Rabu, 11 Desember 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Pemerintah Pertimbangkan Kemungkinan Laksanakan Kebijakan Tax Amnesty Jilid II

Pemerintah Pertimbangkan Kemungkinan Laksanakan Kebijakan Tax Amnesty Jilid II

Jumat, 02 Agustus 2019 20:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk melaksanakan paket kebijakan pengampunan pajak atau Tax Amnesty jilid II menyusul pelaksanaan program Tax Amnesty jilid I yang dilakukan pada Juli 2016 hingga Desember 2017 lalu.
 
“Sekarang kami timbang dulu semuanya. Kami akan lihat situasi yang memungkinkan,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani pada acara Kadin Talks yang dipandu oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani, di Kadin Lounge, Jakarta, seperti dilansir dari laman setkab, Jumat (02/08/2019).
 
Pertimbangan untuk melaksanakan Tax Amnesty jilid II, menurut Menkeu, didasari pertimbangan banyaknya pengusaha yang mengaku menyesal karena tidak memanfaatkan program pengampunan pajak yang dilakukan pemerintah 3 tahun lalu.“Mereka meminta pemerintah menggelar tax amnesty lagi,” ujar Sri Mulyani.
 
Menkeu menjelaskan, pelaksanaan Tax Amnesty jilid II harus dilaksanakan secara matang mengingat partisipasi pada pelaksanaan Tax Amnesty jilid I lalu sangat rendah, yaitu hanya 1 juta Wajik Pajak (WP), sangat jauh dari ekspektasi pemerintah sehingga pemasukan negara tidak banyak.
 
Menurut Menkeu, pada program tax amnesty pertama persiapan pemerintah masih kurang, seperti data yang tidak lengkap, dan belum ada sistem keterbukaan dan pertukaran informasi.“Dulu saya belum tahu persis data-data mereka (Wajib Pajak), kalau sekarang ada Automatic Exchange of Information (AEoI),” ungkap Sri Mulyani.
 
Dengan adanya pelaksanaan sistem keterbukaan informasi dan pertukaran informasi yang bekerja sama dengan 90 negara, menurut Menkeu Sri Mulyani Indrawati, saat ini pemerintah bisa dengan mudah melacak informasi aset yang dimiliki oleh Wajib Pajak.
 
Dalam acara Kadin Talks itu, Menkeu Sri Mulyani menceritakan banyaknya masukan dari pengusaha mengenai tarif pajak. Ia menegaskan, bahwa pengusaha adalah partner kerja pemerintah dan diharapkan pengusaha juga tidak melihat pemerintah sebagai pengganggu kemajuan usaha.
 
Menkeu pun sempat mengungkapkan mengenai formula pajak yang sedang digodog terkait pajak dividen usaha. Baginya pengusaha adalah mesin pertumbuhan (engine of growth). Oleh karena itu, pemerintah akan terus berusaha memikirkan upaya agar pengusaha dapat terus meningkatkan investasinya.“Kita ingin bekerja sama dengan pengusaha yang kredibel, yang ingin memajukan usahanya tetapi juga memajukan ekonomi Indonesia,” pungkas Menkeu.(BS09)
T#g:PajakPemerintahtax amnestyTax Amnesty Jilid II
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Presiden Jokowi Berharap Staf Khusus Beri Kontribusi Inovasi Pada Kebijakan Pemerintah

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap Staf Khusus Presiden (SKP) yang baru diangkatnya pekan lalu bisa memberikan masukan-masukan

  • 3 minggu lalu

    Bupati Langkat Sampaikan 4 Poin Penting Pada Rakor Pemerintahan

    Beritasumut.com-Bupati Langkat Terbit Rencana PA  membuka Rapat Kordinasi  Pemerintahan (Rakorpem) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lan

  • satu bulan lalu

    Samakan Persepsi Terkait Program Prioritas Nasional, Mendagri Akan Undang Kepala Daerah

    Beritasumut.com-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof HM Tito Karnavian PhD meminta seluruh jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) memahami Visi-Misi Pre

  • 2 bulan lalu

    Jumlah Pimpinan MPR Bertambah, Pemerintah Siap Tambah Anggarannya

    Beritasumut.com-Pemerintah siap menambahkan anggaran yang dibutuhkan terkait dengan penambahan jumlah pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)

  • 2 bulan lalu

    Pemprov dan Pemkab/Pemkot Diminta Bentuk Unit Pengendalian Gratifikasi

    Beritasumut.com-Menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2018 tentang Strategis Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK), dan un

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.