Sabtu, 21 September 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Pasokan Beras di Daerah Cukup, DPR Minta Impor Beras untuk Jawa Saja

Pasokan Beras di Daerah Cukup, DPR Minta Impor Beras untuk Jawa Saja

Kamis, 18 Januari 2018 00:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Harga beras di beberapa daerah di Indonesia mengalami kenaikan hingga melewati batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, harga rata-rata beras jenis medium di Jakarta berkisar di Rp 14.100 per kilogram. Harga ini melampaui HET yang ditetapkan sebesar Rp 9.450 per kilogram.
 
Karena itu, pemerintah memutuskan untuk melakukan impor beras sebanyak 500 ribu ton guna menstabilkan harga beras di pasaran. Ini perlu dilakukan terutama untuk mengatasi adanya keterlambatan pasokan khususnya untuk Pulau Jawa.
 
Menanggapi hal itu, anggota Komisi IV DPR RI Hamdhani menyebutkan bahwa pilihan untuk impor hendaknya dikhususkan untuk menutup kekurangan pasokan saja, terutama untuk kota-kota besar di Jawa. Sedangkan untuk daerah-daerah, mungkin belum diperlukan, mengingat pasokan di Bulog masih sangat mencukupi. “Saya cek keberadaan beras di gudang-gudang Bulog di Kalimantan Tengah, sejauh ini masih sangat mencukupi untuk stock 6 bulan ke depan”, ujarnya melalui pesan singkat, Rabu (17/01/2018).
 
Dalam amatannya, gudang Bulog di Palangkaraya memiliki stock beras sebanyak 1.305 ton. Sementara gudang Bulog Sampit 1.300 ton, gudang Bulog Kapuas 1.400 ton dan gudang Bulog Pangkalan Bun 479 ton. Lebih lanjut Hamdhani mengatakan, pemerintah perlu ebih memperhatikan sebaran pasokan yang merata sesuai dengan jumlah populasi penduduk dan kebutuhan beras untuk masing-masing daerah.
 
Terhadap kemungkinan adanya permainan spekulan beras, Hamdhani berharap agar Satgas Pangan yang telah dibentuk dapat menyelidiki dan menemukan pihak-pihak yang dengan sengaja ingin mengacaukan harga beras di pasaran. “Jelas perbuatan mempermainkan harga dengan cara menimbun beras atau menunda pasokan ke pasar akan merugikan masyarakat banyak. Satgas Pangan harus dapat mengantisipasi lebih dini agar kejadian seperti ini tidak terulang di masa yang akan datang,” tutur legislator Kalimantan Tengah ini.
 
Secara khusus Hamdhani juga meminta Bulog di Kalimantan Tengah untuk dapat menyerap gabah petani secara maksimal saat panen raya bulan Februari nanti. “Tolong untuk memprioritaskan gabah petani Kalteng dululah. Jangan buru-buru pengadaan gabah dari Sulawesi atau luar daerah lainnya, sementara gabah petani dari Kalteng masih belum terserap semua”, pungkasnya. (Rel)
T#g:BerasDPR RIDPR-RIFraksi NasdemJawaKalimantanNasdem HamdhaniSulawesi
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Perluas Jaringan Trading dan Distribusi, PT Rajawali Nusindo Buka Cabang di Pematang Siantar

    Beritasumut.com-Guna memperluas jaringan perdagangan dan distribusi, PT Rajawali Nusindo, sebagai Anak Perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (

  • 4 minggu lalu

    Ibu Kota Negara Pindah ke Kalimantan, Pemerintah Berharap Paling Lambat 2024 Pemindahan Sudah Dilakukan

    Beritasumut.com-Pemerintah berharap pada akhir tahun 2020, ibu kota baru sudah mulai dilakukan konstruksi. Sehingga paling lambat pada 2024 proses

  • 4 minggu lalu

    Digagas Sejak Era Soekarno, Ini Alasan Perlunya Pemindahan Ibu Kota Menusut Presiden Jokowi

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan, bahwa rencana pemindahan ibu kota negara sudah digagas sejak lama, bahkan sejak era Pres

  • 4 minggu lalu

    Ibu Kota Negara Indonesia Pindah di Antara Dua Kabupaten di Kalimantan

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi mengumumkan rencana perpindahan ibu kota negara dari Jakarta. Menurut Presiden, ibu kota

  • satu bulan lalu

    Prajurit TNI dan PNS Kodim 0826/Pamekasan Terima Pelayanan Vaksin Hepatitis B

    Beritasumut.com-Hepatitis merupakan salah satu penyakit yang dinilai berbahaya. Pasalnya, selain mampu menghancurkan sel darah merah, hepatitis din

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.