Minggu, 15 September 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Kemenperin: Sampah Plastik Menjadi Persoalan Serius di Indonesia

Kemenperin: Sampah Plastik Menjadi Persoalan Serius di Indonesia

Rabu, 05 Desember 2018 13:33:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Ngakan Timur Antara, mengatakan, sampah plastik hingga kini masih menjadi persoalan serius bagi Indonesia dan juga negara lain di dunia. Karenanya, ia mengimbau semua pihak untuk terlibat dalam penanganan sampah plastik, terutama yang ada di lautan.
 
"Sampah plastik ini merupakan komponen yang paling sulit diurai oleh proses alam, sehingga berbahaya bagi ekosistem perairan. Bahkan dibutuhkan waktu ratusan tahun agar sampah plastik dimaksud dapat terdegradasi dengan sempurna," ujarnnya pada Forum Komunikasi "Peran Sektor Industri dalam Rencana Aksi NAsional Penanganan Sampah" di Jakarta, belum lama ini.
 
Dalam kegiatan yang dihadiri perwakilan APSINDO Sumut Arman Chandra tersebut, dipaparkan, pemerintah telah menyusun Perpres Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut.
 
Dalam perpres tersebut, sebanyak 18 kementerian/lembaga terlibat dalam Rencana Aksi Nasional (RAN) Penanganan Sampah Laut di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.
 
Disebutkan juga, penanganan sampah laut meliputi lima strategi, yakni gerakan nasional peningkatan kesadaran pemangku kepentingan, pengelolaan sampah yang bersumber dari darat, penanggulangan sampah di pesisir dan laut. Selanjutnya, mekanisme pendanaan, penguatan kelembagaan, pengawasan dan penegakan hukum. Dan kelima penelitian dan pengembangan.
 
Sementara itu, Kapuslitbang IHLH Kemenperin Teddy C Sianturi, mengajak peningkatan produksi industri terutama untuk menggantikan plastik-plastik konvensional. "Memang masih ada kendala dalam jumlah, tetapi kalau bisa dipakai dalam jumlah banyak, maka harga bisa ditekan. Sehingga kompetitif," ujarnya.
 
Terkait pelarangan kantong plastik, Teddy menolak hal itu dilakukan, karena dapat merugikan industri plastik.
 
"Baiknya jangan ada pelarangan. Itu kurang bijak. Dibatasi saja pemakaiannya. Karena sampai sekarang yang dilarang itu belum jelas batasannya sampai mana, Ini yang jadi pangkal persoalan. Padahal industri plastik sudah berinvestasi," ungkapnya.(BS06)
T#g:APSINDOAPSINDO SumutArman ChandraKemenperinsampah plastik
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Pangdam Resmikan Fasilitas Umum di Medan Utara

    Beritasumut.com-Pangdam I/BB Mayjen TNI M Sabrar Fadhillah bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD I/BB Ny Trisa Santi meresmikan sarana man

  • 2 minggu lalu

    Festival Multi Etnis Kota Medan Tahun 2019 Resmi Ditutup

    Beritasumut.com-Walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi MH dihadiri Wakil Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi resmi menutup Festival Multi E

  • 2 minggu lalu

    Ribuan Warga Medan Ikuti Zikir dan Tabligh Akbar Tahun Baru Islam di Lapangan Merdeka

    Beritasumut.com-Sekitar 7.000-an warga Medan memadati Lapangan Merdeka mengikuti Zikir dan Tabligh Akbar yang digelar Pemko Medan dalam memperingat

  • satu bulan lalu

    Kemenperin Buat Alat Pantau Kualitas Udara dan Pengolah Air Limbah Industri

    Beritasumut.com-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) fokus pada kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) yang aplikatif untuk mendukung pen

  • 4 bulan lalu

    Pemerintah Indonesia Jalin Kerjasama dengan Jepang, Tingkatkan Investasi di Sektor Industri

    Beritasumut.com-Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan kerjasama bilateral dengan negara Jepang di bidang ekonomi, termasuk peningkatan i

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.