Minggu, 26 Januari 2020
  • Home
  • Ekonomi
  • Jika Tak Ada Solusi, Nelayan Pukat Hela Sumut Ancam Tetap Melaut

Jika Tak Ada Solusi, Nelayan Pukat Hela Sumut Ancam Tetap Melaut

Kamis, 08 Februari 2018 15:06:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/BS03
Beritasumut.com-Ribuan nelayan yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Nelayan Sumut mendesak agar Pemerintah segera mencarikan solusi terhadap kondisi mereka yang sudah sekitar tiga bulan tak melaut akibat penerapan Permenkp No 71 Tahun 2016. 
Pasalnya hingga saat ini kondisi perekonomian mereka sangat terganggu. Jangankan untuk membayar sekolah anak, untuk makan sehari-hari pun mereka mengaku sangat sulit memenuhinya. 
 
"Beberapa jenis alat tangkap seperti pukat hela dan pukat tarik baik satu kapal maupun dua kapal diantara 5-30 GT terancam tidak beroperasional kembali. Akibatnya ribuan nelayan terancam menganggur, ratusan pabrik pengalengan, pemendangan ikan, cool strike, Upi dan lain-lainnya berhenti beroperasi. Tidak hanya nelayan banyak pekerja dirumahkan karena tidak ada pasokan ikan karena sekitar 18.900 kapal nelayan tidak beroperasi diakibatkan kebijakan tersebut,"ujar Ketua Alinasi Masyarakat Nelayan Sumut Molen Gultom saat menggelar Demonstrasi di depan Kantor Gubernur Sumut Jalan P Diponegoro Medan, Kamis (08/02/2018).
 
Akibat kondisi tersebut lanjutnya pihaknya sangat berharap agar pemerintah segera mencarikan win win solution agar tidak kian melebar konflik horizontal ditengah-tengah masyarakat nelayan. Dan kalau pun tidak juga ada solusi, menurut Gultom masyarakat nelayan yang saat ini ekonominya telah terjepit akan melaut walaupun dengan berbagai resiko yang mereka hadapi.
 
"Kami meminta agar diberi tenggang waktu untuk melaut untuk mencari nafkah menghidupi keluarga kami sampai ada solusi dari pemerintah. Apabila dalam waktu dekat ini tidak ada solusi maka kami akan tetap beroperasi sebagaimana biasanya dan apapun resikonya," ujar Gultom
 
Senada, Nelayan Teri sekaligus Ketua Pengasinan Kota Belawan Abdul Karim Syahrial Lubis mengatakan bahwa saat ini telah terjadi konflik sosial ditengah masyarakat nelayan. Bahkan saat ini dikampung Kurnia Belawan tidak ada aktivitas menjemur ikan seperti biasanya.
 
"Walaupun saat ini kering, di kampung Kurnia kita bukan lagi menjemur ikan tetapi menjemur kulit. Ada 32 janda yang sembilan orang lakinya hilang tidak tau kemana. Selama ini kami terus menjaga agar tidak terjadi bentrok sesama nelayan. Tapi sampai kapan kami tidak melaut," ujarnya.
 
Hal sama dikatakan Erwansyah Purba, Nelayan dari Pagurawan Batubara. Konflik horizontal terus terjadi khususnya terhadap nelayan Pagurawan saat mencari ikan dan ditangkap di Kabupaten Sergai. 
 
"Sampai kapan kami tidak melaut. Sampai kapan anak kami bisa sekolah, bisa makan. Tolong, tolong sekali lagi kami sampaikan kepada Bapak Gubernur. Tolong ditinjau kembali untuk persoalan zonasi maupun kearifan lokal sehingga kami para nelayan kecil ini tidak ditangkap lagi saat mencari nafkah," ujarnya.(BS03)
T#g:Permen KP 71/2016protes nelayanpukat cantrang
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 tahun lalu

    Satpolair Sergai Tembaki Kapal Pukat Cantrang Nelayan Batubara

    Beritasumut.com-Satuan Kepolisian Perairan (Satpolair) daerah Serdang Bedagai (Sergai) dituding telah memberondongkan tembakan kepada kapal pukat c

  • 2 tahun lalu

    Sebelum Beri Bantuan Alat Tangkap, Tim Verifikasi Kemen KP Akan Turun ke Sumut

    Beritasumut.com-Desakan agar pemerintah pusat segera merealisasikan bantuan alat tangkap ikan ramah lingkungan khususnya bagi nelayan Sumut yang te

  • 2 tahun lalu

    Ribuan Nelayan Desak Pemerintah Cabut dan Revisi Permen KP No 71 Tahun 2016

    Beritasumut.com-Ribuan Nelayan yang tergabung dalam Aliansi Nelayan Sumut berdemonstrasi depan Kantor Gubernur Sumut Jalan P Diponegoro Medan, Kami

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.