Sabtu, 07 Desember 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Inflasi di Sumut Terkendali di Bawah Nasional

Inflasi di Sumut Terkendali di Bawah Nasional

Rabu, 07 Maret 2018 23:45:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/BS03
Beritasumut.com-Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Dr Ir HT Erry Nuradi MSi mengatakan hasil rapat Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Triwulan I, bahwa inflasi di Sumut pada 2017 yakni 3,2 persen lebih kecil dibandingkan nasional 3,61 persen, untuk year of year (YOY) selama setahun di 2017.
 
"Inflasi kita cukup terkendali di bawah, meski di bawah inflasi nasional, yakni 3,2 persen dari nasional 3,61 persen," ungkap Gubsu pada acara rapat TPID Provsu, Rabu (07/02/2018) di Ruang Rapat BI, Lantai 3, Jalan Balai Kota.
 
Hadir pada acara tersebut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumut Arief Budi Santoso, Plt Sekdaprovsu Ibnu S Hutomo, serta sejumlah pejabat di jajaran Pemprovsu .
 
Disampaikan Gubsu, untuk 2018 bulan Januari inflasi berkisar 0,69 dan Februari deflasi-0,89 dengan total selisih deflasi -0,2. Sedangkan nasional Januari inflasi 0,62 dan Februari 0,17 naik 0,79 persen."Ada perbedaan 1 persen kita dibawah rata-rata nasional inflasinya, ini berkat dari kerjasama tim pengendali inflasi," jelasnya.
 
Selain itu, kata Gubsu, untuk pengendali inflasi di daerah ini sebenarnya ada beberapa hal penting yakni sisi produksi dan distribusi. "Kalau dari produksi ada permasalahan dan kesalahan, tentu dari sisi produksi yang berhubungan dengan ketahanan pangan, dan perikanan, juga bermasalah.Apabila terkendali dalam pasokan, diyakini inflasi bisa terkendali, itu dari sisi produksi dan berhubungan dengan iklim yang mempengaruhi faktor lainnya".
 
"Tapi juga inflasi kadang terjadi juga disisi distribusi, maka peran satgas pangan harus bertindak apabila disisi distribusi ini ada spekulan, katakanlah terjadi penimbunan barang hasil pertanian sehingga untuk mengambil keuntungan dari pihak-pihak tertentu dengan harga naik. Untuk itu satgas harus segera bertindak bila terjadi spekulan barang, yang menyebabkan harga jauh lebih tinggi di tingkat konsumen dari produsen, bisa mencapai 230 persen atau 2,3 kali dari harga produksi," papar Gubsu seraya berharap adanya peran dari produsen, distribusi dan satgas pangan, Bulog dan sisi iklim yang mempengaruhi.
 
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI wilayah Sumut Arief Budi Santoso mengatakan inflasi terbesar dipengaruhi oleh komoditi cabai yang membuat dinamikanya bergerak sangat tinggi.“Hal ini juga dipengaruhi pasokan dan distribusi sehingga harga cabai merah mengalami kenaikan,” ungkapnya.(BS03)
 
T#g:BICabaiEkonomiinflasiSumut
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 jam lalu

    Sertijab Pejabat Utama Polda Sumut Dipimpin Kapoldasu

    Beritasumut.com–Kapolda Sumatera Utara (Kapoldasu) Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH MH memimpin Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) bebera

  • kemarin

    Pelaku Curanmor di Parkiran Hotel Antara Gatsu Ditembak Sat Reskrim Polrestabes Medan

    Beritasumut.com-Satuan Reskrim Polrestabes Medan tembak seorang pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) di Jalan Binjai. Pelaku yang ditembak itu

  • 3 hari lalu

    Hari Disabilitas Internasional, Satgas Pamrahwan Yonif 754/ENK Kostrad Kunjungi SLB Mimika

    Beritasumut.com-Memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI), anggota Batalyon Infanteri (Yonif) 754/ENK Kostrad yang tergabung dalam Satuan T

  • 3 hari lalu

    Bakamla RI Gelar Konsiyering Kajian Hukum Internasional Bidang Kamlamla

    Beritasumut.com-Kepala Bakamla RI/Indonesian Coast Guard (IDNCG) Laksdya Bakamla A Taufiq R, yang diwakili oleh Direktur Hukum Bakamla RI Laksma Ba

  • 4 hari lalu

    Hidup Terlantar di Negeri Orang, Hari Ini Mildah Bersama 5 Anaknya Dipulangkan ke Sumut

    Beritasumut.com-Penderitaan Mildah Situmorang (45) hidup terlantar di Malaysia, bersama lima anaknya yang masih kecil-kecil, kini berakhir. Hari in

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.