Senin, 18 Februari 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Kemenperin: Sampah Plastik Menjadi Persoalan Serius di Indonesia

Kemenperin: Sampah Plastik Menjadi Persoalan Serius di Indonesia

Rabu, 05 Desember 2018 13:33:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Ngakan Timur Antara, mengatakan, sampah plastik hingga kini masih menjadi persoalan serius bagi Indonesia dan juga negara lain di dunia. Karenanya, ia mengimbau semua pihak untuk terlibat dalam penanganan sampah plastik, terutama yang ada di lautan.
 
"Sampah plastik ini merupakan komponen yang paling sulit diurai oleh proses alam, sehingga berbahaya bagi ekosistem perairan. Bahkan dibutuhkan waktu ratusan tahun agar sampah plastik dimaksud dapat terdegradasi dengan sempurna," ujarnnya pada Forum Komunikasi "Peran Sektor Industri dalam Rencana Aksi NAsional Penanganan Sampah" di Jakarta, belum lama ini.
 
Dalam kegiatan yang dihadiri perwakilan APSINDO Sumut Arman Chandra tersebut, dipaparkan, pemerintah telah menyusun Perpres Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut.
 
Dalam perpres tersebut, sebanyak 18 kementerian/lembaga terlibat dalam Rencana Aksi Nasional (RAN) Penanganan Sampah Laut di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.
 
Disebutkan juga, penanganan sampah laut meliputi lima strategi, yakni gerakan nasional peningkatan kesadaran pemangku kepentingan, pengelolaan sampah yang bersumber dari darat, penanggulangan sampah di pesisir dan laut. Selanjutnya, mekanisme pendanaan, penguatan kelembagaan, pengawasan dan penegakan hukum. Dan kelima penelitian dan pengembangan.
 
Sementara itu, Kapuslitbang IHLH Kemenperin Teddy C Sianturi, mengajak peningkatan produksi industri terutama untuk menggantikan plastik-plastik konvensional. "Memang masih ada kendala dalam jumlah, tetapi kalau bisa dipakai dalam jumlah banyak, maka harga bisa ditekan. Sehingga kompetitif," ujarnya.
 
Terkait pelarangan kantong plastik, Teddy menolak hal itu dilakukan, karena dapat merugikan industri plastik.
 
"Baiknya jangan ada pelarangan. Itu kurang bijak. Dibatasi saja pemakaiannya. Karena sampai sekarang yang dilarang itu belum jelas batasannya sampai mana, Ini yang jadi pangkal persoalan. Padahal industri plastik sudah berinvestasi," ungkapnya.(BS06)
T#g:APSINDOAPSINDO SumutArman ChandraKemenperinsampah plastik
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Penerbitan Peraturan Larangan Plastik Hilangkan Potensi Penerimaan Pajak

    Beritasumut.com-Pemberian insentif fiskal kepada Pemerintah Daerah (Pemda) yang menerbitkan peraturan pelarangan penggunaan kantong dan produk plas

  • 3 minggu lalu

    Lindungi Laut dari Sampah Plastik, Luhut Berbagi Peta Jalan Program Tri Hita Karana di WEF 2019

    Beritasumut.com-Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengangkat berbagai isu di sektor lautan dalam rangkaian acara Annu

  • satu bulan lalu

    Tahun 2019, Kemenperin Bidik Investasi Rp 130 Triliun di Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil

    Beritasumut.com-Kementerian Perindustrian memproyeksi nilai investasi yang akan masuk di Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) sebesar Rp130 t

  • 2 bulan lalu

    Kemenperin: Pemerintah Dorong Perusahaan Terapkan Industri Hijau

    Beritasumut.com-Sebanyak 143 perusahaan di Indonesia menjadi penerima penghargaan industri hijau tahun 2018. Berdasarkan hasil assessment, diperole

  • 2 bulan lalu

    Kemenperin Minta Penerapan Cukai Plastik Kresek Dikaji Kembali

    Beritasumut.com-Direktur Industri Kimia Hilir Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Taufik Bawazier meminta rencana penerapan cukai plastik kresek

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.