Selasa, 22 Oktober 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Inflasi di Sumut Terkendali di Bawah Nasional

Inflasi di Sumut Terkendali di Bawah Nasional

Rabu, 07 Maret 2018 23:45:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/BS03
Beritasumut.com-Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Dr Ir HT Erry Nuradi MSi mengatakan hasil rapat Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Triwulan I, bahwa inflasi di Sumut pada 2017 yakni 3,2 persen lebih kecil dibandingkan nasional 3,61 persen, untuk year of year (YOY) selama setahun di 2017.
 
"Inflasi kita cukup terkendali di bawah, meski di bawah inflasi nasional, yakni 3,2 persen dari nasional 3,61 persen," ungkap Gubsu pada acara rapat TPID Provsu, Rabu (07/02/2018) di Ruang Rapat BI, Lantai 3, Jalan Balai Kota.
 
Hadir pada acara tersebut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumut Arief Budi Santoso, Plt Sekdaprovsu Ibnu S Hutomo, serta sejumlah pejabat di jajaran Pemprovsu .
 
Disampaikan Gubsu, untuk 2018 bulan Januari inflasi berkisar 0,69 dan Februari deflasi-0,89 dengan total selisih deflasi -0,2. Sedangkan nasional Januari inflasi 0,62 dan Februari 0,17 naik 0,79 persen."Ada perbedaan 1 persen kita dibawah rata-rata nasional inflasinya, ini berkat dari kerjasama tim pengendali inflasi," jelasnya.
 
Selain itu, kata Gubsu, untuk pengendali inflasi di daerah ini sebenarnya ada beberapa hal penting yakni sisi produksi dan distribusi. "Kalau dari produksi ada permasalahan dan kesalahan, tentu dari sisi produksi yang berhubungan dengan ketahanan pangan, dan perikanan, juga bermasalah.Apabila terkendali dalam pasokan, diyakini inflasi bisa terkendali, itu dari sisi produksi dan berhubungan dengan iklim yang mempengaruhi faktor lainnya".
 
"Tapi juga inflasi kadang terjadi juga disisi distribusi, maka peran satgas pangan harus bertindak apabila disisi distribusi ini ada spekulan, katakanlah terjadi penimbunan barang hasil pertanian sehingga untuk mengambil keuntungan dari pihak-pihak tertentu dengan harga naik. Untuk itu satgas harus segera bertindak bila terjadi spekulan barang, yang menyebabkan harga jauh lebih tinggi di tingkat konsumen dari produsen, bisa mencapai 230 persen atau 2,3 kali dari harga produksi," papar Gubsu seraya berharap adanya peran dari produsen, distribusi dan satgas pangan, Bulog dan sisi iklim yang mempengaruhi.
 
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI wilayah Sumut Arief Budi Santoso mengatakan inflasi terbesar dipengaruhi oleh komoditi cabai yang membuat dinamikanya bergerak sangat tinggi.“Hal ini juga dipengaruhi pasokan dan distribusi sehingga harga cabai merah mengalami kenaikan,” ungkapnya.(BS03)
 
T#g:BICabaiEkonomiinflasiSumut
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 12 jam lalu

    129 Pejabat Polda Sumut Dimutasi dan Terima Promosi Jabatan

    Beritasumut.com-Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) melakukan mutasi terhadap 129 jabatan di jajarannya. Mutasi ini tertuang dalam Surat

  • 14 jam lalu

    Patroli Simpatik, Satgas Yonif 411 Kostrad Berikan Layanan Kesehatan di Bivak Warga

    Beritasumut.com-Tidak hanya melaksanakan tugas pokoknya dalam menjaga keutuhan NKRI, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Yoni

  • 18 jam lalu

    Pelantikan Menteri Dijadwalkan Rabu, Berikut Nama-Nama Yang Dipanggil ke Istana Presdien

    Beritasumut.com-Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD  dipanggil Presiden Joko Widodo ke Istana Kepreside

  • kemarin

    Menlu: Semua Tamu Negara Berkomitmen Perkuat Kerja Sama Bilateral dengan Indonesia

    Beritasumut.com-Menjelang pelantikan dirinya sebagai Presiden RI Periode 2019-2024, Presiden Joko Widodo (Jokkowi) menerima kunjungan kehormatan ta

  • kemarin

    Besok, Presiden Jokowi Akan Perkenalkan Para Menteri Kabinet Periode 2019-2024

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan susunan kabinet yang akan membantunya para periode pemerintahan 2019-2024 sudah rampung. I

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.