Jumat, 18 Oktober 2019

Mendag Jajaki Ekspor Langsung ke Laos

Selasa, 06 September 2016 18:00:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Mendag Enggartiasto Lukito menjawab wartawan, di Vientianne, Laos.

Beritasumut.com-Indonesia tetap konsisten untuk mewujudkan ASEAN Economy Community (AEC) dengan masing-masing negara membuka diri terhadap produk negara-negara ASEAN. Namun demikian, Indonesia juga akan mengendalikan pasar dalam negeri agar produk-produk lokal tetap bisa bersaing dengan produk-produk negara tetangga.

“Kita harus membuka diri di dalam perdagangan ini, di sisi lain kita akan mengendalikan dan menjaga pasar kita sendiri. Itu pasti. Jadi keseimbangan antara kedua hal ini harus kita jaga,” kata Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukito usai menghadiri ASEAN Business and Investment, yang merupakan rangkaian dari penyelenggaraan KTT ASEAN, di Vientiane, Laos, Senin (05/09/2016) malam.

Mendag mengakui, terkait AEC itu posisi Indonesia diuntungkan dari nilai tawar, dan karena itu sangat diperhitungkan. Namun demikian, Indonesia tidak akan menyombongkan diri. Untuk itu, pemerintah akan terus berupaya meningkatkan daya saing produk-produk dalam negeri dalam menghadapi pasar bebas ASEAN itu.

“Competitiveness itu untuk kepentingan internal dan juga dalam menghadapi eksternal,” jelas Enggar.

Terkait KTT ASEAN ini, menurut Mendag, pihaknya juga memanfaatkan waktu untuk berbicara dengan dunia usaha. Dari pembicaraan ini diperoleh informasi dari pengusaha di Laos, yang sementara ini impor barang dari Indonesia tetapi melalui Thailand, melalui negara lain. Oleh karena itu, maka biaya pengusaha tersebut menjadi tinggi, sementara Indonesia tidak dapat keuntungan dengan harga yang tinggi itu. “Ini kan jadi hambatan, karena dengan harga yang tinggi itu, volumenya ekspor turun,” ujarnya.

Menurut Mendag, para pengusaha Laos itu minta dibuka akses langsung. Karena itu, Kementerian Perdagangan akan mengundang mereka pada kegiatan pameran atau expo yang diselenggarakan pada  12-16 Oktober.

“Tapi kalau ada hal yang mendesak kita undang mereka dan dengan KBRI kita, dan kita juga ada Atase Perdagangan dari Thailand, untuk cepat ke kantor kita ke Kantor Kementerian Perdagangan, di sana mempertemukan pengusaha-pengusaha dari Indonesia, para industriawan, supaya mereka bisa langsung (kalau impor, tidak melalui Thailand lagi). Maka dengan begitu, hubungan bilateral antara pengusaha bisa tercipta,” kata Enggartiasto Lukito, seperti dilansir setkab.go.id, Selasa (06/09/2016).

Mendag melihat, Laos sebagai satu pasar yang masih sangat terbuka sekali. Terlebih dalam perjalanan menuju ke Laos, di Bangkok pun pihaknya bertemu juga dengan para pengusaha. “Tadi sebagian dari mereka juga menemui lagi, dan membahas berbagai hal, termasuk di dalamnya pengusaha-pengusaha gula dan beras yang dimana kita impor,” ungkapnya.

Terkait impor itu, Mendag meminta agar marginnya juga jangan terlalu besar, karena Indonesia juga akan membuka pasar dari negara-negara lain. “Agak terkejut mereka, mereka bilang supaya mereka jangan ditinggalkan,” ungkap Enggar seraya menekankan, bahwa para pengusaha itu meminta agar mereka tidak ditinggalkan.

“Tentu saya menyampaikan, kami tidak akan meninggalkan siapapun, sejauh harga kompetitif dan kami tidak ditekan dengan harga. Itu jangka pendeknya,” tambah Enggar.

Jangka panjangnya,  Mendag mengajak mereka untuk investasi, masuk ke Indonesia serta bekerjasama dengan pengusaha Indonesia, seperti gula dan sebagainya.

Menurut Mendag, pengusaha-pengusaha yang sudah melakukan investasi di Indonesia, juga diajaknya untuk memberikan perhatian dalam pembelian produk lokal Indonesia, bahan bakunya jagung terutama. Mereka juga memberikan komitmen yang sama, dan ada beberapa pengusaha lain dari food industry juga mereka mau buka di Indonesia.

“Jadi, ini menggembirakan, di luar dari berbagai kegiatan kita antar negara juga antar pengusaha,” pungkasnya.(BS01)

T#g:KTTKTT ASEANekspor-imporekspor impor
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Menlu Bahas Penyelesaian Masalah Pengantin Pesanan dengan Menlu RRT

    Beritasumut.com-Di sela-sela persiapannya menghadiri pertemuan tingkat menteri ASEAN ke-52, di Bangkok, Thailand, Menteri Luar Negeri (Menu) Indone

  • 3 bulan lalu

    Pemerintah Ekspor 8,9 Ribu Ton Hasil Perikanan Serentak di Lima Pelabuhan

    Beritasumut.com-Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti didampingi Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi, dan Kepala Badan

  • 3 bulan lalu

    Tingkatkan Ekspor, Menhub Dorong Pelabuhan Tanjung Priok Beroperasi 24 Jam Sehari

    Beritasumut.com-Dalam upaya meningkatkan jumlah ekspor melalui pelabuhan Tanjung Priok, pemerintah akan mendorong peningkatan waktu operasional pel

  • 4 bulan lalu

    Inilah Aturan Denda Bagi Eksportir Sumber Daya Alam Yang Tidak Simpan Uangnya di Dalam Negeri

    Beritasumut.com-Dengan pertimbangan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 9 ayat (4) Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2019 tentang Devisa Hasil Eksp

  • 4 bulan lalu

    Di Hadapan Para Pemimpin G20, Presiden Jokowi Angkat Isu Pemberdayaan Perempuan

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengangkat isu terkait akses pendidikan dan pemberdayaan perempuan saat berbicara pada Sesi III KTT G

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.