Rabu, 21 Februari 2018
  • Home
  • Ekonomi
  • Kementerian PUPR Langsung Gelar Program Padat Karya di 10 Provinsi
pilkada beritasumut.com

Kementerian PUPR Langsung Gelar Program Padat Karya di 10 Provinsi

Jumat, 05 Januari 2018 16:00:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Memasuki awal tahun 2018, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memulai Program Padat Karya atau Cash for Work di 12 kabupaten pada 10 provinsi di tanah air.
 
Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Imam Santoso menyebutkan, ke-12 daerah itu adalah Kabupaten Dharmasraya (Sumatea Barat), Muko-muko (Bengkulu), Musi Rawas (Sumatra Selatan), Lampung Tengah (Lampung), Kota Serang (Banten), Majalengka (Jawa Barat), Sragen, Grobogan, dan Cilacap (Jawa Tengah), Gorontalo (Provinsi Gorontalo), Bolaang Mongondow (Sulawesi Utara), dan Konawe (Sulawesi Tenggara).
 
“Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada jumlah petani dan jumlah pelaksana kegiatan proyek padat karya dan jumlah penerima manfaat yang cukup signifikan dalam satu lokasi desa di masing-masing kabupaten tersebut,” jelas Imam di Jakarta, Kamis (04/01/2017).
 
Ia berharap dengan adanya integrasi pelaksanaan proyek padat karya di lingkungan Kementerian PUPR akan memberikan hasil yang lebih optimal bagi masyarakat di daerah tersebut.
 
Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengharapkan pelaksanaan program padat karya ini akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat, sehingga terjadi pemerataan ekonomi ke perdesaan sekaligus untuk mengatasi kesenjangan.
 
Ia menyebutkan, program padat karya tahun 2018 dirancang untuk mampu menyerap 263.646 orang tenaga kerja atau sebanyak 20,5 juta hari orang kerja (HOK) dengan upah yang dibayarkan secara harian mencapai Rp2,4 triliun dari total alokasi sebesar Rp11,24 triliun.
 
“Kementerian PUPR telah mengalokasikan anggaran Rp11,24 triliun dari total Rp107,3 triliun di 2018 untuk program padat karya cash,“ jelas Basuki, seperti dilansir setkab.go.id.
 
Program padat karya, lanjut Basuki, mencakup program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3TGAI), operasi dan pemeliharaan (OP) irigasi, Pengembangan Infrastruktur Sosial dan Ekonomi Wilayah (PISEW), Program Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (Pamsimas), Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), pembangunan rumah swadaya untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), rumah khusus dan pemeliharaan rutin jalan.(BS01)
T#g:PUPRinfrastrukturproyek padat karya
ceritasumut.com
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 7 jam lalu

    Kecelakaan Beruntun di Proyek Infrastruktur Pemerintah, Fraksi PKS Minta Audit Menyeluruh

    Beritasumut.com-Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini prihatin dengan kecelakaan beruntun pada proyek infrastruktur Pemerintah dalam tiga bulan terakhir,

  • 16 jam lalu

    Banyak Kecelakaan, Presiden Jokowi Minta Menteri PUPR Perkuat Pengawasan Proyek Infrastruktur

    Beritasumut.com-Menyusul terjadinya beberapa kasus kecelakaan pada proyek pembangunan infrastruktur, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan ke

  • 2 minggu lalu

    DPRD Medan Pertanyakan Izin Manhattan Times Square Mall dan Condominium Medan

    Beritasumut.com-Anggota Komisi D DPRD Medan Ahmad Arif SE pertanyakan kelengkapan izin pembangunan gedung The Manhattan Times Square Mall and Condo

  • 3 minggu lalu

    Ini Jalur BRT dan LRT yang Akan Dibangun di Medan

    Beritasumut.com-Walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi diwakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho memimpin rap

  • 4 minggu lalu

    Bertemu PM Wickremesinghe, Presiden Jokowi: Indonesia Ingin Bangun Infrastruktur di Sri Lanka

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan keinginan Indonesia untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur di Sri Lanka. K

  • Copyright © 2010 - 2018 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.