Senin, 20 Januari 2020
  • Home
  • Ekonomi
  • Pemerintah Upayakan Revitalisasi BUMDES Yang Tidak Produktif

Pemerintah Upayakan Revitalisasi BUMDES Yang Tidak Produktif

Kamis, 12 Desember 2019 15:00:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar mengemukakan, pemerintah akan merevitalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang tidak produktif atau kurang produktif. 
 
“BUMDES itu kan hasil dari inisiatif desa. Jadi kita tidak bisa kemudian menutup Bumdes. Kita fungsinya adalah memfasilitasi dan merevitalisasi,” kata Abdul Halim menjawab wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas tentang Penyaluran Dana Desa Tahun 2020, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/12/2019).
 
Sebelumnya, dalam Rapat Terbatas itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, dirinya telah menerima laporan mengenai 2188 BUMDES yang tidak beroperasi dan 1670 BUMDES yang beroperasi tapi belum memberikan kontribusi pada pendapatan desa. “Jadi tolong ini menjadi catatan,” kata Presiden. 
 
Mengenai bentuk revitalisasi itu, Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar mengatakan, penambahan modal, peningkatan jaringan, dan pendampingan. Adapun mengenai jumlah BUMDES yang akan direvitalisasi, menurut Abdul Halim, sebanyak mungkin. Mungkin sama dengan misalnya Kementerian Desa menargetkan 10 ribu pengentasan desa tertinggal menjadi desa maju. “Presiden mengatakan kurang. Nah itu tadi, kemudian di profiling, kita lakukan, kita laksanakan,” jelas Abdul Halim. 
 
BUMDES Bersama 
 
Dalam kesempatan itu Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar juga menyampaikan mengenai pembentukan BUMDES Bersama, dimana yang menangani produksi dari hulu sampai hilir dengan baik, dengan melibatkan beberapa BUMDES dalam satu kawasan. “BUMDES Bersama itu ada di Temanggung, ada di Bali, ada di Bangka Belitung. Nah itu sudah banyak kalau BUMDES Bersama, tetapi kan kawasannya baru bisanya 5 (lima) desa, 10 (sepuluh) desa,” terang Menteri Desa PDTT. 
 
Ia menunjuk contoh dari hulu, misalnya padi yang produksinya hanya 3000 ton setelah dilakukan kerja sama antar desa, dibangun BUMDES Bersama penanaman, pendampingan penanaman, pendidikan dan seterusnya sampai panen, sampai kepada rice milling unit menghasilkan beras premium, untuk 2022 akan menghasilkan 6500 ton per tahun, naik 100 persen. Kalau tadi dari 3000 ton menjadi 6000 ton, kalau misalnya tempat lain dari 3000 ton menjadi 10000 ton, ada lagi yang dari 50000 ton menjadi 200000 ton, menurut Menteri Desa PDTT ini akan membutuhkan jaringan, kalau perlu ekspor. 
 
“Nah kalau sudah begitu, digeser menjadi yang disebut dengan super holding dan kalau perlu melibatkan BUMN,” ujarnya.(rel)
T#g:BUMD DesaBUMDesBUMDesBUMDes Bersama
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Pemkab Deli Serdang Gelar Sosialisasi BUMD dan BUMDes

    Beritasumut.com-Pemkab Deli Serdang menggelar sosialisasi BUMD dan BUMDes sebagai penggerak roda ekonomi daerah bertema "Membangun dari Desa m

  • 3 bulan lalu

    Bupati Langkat Harapkan Forum Bumdes Tingkatkan PADesa

    Beritasumut.com-Bupati Langkat Terbit Rencana PA melalui Asisten III Umum Musti, membuka acara Bursa Inovasi Desa Kabupaten Langkat Klaster Langkat

  • 3 bulan lalu

    Pemkab Langkat Gelar Pelatihan LKM Bumdes dan Koperasi

    Beritasumut.com-Bupati Langkat Terbit Rencana PA melalui Asisten II Ekbangsos Hermansyah membuka  pelatihan manajemen akutansi dan pembukuan L

  • 4 bulan lalu

    BUMDES MJ Bordir Unimed Bangun Strategi Pemasaran Berbasis E-Commerce

    Beritasumut.com-Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) MJ Bordir melakukan perubahan yang Fundamental pada strategi pemasaran dengan menggunakan strategi

  • 12 bulan lalu

    Pesan Gubsu kepada Kades di Sergai dan Tebing Tinggi, Gunakan Dana Desa Sesuai Peruntukan dan Tepat Sasaran

    Beritasumut.com–Dana Desa yang dikucurkan pemerintah untuk setiap desa sangat besar, rata-rata mencapai Rp 1 miliar – Rp 3 miliar setia

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.