Jumat, 19 Januari 2018
  • Home
  • Ekonomi
  • Penerimaan Negara Sektor ESDM Lebih Besar dari Subsidi Energi
pilkada beritasumut.com

Penerimaan Negara Sektor ESDM Lebih Besar dari Subsidi Energi

Senin, 08 Januari 2018 01:01:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Kontribusi sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih terbilang besar dalam menjaga stabilitas keuangan negara di tahun 2017.
 
Pada tahun 2017, realisasi subsidi energi sedikit melebihi target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan (APBN-P) 2017, namun sumbangsih sektor ESDM dalam penerimaan negara tumbuh jauh lebih besar.
 
Berdasarkan catatan awal kinerja tahun 2017 (unaudited), realisasi subsidi energi tercatat sebesar Rp97,6 triliun. Angka tersebut mencapai 108,7% dari target di APBNP 2017 yang sebesar Rp89,9 triliun.
 
Hal tersebut tidak terlepas dari upaya mewujudkan keadilan dengan adanya penambahan subsidi listrik bagi 2,44 juta pelanggan rumah tangga tidak mampu dengan daya 900 VA pada Juli 2017. Sehingga jumlahnya meningkat menjadi 6,54 juta pelanggan.
 
Keputusan tersebut dilatarbelakangi atas keseriusan Pemerintah dalam upaya mewujudkan keadilan dan pemerataan akses listrik bagi seluruh masyarakat Indonesia. Kebijakan diambil melalui kesepakatan bersama Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Juli 2017.
 
Besaran penyaluran subsidi energi tersebut tentu tidak signifikan dibanding kontribusi pendapatan sektor ESDM. Penerimaan negara dari sektor ESDM meningkat signifikan di tahun 2017 mencapai Rp178,1 triliun mencakup Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp129,1 triliun dan Pajak Penghasilan migas sebesar Rp49 triliun.
 
PNBP sektor ESDM sebesar Rp129,1 triliun dimaksud menyumbang hampir 50 persen dari target PNBP nasional pada APBN-P 2017.
 
Besaran angka tersebut didapat dari subsektor minyak dan gas bumi (migas) mencapai Rp85,64 triliun, mineral dan batubara (minerba) Rp40,61 triliun, EBTKE Rp0,91 triliun dan lainnya sekitar Rp1,89 triliun. Secara agregat tercatat nilai PNBP sektor ESDM tahun ini tumbuh sebesar 61,6 persen dari capaian 2016 sebesar Rp79,9 triliun.
 
Apabila menghitung keuangan negara tahun 2017 khusus sektor ESDM, yaitu membandingkan antara PNBP sektor ESDM dengan subsidi energi maka terdapat surplus sekitar Rp31,5 triliun. Bahkan jika perbandingan tersebut antara total PNBP sektor ESDM dan PPh migas dengan subsidi energi maka surplusnya menjadi semakin besar yaitu Rp80,5 triliun.
 
Melihat capaian tersebut, Menteri ESDM Ignasius Jonan menekankan bahwa sektor ESDM menjadi sektor penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. “Sektor ESDM memegang peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” tegas Jonan dalam beberapa waktu lalu sebagaimana dikutip dari website esdm.go.id.(BS01)
T#g:APBNESDMenergipendapatan negarapenerimaan negarasektor energi
ceritasumut.com
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Serahkan DIPA dan POK 2018, Seskab: Terapkan Prinsip Kecepatan, Ketepatan dan Kemanfaatan

    Beritasumut.com-Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Petunjuk Operasional Kegiatan (P

  • 2 minggu lalu

    APBN 2018: Total Anggaran Pendidikan Rp444,131 Triliun, Terbanyak di Kemenag Rp52,681 Triliun

    Beritasumut.com-Dari total anggaran belanja sebesar Rp2.220 triliun pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2018, pemerin

  • 2 bulan lalu

    Kurtubi: Bicara Energi, Kita Tertinggal Jauh dari Korsel

    Beritasumut.com-Berdasarkan data dari International Atomic Energy Agency (IAEA), hingga bulan April 2014, terdapat 435 unit pembangkit listrik tena

  • 3 bulan lalu

    Anggaran Belanja Rp2.220 Triliun, Inilah Pokok-Pokok Kebijakan APBN 2018

    Beritasumut.com-Tahun 2018 merupakan tahun keempat dari pelaksanaan program pembangunan Kabinet Kerja dalam rangka mencapai sasaran-sasaran pembang

  • 3 bulan lalu

    Tidak Ingin Diparkir, Presiden Minta Dana Berputar Agar Ekonomi Daerah Tumbuh

    Beritasumut.com-Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tertinggi antara lain: Kota Pariaman 87 persen, Kabupaten Tasikmalaya 76 pers

  • Copyright © 2010 - 2018 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.