Minggu, 26 Mei 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Kebutuhan Tenaga Kerja Industri Bakal Naik 8 Persen Hingga Tahun 2035

Kebutuhan Tenaga Kerja Industri Bakal Naik 8 Persen Hingga Tahun 2035

Rabu, 01 Mei 2019 15:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksikan kebutuhan tenaga kerja di sektor industri akan naik hingga melampaui 8 persen sampai tahun 2035. Peningkatan ini tersebar pada seluruh subsektor manufaktur, seperti industri makanan dan minuman, logam, tekstil dan pakaian, serta otomotif.
 
“Tingginya kebutuhan tenaga kerja tersebut seiring masuknya sejumlah investasi di Indonesia dan upaya pemerintah yang semakin gencar menggenjot sektor industri untuk terus ekspansi, baik dalam rangka memenuhi pasar domestik maupun ekspor,” kata Koordinator Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Mujiyono seperti dilansir dari laman Kemenperin.go.id, Rabu (01/05/2019).
 
Kemenperin mencatat, investasi di sektor industri manufaktur pada tahun 2014 sebesar Rp195,74 triliun, naik menjadi Rp226,18 triliun di tahun 2018. Serapan tenaga kerja di sektor industri juga ikut meningkat, yakni dari 15,54 juta orang pada tahun 2015 menjadi 18 juta orang di tahun 2018.Menurut Mujiyono, setiap tahun rata-rata sektor industri menyerap tenaga kerja sebanyak 672 ribu orang. “Kami telah memperhitungkan, itu kalau industri dipatok tumbuh 5-6 persen,” ungkapnya. 
 
Namun demikian, selain pemenuhan dari sisi kuantitas, yang juga terpenting adalah penciptaan kualitas sumber daya manusia (SDM) sesuai kebutuhan dunia industri saat ini.“Apalagi, sekarang kita sudah memasuki era industri 4.0, di mana sektor industri dituntut untuk memanfaatkan teknologi canggih atau digitalisasi sehingga bisa meningkatkan kapasitas dan kualitas produk secara lebih efisien. Nah, guna mencapai sasaran tersebut, diperlukan pula SDM kompeten. Jadi, SDM kompeten menjadi kunci daya saing industri kita,” paparnya.
 
Oleh karena itu, mulai tahun ini pemerintah memfokuskan pada pengembangan kualitas SDM sebagai agenda pembangunan nasional. Langkah strategis yang tengah dijalankan, antara lain melakukan berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan vokasi industri secara lebih masif.
 
Mujiyono menyampaikan, Indonesia punya potensi besar dalam upaya membangun kualitas SDM seiring dengan momentum bonus demografi yang sedang dinikmati sampai 20 tahun ke depan. “Hingga 2030 nanti, Indonesia diprediksi mengalami masa bonus demografi, yakni penduduk usia produktif mencapai 67,5 persen dari total jumlah penduduk sebesar 297 juta jiwa,” jelasnya.
 
Penduduk usia produktif dinilai akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dan pengembangan inovasi. “Maka itu, kami terus berupaya mencetak lebih banyak tenaga ahli dan menciptakan iklim industri yang kondusif agar serapan dan produktivitas tenaga kerja terus meningkat,” imbuhnya.
 
Mujiyono menekankan, pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci penting dalam peningkatan produktivitas tenaga kerja.“Sebanyak 75-375 juta orang tenaga kerja global akan beralih profesi. Oleh karenanya, ada lima kompetensi penting yang kami kembangkan, yakni Coding & Programming, Mekatronika, Data Analysis & Statistics, Artificial Intelligence, dan Softskill Flexibility,” sebutnya.
 
Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sempat menyebutkan bahwa Indonesia membutuhkan 17 juta orang yang akan bekerja di bidang ekonomi digital hingga tahun 2030. “Yang mana 4 persen akan bekerja di sektor manufaktur dan sisanya di jasa industri terkait,” ujarnya.
 
Menperin mengungkapkan, implementasi ekonomi digital akan membawa Indonesia naik kelas dengan target menjadi negara berpendapatan level kelas menengah atas (upper middle income country) pada tahun 2020. Untuk itu, diperlukan penerapan peta jalan Making Indonesia 4.0 secara sinergi di antara pemangku kepentingan.“Digitalisasi ekonomi merupakan salah satu leap frog strategy ke level selanjutnya, yakni lulus dari middle income trap,” tegasnya. 
 
Dalam hal ini, melalui Making Indonesia 4.0, aspirasinya besarnya adalah mewujudkan Indonesia masuk jajaran 10 negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030.“Bahkan, berdasarkan hasil studi PwC dan McKinsey, kita bisa masuk 7 besar ekonomi dunia di 2045, sementara pada 100 tahun Indonesia merdeka nanti, kita menjadi ekonomi ke-4 terbesar di dunia,” pungkas Airlangga (BS09)
T#g:Airlangga HartartoIndustri 4.0Menteri PerindustrianTenaga Kerja
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Inilah 4 Kegiatan yang Bakal Tren di Era Revolusi Industri 4.0 Menurut Menteri ESDM

    Beritasumut.com-Revolusi Industri menjadi tantangan tersendiri bagi semua kalangan. Hadirnya era ini memudahkan kehidupan manusia di berbagai bidan

  • 2 bulan lalu

    Disnaker Langkat Pekerjakan 358 Putra Putri Langkat di Perusahaan Besar

    Beritasumut.com-Bupati Langkat Terbit Rencana PA melalui Sekdakab Langkat dr H Indra Salahuddin Mkes MM,  memimpin apel gabung Aparatur Sipil

  • 6 bulan lalu

    Pelindo 1 Raih BUMN Branding dan Marketing Award 2018, Terapkan Digitalisasi Pelabuhan di Era Industri 4.0

    Beritasumut.com-PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 meraih empat penghargaan BUMN Branding dan Marketing Award 2018 dengan kategori:

  • 8 bulan lalu

    Kekuatan Militer Salah Satu Unsur Penting di Era Revolusi Industri 4.0

    Beritasumut.com-Dalam menghadapi perkembangan tatanan dunia baru yang diwarnai dengan era revolusi industri 4.0, tentunya kekuatan militer menjadi

  • 10 bulan lalu

    Hadapi Era Revolusi Industri 4.0, Unimed Launching 4 Aplikasi Layanan

    Beritasumut.com-Perkembangan teknologi pada jaman sekarang semakain maju seluruh urusan birokrasi di kantor-kantor pemerintahan maupun universitas

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.