Selasa, 10 Desember 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Pemerintah Ekspor 8,9 Ribu Ton Hasil Perikanan Serentak di 5 Pelabuhan, Termasuk dari Belawan

Pemerintah Ekspor 8,9 Ribu Ton Hasil Perikanan Serentak di 5 Pelabuhan, Termasuk dari Belawan

Sabtu, 20 Juli 2019 22:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Beritasumut.com-Dalam rangka Bulan Bakti Karantina, Mutu dan Hasil Perikanan Tahun 2019, Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan pelepasan Ekspor Raya Hasil Perikanan secara serentak di 5 pelabuhan utama yaitu Tanjung Priok, Jakarta; Tanjung Perak, Surabaya; Tanjung Emas, Semarang; Belawan, Medan; dan Soekarno Hatta, Makassar.
 
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti didampingi Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi, dan Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) KKP Rina memimpin langsung acara pelepasan Ekspor Raya di Pelabuhan Tanjung Priok.Ekspor raya hasil perikanan ini, menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, diikuti oleh 147 perusahaan perikanan binaan BKIPM yang berada di wilayah Medan, Jakarta, Cirebon, Semarang, Surabaya, dan Makassar.
 
Adapun komoditi perikanan yang diekspor yaitu frozen tillapia, baby octopus, crayfish, frozen shrimp, frozen whole cleaned cuttlefish, frozen whole round squid, frozen black tiger shrimps, frozen squid, frozen pomfret, frozen cuttle fish, frozen black pomfret, frozen threadfin fish, frozen sweetlip, frozen ribbon fish, frozen shark fish, frozen squid, frozen catfish, frozen ribbon fish, various frozen tuna yellowfin fillet, frozen grouper fillet, frozen snapper fillet, frozen wahoo, frozen oil fish, frozen swordfish, dan frozen marlin, serta frozen tuna.
 
Dalam ekspor raya tersebut akan dikirim 394 kontainer produk perikanan dengan total 8.938,76 ton senilai Rp588.792.536.000.“Produk perikanan tersebut akan dikirim ke 21 negara, yaitu Amerika Serikat, Uni Eropa, Tiongkok, Spanyol, Singapura, Sri Lanka, Hong Kong, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, Austria, Malaysia, Prancis, Puerto Riko,  Italia, Belanda, Australia, Inggris, Denmark, dan Yunani,” jelas Susi dilansir dari laman setkab, Sabtu (20/07/2019).
 
Kegiatan ekspor raya ini melibatkan 5 Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKIPM di daerah, yaitu Balai KIPM Jakarta II, Balai KIPM Surabaya II, Balai KIPM Semarang, Stasiun KIPM Medan II, dan Balai Besar KIPM Makassar.
 
Susi menyebut, tumbuhnya usaha perikanan di Indonesia ini merupakan dampak positif dari upaya pemberantasan Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing yang digalakkan pemerintah beberapa tahun belakangan.“Tercatat, sejak 2014, KKP telah menenggelamkan 516 kapal pencuri ikan. Bahkan, di Semester I tahun 2019 saja, KKP telah berhasil menangkap 67 kapal pencuri ikan,” ungkap Susi.
 
Susi menilai, pemberantasan IUU Fishing inilah telah memberikan dampak positif terhadap Stok Ikan Nasional. Berdasarkan hasil kajian Komisi Nasional Pengkajian Stok Ikan (Kajiskan), Maximum Sustainable Yield (MSY) perikanan Indonesia menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan yaitu dari 7,3 juta ton di tahun 2015 menjadi 12,54 juta ton pada tahun 2017, atau meningkat sebesar 71,78 persen.
 
Peningkatan stok ikan ini juga dibarengi kenaikan jumlah dan nilai produksi perikanan tangkap. Produksi perikanan tangkap meningkat dari 6,67 juta ton senilai Rp120,6 triliun pada 2015 menjadi 7,3 juta ton dengan nilai Rp210,7 triliun pada 2018. Dengan kata lain, terjadi peningkatan nilai produksi perikanan sebesar 74,7 persen.
 
Kenaikan produksi perikanan tangkap ini, berdampak terhadap produksi Unit Pengolahan Ikan (UPI) binaan KKP dan akhirnya mendorong peningkatan ekspor komoditas perikanan. Tren ekspor produk perikanan Indonesia meningkat 45,9 persen, yaitu dari 654,95 ribu ton senilai 3,87 miliar dollar AS pada 2015 menjadi 955,88 ribu ton senilai 5,17 miliar dollar AS di 2018.
 
Hingga saat ini, produk perikanan Indonesia telah diekspor ke lebih dari 157 negara di dunia. Namun, Amerika Serikat masih menjadi negara tujuan utama. Selain Amerika Serikat, negara lain yang masuk dalam 10 besar negara tujuan ekspor utama Indonesia yaitu Tiongkok, Jepang, Australia, Singapura, Thailand, Malaysia, Taiwan, Italia, dan Vietnam.“Dengan kondisi ini, akhirnya pada 2015 lalu, neraca perdagangan Indonesia menjadi yang nomor satu di Asia Tenggara. Tak hanya itu, Indonesia kini tercatat sebagai negara penyuplai ekspor tuna terbesar di dunia,” ujar Susi.
 
Susi berharap, produktivitas kapal lokal terus meningkat, pembangunan berbasis perikanan kian merata ke seluruh wilayah, dan seluruh indikator kesejahteraan nelayan tradisional terus menunjukan perbaikan. "Semoga pelepasan Ekspor Raya Komoditas Perikanan ini dapat mendorong semangat pengusaha-pengusaha lokal untuk meningkatkan produksi dan kualitasnya," pungkasnya. (BS09)
T#g:EkonomieksporIkanImporKKPPelabuhanPemerintahSusi
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Plt Wali Kota Medan Kunjungi Tempat Pembibitan dan Budi Daya Ikan Air Tawar di Sunggal

    Beritasumut.com-Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi meninjau tempat pembibitan dan pembudidayaan ikan air tawar di Jala

  • 2 hari lalu

    Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, Pemkab Pakpak Bharat Siap Bersinergi dengan BI

    Beritasumut.com-Guna meningkatkan pemberdayaan sekaligus peningkatan kualitas perekonomian masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pakpak Bharat

  • 6 hari lalu

    Tutup Pendidikan Reguler ke-46 Sesko TNI TA 2019, Panglima TNI Sebutkan 11 Program Prioritas

    Beritasumut.com-Dalam mewujudkan postur organisasi yang adaptif (mampu menyesuaikan keadaan), TNI telah melaksanakan pengembangan organisasi sesuai

  • 7 hari lalu

    Presiden Jokowi Berharap Staf Khusus Beri Kontribusi Inovasi Pada Kebijakan Pemerintah

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap Staf Khusus Presiden (SKP) yang baru diangkatnya pekan lalu bisa memberikan masukan-masukan

  • satu minggu lalu

    Bupati Langkat Lantik 101 Pejabat Eselon di Jajaran Pemkab Langkat

    Beritasumut.com-Bupati Langkat Terbit Rencana PA melantik sekaligus memimpin pengambilan sumpah dan janji jabatan, 101 orang Pegawai Negri Sipil (P

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.