Kamis, 21 November 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Kerajinan Anyaman Khas Melayu Pesisir Pantai Cermin Rambah Pasar Internasional

Kerajinan Anyaman Khas Melayu Pesisir Pantai Cermin Rambah Pasar Internasional

Jumat, 27 September 2019 17:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Setelah menjadi bagian dari produk unggulan daerah Serdang Bedagai (Sergai), kerajinan Anyaman Pandan khas Pantai Cermin mulai merambah pasar internasional atau luar negeri. Hal ini ditandai dengan dikirimnya beberapa olahan produk anyaman pandan yang dikerjakan oleh pengerajin asal Pantai Cermin ke beberapa negara Asean seperti Malaysia dan Singapura. 
 
Eva Harlia (38) didampingi Mei Dirita selaku Ketua Kelompok pengerajin anyaman Kria Pandan dan Purun di Pantai Cermin mengungkapkan, kerajinan anyaman ini merupakan kerajinan yang telah dilakoni oleh keluarganya dan masyarakat melayu Pantai cermin secara turun menurun serta menjadi bagian kebudayaan masyarakat pesisir.
 
Awalnya, pandan ini hanya dianyam untuk dijadikan alas tikar, sebagai wadah anggota keluarga untuk berkumpul agar tidak kotor dan menghindari dinginnya lantai. Secara berlahan dengan kemajuan zaman kerajinan anyaman ini berkembang manjadi bagian yang tak terpisahkan bagi puak melayu.
 
"Untuk saat sekarang ini produk kerajinan anyaman sudah berkembang sesuai dengan kebutuhan zaman dan variasi produknya sudah berbagai macam seperti tas, dompet, sendal, kotak tisu, tikar adat, tas laptop dan sebagainya. Dan dengan isu Go Green barang-barang dari pandan ini sangat diminati di luar negeri karena ramah lingkungan serta punya nilai seni tinggi," ungkap pengerajin penerima OVOP Award dari Kementerian Perindustrian ini.
 
Selain itu, perkembangan anyaman pandan khas melayu Pantai Cermin ini tak lepas dari kerjasama dan pendampingan yang dilakukan oleh berbagi pihak, yakni di antaranya dari Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Sergai, Propinsi Sumut melalui dinas terkait, juga kalangan kampus dan akademisi seperti Universitas Negeri Medan (Unimed).
 
“Kami bersyukur banyak lembaga serta dinas yang memberi perhatian kepada kami, terutama pihak kampus yang melakukan pendampingan sehingga budaya khas Anyaman Melayu Pesisir Pantai Cermin tidak menjadi sejarah dan mampu bangkit bersaing dengan produk-produk unggulan lainnya. Dan besar harapan kami tidak hanya dalam pendampingan usaha, teknologi tepat guna dan pengembangan usaha, akan tetapi pihak kampus Unimed mampu menjembatani menjadikan Pantai Cermin menjadi kawasan wisata budaya dan kampung wisata kerajinan anyaman bahkan menjadi sentra anyaman di Sumatera Utara," papar Eva.
 
Sementara itu, Irfandi selaku Ketua Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPUD) DRPM Kemenristek Dikti didampingi anggota Adek Cerah dan Taufik Hidayat menjelaskan bahwa Unimed berkomitmen untuk mengangkat budaya khas Melayu yang memiliki potensi dijadikan sebagai produk yang mampu untuk dimajukan sebagai produk
yang mewakili Sumut di pentas Internasional. 
 
“Program ini merupakan program yang berkelanjutan yang dilaksanakan mulai dari maping potensi, pengambilan sampling dan data hingga analisis kebutuhan pendampingan, pada tahap pertama kita fokus pada penggunaan teknologi tepat guna untuk menggantikan sistim manual, desain inovasi produk, serta pembenahan manajemen kelompok. Dan saat ini kita juga mulai meningkatkan teknologi untuk luaran tidak hanya tikar duduk akan tetapi produk-produk yang di minati pasar serta pendaftaran ijin usaha di Kementerian Koperasi dan UKM, dan tak kalah penting pemasarannya online berbasis e-comerce," ungkapnya.
 
Irfandi menambahkan, Unimed dan DRPM Kemenristek Dikti akan terus berkomitmen memberikan pendampingan dan pengembangan teknologi tepat guna (TTG) kepada UMKM dan aktivitas perekonomian rakyat dengan target utama adalah UMKM mampu naik kelas dan menjadi pilar perekonomian riil di Indonesia.
 
Dalam kesempatan tersebut dilakukan penyerahan Alat Teknologi Tepat Guna Mesin Pemipih atau pelurut pandan, Mesin jahit pandan pada masing-masing pengerajin Pandan dan purun serta penyerahan Sertifikat Ijin Usaha dari Kementerian Koperasi dan UMKM, yang di Berikan kepada pengerajin anyaman pandan di Kecamatan Pantai Cermin.(Rel)
 
T#g:AnyamanPantaiPantai CerminPesisirUnimed
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 4 hari lalu

    Wujudkan SDM Unggul, Poldasu Lakukan Kerjasama dengan Unimed, USU dan UMSU

    Beritasumut.com-Guna mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, Universitas Negeri Medan (Unimed), Universitas Sumatera Utara (USU) dan UMSU

  • 2 minggu lalu

    Sahuti Revolusi Industri 4.0, Unimed Lakukan MoU dengan UPB Rumania

    Beritasumut.com-Di era revolusi industri 4.0 ilmu-ilmu sains, komputer dan keteknikan merupakan sesuatu yang sangat penting karena seperti yang dap

  • 3 minggu lalu

    Dharma Wanita Unimed Dampingi Masyarakat dengan Konsep Urban Farming

    Beritasumut.com-Sebagai kota dengan jumlah penduduk terbesar ke 3 di Indonesia, Medan memiliki segudang permasalahan sosial dan kependudukan. Dan p

  • 3 minggu lalu

    Objek Wisata Pajus Segera Dioperasikan, Wali Kota Sibolga Minta Dukungan dari Masyarakat

    Beritasumut.com-Pembangunan objek wisata Pantai Ujung Sibolga (Pajus) segera rampung, dan direncanakan mulai dioperasikan pada akhir November. Wali

  • 3 minggu lalu

    Dosen Unimed Beri Pendampingan kepada PKK Tanah Merah Olah Terung Ungu Jadi Dodol

    Beritasumut.com-Tim Dosen LPPM Unimed melakukan pendampingan Kelompok Ibu-Ibu PKK dan petani terung ungu dalam pembuatan tepung dan dodol terung un

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.