawah kepemimpinan Bupati H Ashari Tambunan dan Wakil Bupati HMA Yusuf Siregar tuai prestasi,

  • 2 bulan lalu

    Deli Serdang Dapat Penghargaan TPID Kategori Teladan Tingkat Provinsi Sumut

    Beritasumut.com-Sekdakab Deli Serdang Darwin Zein SSos mewakili Pemerintah Kabupaten Deli Serdang  menerima penghargaan dari Gubernur Sumatera

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.