Ekonomi

Pemprovsu Nilai Tahun Ini Penyembelihan Hewan Kurban di Sumut Meningkat 10 Persen


Pemprovsu Nilai Tahun Ini Penyembelihan Hewan Kurban di Sumut Meningkat 10 Persen
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumut, Dahler menyebutkan, penyembelihan hewan kurban di Sumatera Utara (Sumut) akan meningkat sekitar 10 persen setiap tahunnya. "Berdasarkan data tahun 2016 lalu penyembelihan sapi sebanyak 30.055 ekor, kerbau sebanyak 795 ekor, kambing 11.907 ekor dan domba 5138 ekor. Oleh karena itu, untuk perkiraan jumlah hewan kurban tahun 2017 ini diprediksi untuk sapi sebanyak 33 ribu ekor, kerbau 870 ekor, kambing 13.200 ekor dan domba sebanyak 5.800 ekor," ujarnya di Press Room Kantor Gubernur Jalan Diponegoro Medan, Selasa (29/08/2017).
 
Untuk mengantisipasi kebutuhan ternak tersebut, Dahler berjanji akan memastikan tersedianya pasokan hewan kurban 2017. "Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) telah melakukan koordinasi dengan dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan di kabupaten yang merupakan daerah sentra produsen ternak seperti Deli Serdang, Serdang Bedagai, Langkat, Asahan, Batu Bara, Labuhan Batu, Labuhan Batu Utara dan Labuhan Batu Selatan," sambungnya.
 
Tak hanya itu, lanjut Dahler, pihaknya juga melakukan seleksi dan pemenuhan syarat hewan kurban seperti sehat berdasarkan pemeriksaan ante-mortem yaitu bulu bersih dan tidak kusam, lincah, nafsu makan baik, suhu tubuh normal, lubang kumiah (mulut, mata, hidung, telinga dan anus) bersih dan normal. Selain itu hewan kurban yang sehat tidak boleh cacat, misalnya pincang, buta, kerusakan telinga dan lainnya. harus cukup umur, maksudnya untuk  sapi/ Kerbau: berumur diatas 2 tahun ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap.Kambing/domba: berumur diatas 1 tahun ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap.
 
“Hewan juga tidak boleh kurus dan harus jantan, tidak dikebiri dan testis atau buah zakar masih lengkap yakni dua buah dan bentuk serta letaknya harus simetris,” jelas Dahler. Dengan jumlah populasi hewan yang cukup besar serta memperhatikan syarat hewan qurban, kebutuhan ternak untuk hewan qurban di Sumatera Utara, dikatakan Dahler dapat dipenuhi dari ketersedian ternak lokal Sumatera Utara. Begitu pun, Dahler mengatakan secara umum harga hewan kurban menjelang hari raya Idul Adha memang mengalami kenaikan jika dibandingkan biasanya, namun tidak signifikan.
 
Diperkirakan untuk daging sapi di kisasaran harga Rp110 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram. Kenaikan itu menurut dia wajar karena permintaan ternak yang meningkat serentak hampir di seluruh daerah. “Selain itu ada biaya transportasi dan pemeliraan di tempat penjualan ternak kurban. Namun, selama ini pembeli tidak terlalu mempermasalahkan harga selama kriteria hewan kurban sesuai syariah Islam sudah terpenuhi,” katanya.
 
Dahler juga mengatakan, Pemprovsu juga memberikan jaminan keamanan daging kurban bagi masyarakat yang membutuhkan. Hal ini dilakukan dengan mengirimkan surat imbauan kepada Bupati/Walikota se Sumut perihal pengawasan penyembelihan hewan kurban. Melaksanakan pelatihan juru sembelih hewan kurban melalui Badan Kenaziran Masjid (BKM) secara berkelanjutan. “Untuk tahun ini dilatih sebanyak 150 orang,” kata Dahler.
 
Selain itu, pihaknya juga membagikan leaflet dan brosur tentang mutu dan keamanan hewan kurban untuk dibagikan kepada panitia kurban di setiap daerah melalui pemerintah kabupaten/kota. Bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) melaksanakan pelatihan mengenai penanganan daging kurban yang hygenis serta sesuai dengan syariat. Selain itu, juga melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban dan memberi label huruf “S” pada hewan kurban di tempat penyediaan hewan kurban. (BS03)

Tag:DagingHajiHari RayaHewanIdul AdhaKambingKurbanLembuPanganPemprovsusapisembakoSumut