Jumat, 18 Oktober 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Pemerintah Bentuk KEK Pariwisata dan Pengembangan Teknologi di Malang

Pemerintah Bentuk KEK Pariwisata dan Pengembangan Teknologi di Malang

Selasa, 08 Oktober 2019 16:00:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Dengan pertimbangan untuk mengembangkan kegiatan perekonomian pada wilayah Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur yang bersifat strategis bagi pengembangan ekonomi nasional, pemerintah memandang perlu dikembangkan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah menilai wilayah Singosari di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur telah memenuhi kriteria dan persyaratan untuk ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus. 
 
Atas pertimbangan tersebut, pada 27 September 2019, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2019 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari. “Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari sebagaimana dimaksud memiliki luas 120,3 ha (seratus dua puluh koma tiga hektar) yang terletak dalam wilayah Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur,” bunyi Pasal 2 PP ini. 
Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari, menurut PP ini, terdiri atas: a. Zona Pariwisata; dan b. Zona Pengembangan Teknologi. Pembangunan dan Pengelolaan Menurut PP ini, Bupati Malang menetapkan badan usaha pembangun dan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari sejak Peraturan Pemerintah ini diundangkan. 
 
“Badan usaha sebagaimana dimaksud bertanggung jawab atas pembiayaan pembangunan dan pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari,” bunyi Pasal 5 ayat (2) PP ini. Badan usaha sebagaimana dimaksud, menurut PP ini,  melakukan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari sampai dengan siap beroperasi dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) tahun sejak Peraturan Pemerintah ini diundangkan. 
 
Selanjutnya, Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus melakukan evaluasi setiap tahun terhadap pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari oleh badan usaha sebagaimana dimaksud. Jika berdasarkan evaluasi pada tahun ketiga pelaksanaan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari belum siap beroperasi sebagaimana dimaksud, menurut PP ini, Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus: a. melakukan perubahan luas wilayah atau zona; b. memberikan perpanjangan waktu paling lama 2 (dua) tahun; c. melakukan penggantian badan usaha; dan/atau d. pengusulan pembatalan dan pencabutan Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari. 
 
Dalam hal perpanjangan waktu sebagaimana dimaksud telah diberikan dan Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari belum siap beroperasi karena bukan dari kelalaian atau force majeure badan usaha, menurut PP ini, Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus dapat memberikan perpanjangan waktu pembangunan. 
“Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi Pasal 7 Peraturan Pemertintah Nomor 68 Tahun 2019, yang telah diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly pada 27 September 2019.(rel)
T#g:KEKKEK SinghasariKEK di Malangkawasan ekonomi khusus
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 6 hari lalu

    Gubernur Sumut Cepat Tangani Pengungsi Wamena, Ketua Karang Taruna Sumut Berikan Apresiasi

    Beritasumut.com–Kepedulian Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi terhadap persoalan warga Sumut yang mengungsi akibat bencana sosial

  • satu minggu lalu

    Nongsa Digital Park dan Kawasan Industri Kendal Akan Segera Jadi KEK

    Beritasumut.com-Pemerintah merencanakan akan segera menjadikan Nongsa Digital Park di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), dan Kawasan Industri Kendal, d

  • 3 minggu lalu

    NUTRIBOOST berlogo VITA GO Ajak Anak Muda di Medan Penuhi Gizi dengan Minum Susu

    Beritasumut.com–The Coca-Cola Company, salah satu perusahaan produk minuman terbesar di dunia, menghadirkan varian terbaru dari produknya NUT

  • satu bulan lalu

    Ayah Tiri Aniaya Bayi 2 Tahun Hingga Tewas di Kecamatan Salapian Langkat

    Beritasumut.com-Seorang bayi berusia 2 tahun bernama M Ibrahim Ramadan alias Akil harus meregang nyawa di tangan Ayah Tirinya Riki Ramadan Sitepu (

  • 2 bulan lalu

    Kirim Surat Edaran, Mendagri Minta Kepala Daerah Antisipasi Dampak Kekeringan

    Beritasumut.com-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta seluruh kepala daerah dalam hal ini Gubernur untuk menjaga pasokan air sebaga

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.