Rabu, 12 Desember 2018
  • Home
  • Ekonomi
  • Kemenperin: Sampah Plastik Menjadi Persoalan Serius di Indonesia

Kemenperin: Sampah Plastik Menjadi Persoalan Serius di Indonesia

Rabu, 05 Desember 2018 13:33:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Ngakan Timur Antara, mengatakan, sampah plastik hingga kini masih menjadi persoalan serius bagi Indonesia dan juga negara lain di dunia. Karenanya, ia mengimbau semua pihak untuk terlibat dalam penanganan sampah plastik, terutama yang ada di lautan.
 
"Sampah plastik ini merupakan komponen yang paling sulit diurai oleh proses alam, sehingga berbahaya bagi ekosistem perairan. Bahkan dibutuhkan waktu ratusan tahun agar sampah plastik dimaksud dapat terdegradasi dengan sempurna," ujarnnya pada Forum Komunikasi "Peran Sektor Industri dalam Rencana Aksi NAsional Penanganan Sampah" di Jakarta, belum lama ini.
 
Dalam kegiatan yang dihadiri perwakilan APSINDO Sumut Arman Chandra tersebut, dipaparkan, pemerintah telah menyusun Perpres Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut.
 
Dalam perpres tersebut, sebanyak 18 kementerian/lembaga terlibat dalam Rencana Aksi Nasional (RAN) Penanganan Sampah Laut di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.
 
Disebutkan juga, penanganan sampah laut meliputi lima strategi, yakni gerakan nasional peningkatan kesadaran pemangku kepentingan, pengelolaan sampah yang bersumber dari darat, penanggulangan sampah di pesisir dan laut. Selanjutnya, mekanisme pendanaan, penguatan kelembagaan, pengawasan dan penegakan hukum. Dan kelima penelitian dan pengembangan.
 
Sementara itu, Kapuslitbang IHLH Kemenperin Teddy C Sianturi, mengajak peningkatan produksi industri terutama untuk menggantikan plastik-plastik konvensional. "Memang masih ada kendala dalam jumlah, tetapi kalau bisa dipakai dalam jumlah banyak, maka harga bisa ditekan. Sehingga kompetitif," ujarnya.
 
Terkait pelarangan kantong plastik, Teddy menolak hal itu dilakukan, karena dapat merugikan industri plastik.
 
"Baiknya jangan ada pelarangan. Itu kurang bijak. Dibatasi saja pemakaiannya. Karena sampai sekarang yang dilarang itu belum jelas batasannya sampai mana, Ini yang jadi pangkal persoalan. Padahal industri plastik sudah berinvestasi," ungkapnya.(BS06)
T#g:APSINDOAPSINDO SumutArman ChandraKemenperinsampah plastik
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Kemenperin Minta Penerapan Cukai Plastik Kresek Dikaji Kembali

    Beritasumut.com-Direktur Industri Kimia Hilir Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Taufik Bawazier meminta rencana penerapan cukai plastik kresek

  • 5 hari lalu

    Sesjen Wantannas Jadi Keynote Speaker Sosialisasi dan Launching Gerakan Akademi Berbasis Pesantren

    Beritasumut.com-Sesjen Wantannas, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo memberikan sambutan sekaligus menjadi pembicara utama  (keynote speaker) pa

  • 3 bulan lalu

    Larangan Impor Bahan Baku Plastik Berpotensi Lemahkan Industri Daur Ulang

    Beritasumut.com-Sekjen Poros Maritim Nawacita, Rudi Maulana menyebut langkah yang dilakukan Menteri KLHK dan jajarannya tidak tepat dalam pengelola

  • 5 bulan lalu

    Kemenperin Nyatakan Susu Kental Manis Aman Dikonsumsi

    Beritasumut.com-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan bahwa susu kental manis (SKM) merupakan produk yang aman untuk dikonsumsi oleh ma

  • 10 bulan lalu

    Wakil Walikota Medan Hadiri Open House Tokoh Masyarakat Arman Chandra

    Beritasumut.com-Wakil Walikota Medan Drs Akhyar Nasution menghadiri open house Tahun Baru Imlek tokoh masyarakat Arman Chandra, di Jalan Ladang, Ke

  • http://ceritasumut.com/
    Copyright © 2010 - 2018 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.