Jumat, 19 Januari 2018
  • Home
  • Ekonomi
  • Kontribusi Manufaktur Indonesia Tertinggi di ASEAN
pilkada beritasumut.com

Kontribusi Manufaktur Indonesia Tertinggi di ASEAN

Kamis, 04 Januari 2018 15:00:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Industri pengolahan nonmigas berperan penting dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Sebab, kontribusinya mampu memberikan efek positif yang berantai, seperti peningkatan terhadap nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, dan penerimaan devisa dari ekspor. Selain itu, sektor manufaktur dalam negeri menjadi penyumbang terbesar dari pajak dan cukai.
 
“Suatu negara dikatakan maju apabila industrinya tangguh. Untuk itu, kami terus fokus menjalankan kebijakan hilirisasi industri yang konsisten membawa multiplier effect bagi perekonomian,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sesuai keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (04/01/2017).
 
Merujuk data United Nations Statistics Division pada tahun 2016, Indonesia menempati peringkat keempat dunia dari 15 negara yang industri manufakturnya memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Indonesia mampu menyumbangkan hingga mencapai 22 persen setelah Korea Selatan (29 persen), Tiongkok (27 persen), dan Jerman (23 persen).
 
Rata-rata kontribusi dari 15 negara yang disurvei adalah 17 persen. Inggris berada di bawah rata-rata dengan kontribusi 10 persen, sedangkan Jepang dan Meksiko di bawah Indonesia dengan capaian kontribusinya 19 persen. “Capaian 22 persen itu sangatlah besar, sehingga Indonesia masuk dalam jajaran elite dunia,” lanjut Menperin.
 
Sementara itu, berdasarkan laporan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), Indonesia menduduki peringkat ke-9 di dunia atau naik dari peringkat tahun sebelumnya di posisi ke-10 untuk kategori manufacturing value added. Peringkat ke-9 ini sejajar dengan Brasil dan Inggris, bahkan lebih tinggi dari Rusia, Australia, dan negara ASEAN lainnya.
 
Menurut Airlangga, kontribusi manufaktur Indonesia mampu menembus 30 persen apabila dihitung mulai dari proses pra produksi, produksi dan pasca produksi. “Paradigma industri manufaktur global saat ini, berdasarkan kesepakatan di World Economic Forum, proses produksi sebagai satu-kesatuan. Oleh karena itu, kita sudah tidak bisa lagi melihat produksi hanya di pabrik saja,” tegasnya.
 
Di samping itu, manufaktur dinilai menjadi salah satu sektor unggulan dalam mendorong percepatan pembangunan dan pemerataan ekonomi nasional. Makanya, saat ini penting melakukan transformasi ekonomi, yang menggeser ekonomi berbasis konsumsi menjadi berbasis manufaktur.
 
“Apalagi, Bapak Presiden juga menyampaikan, kebijakan ekonomi Indonesia harus terus diarahkan pada pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkualitas,” ujar Airlangga, seperti dilansir setkab.go.id. 
 
Ia menambahkan bahwa tujuannya antara lain untuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan, serta meningkatkan lapangan kerja sebanyak-banyaknya.
 
Dalam upaya mendorong penyebaran industri yang merata sekaligus mewujudkan Indonesia sentris, Kementerian Perindustrian telah memfasilitasi pembangunan kawasan industri khususnya di luar Pulau Jawa. “Pada dua tahun mendatang diprediksi pertumbuhan kawasan industri baru akan terus meningkat dengan dibangun delapan kawasan industri baru di luar Pulau Jawa dengan potensi penyerapan tenaga kerja sebanyak 296,3 ribu orang,” ungkapnya.
 
Menperin pun berpandangan bahwa Indonesia dalam proporsi ekonominya dapat dikategorikan sebagai sebuah negara industri. “Kunci sukses dalam industrialisasi terdapat tiga faktor utama, yaitu sumber daya manusia (SDM), modal atau investasi, dan teknologi,” tuturnya.
 
Untuk itu, peningkatan kompetensi SDM melalui pendidikan dan pelatihan vokasi merupakan salah satu program prioritas pemerintah saat ini setelah pembangunan infrastruktur. “Penyiapan SDM terampil bertujuan untuk membentuk dan menghasilkan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan dunia industri. Kami telah melaksanakan pendidikan vokasi yang link and match antara SMK dengan industri,” imbuhnya.(BS01)
T#g:industriindustri manufaktur
ceritasumut.com
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 3 hari lalu

    BLANJA.COM Hadirkan program #BLANJAJEMPUTUKM

    Beritasumut.com-Tahun 2018 diprediksi akan menjadi puncak pertumbuhan ekonomi kreatif. Hal ini didasari oleh data survei BEKRAF dengan Badan Pusat

  • 2 bulan lalu

    Penguatan Kemitraan Penting untuk Bangun Industri Susu

    Beritasumut.com-Susu merupakan komoditas pangan penting karena merupakan sumber protein yang baik bagi pemenuhan kebutuhan gizi balita, penguatan d

  • 2 bulan lalu

    Inilah Manfaat Perusahaan Jika Terapkan Standar Industri Hijau

    Beritasumut.com-Guna membantu dunia usaha dalam upaya berpihak pada kegiatan industri yang ramah lingkungan, Pemerintah berniat menjadikan Standar

  • 2 bulan lalu

    Selama Ini Bersifat Sukarela, Pemeritah Berniat Standar Industri Hijau Wajib Diterapkan

    Beritasumut.com-Guna membantu dunia usaha dalam upaya berpihak pada kegiatan industri yang ramah lingkungan, Pemerintah berniat menjadikan Standar

  • 4 bulan lalu

    Menteri Perindustrian Luncurkan Program Pendidikan Vokasi Industri SMK se-Sumbagut

    Beritasumut.com-Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan program vokasi industri di Sumatera Utara (Sumut) terkendala terbatasnya juml

  • Copyright © 2010 - 2018 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.