Sabtu, 20 Juli 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Gubernur Sumut Dorong Batubara Tingkatkan Produksi Beras, Cabai dan Bawang Merah

Gubernur Sumut Dorong Batubara Tingkatkan Produksi Beras, Cabai dan Bawang Merah

Selasa, 07 Februari 2017 12:09:00
BAGIKAN:
beritasmut.com/BS03
Beritasumut.com-Meskipun Kabupaten Batubara hanya memiliki luas seperlima dari Kabupaten Induk Asahan, namun Pemda yang dipimpin Ok Arya Zulkarnaen memiliki lahan sawah lebih luas. Gubernur Sumut (Gubsu) pun mengaku bangga dan berharap Kabupaten Batubara dapat berkontribusi lebih besar lagi untuk Sumut sebagai centra produksi beras.
 
“Kabupaten Batubara sendiri berkontribusi sebesar 4,67 persen untuk distribusi padi untuk Sumut. Tapi kita bangga meskipun luas Kabupaten Batubara seperlima dari luas Kabupaten induk yakni Kabupaten Asahan namun Batubara memiliki lahan sawah lebih besar yakni 19 ribu hektar. Sedangkan Asahan hanya memiliki 17 ribu hektar,” ujar Gubsu HT Erry Nuradi, saat menghadiri gerakan Tanam padi serentak di Kabupaten Batubara, Senin (06/02/2017).
 
Dikatakan Gubsu, Batubara saat ini memiliki sawah beririgasi sebanyak 15 ribu dan sisanya non irigasi. Sedangkan pada Periode Oktober 2016 sampai maret 2017, Pemprovsu manargetkan luas tambah tanam padi di kabupaten Batubara seluas 19.160 hektar dan telah terealisasi sebesar 7981 hektar atau 41,56 persen. Untuk mendukung keberhasilan upaya khusus (Upsus) dalam peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai di Sumut maka gerakan percepatan tanam perlu segera dilaksanakan.
 
Dalam rangka mendukung percepatan tanaman pangan dan hortikultura di kabupaten Batubara lanjut Gubsu, Pemprovsu mengalokasikan bantuan benih padi hibrida sebanyak 25 ton untuk petanaman 11 ribu hektar, Desa mandiri benih seluas 30 hektar, subsidi benih seluas 11 ribu hektar atau 275 ton, peningkatan produksi jagung 15 ribu hektar atau 75 ton, alat tanam jagung atau caplak 555 unit, sarana pengolahan pupuk organi 8 unit,dan corn sheller 10 unit. Dengan bantuan ini diharapakan batubara dan daerah lainnya dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian luas tambah tanam di provsu.
 
Dikatakan Gubsu, Pemprovsu juga berperan khusus penanaman bawang merah dan cabai merah di Batubara pada tahun 2017 ini dengan mengalokasikan kegiatan pengembangan kawasan bawang merah 10 hektar dan cabai 55 hektar. Diharapkan bantuan ini dapat menjaga stabilisasi harga dua kebutuhan masyarakat tersebut. Apalagi pada tahun 2016 lalu Sumut sempat dipusingkan dengan tingginya angka inflasi yang hampir mencapai enam persen. Empat persen diantaranya disumbangkan oleh tingginya harga cabai.
 
“Kami sangat berterimakasih kepada Bupati Kabupaten Batubara yang bisa memberikan dorongan kepada petani untuk bisa menanam cabai. Mudah-mudahan kedepan cabai tidak menyumbagkan inflasi lagi untuk Sumut,” harapnya.
 
Dalam kesempatan itu Gubsu juga mengajak agar keyakinan upaya pemerintah untuk memberhasilkan swasembada pangan dapat terwujud jika dilakukan dengan kerja tim. Oleh karenanya Gusbu menyempatkan mengucapkan terimakasih kepada TNI dan jajarannya yang bisa bekerjasama dengan Pemda sehingga menjaga dan menukseskan Sumut menjadi salah satu lumbung pangan di Indonesia.
 
Sementara itu Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen mengapresiasi gerakan tanam padi serentak di Kabupaten Batubara. Meskipun saat ini produksi padi di Batubara sudah mencukupi untuk masyarakat Batubara sendiri namun diharapkan kedepan dengan adanya gerakan tanam padi serentak semakin meningkatkan perekonomian masyarakat.
 
Selain padi lanjut Ok Arya, Batubara juga sedangkan mengembangkan cabai dan bawang merah. Saat ini katanya, Batubara melakukan pengembangan sebesar 960 hektar yang tersebar di tiga kecamatan. Untuk cabai ini pemasarannya mencapai Riau, Jambi dan Sumbar. Sedangkan Bawang merah pada tahun 2016 telah dilakukan pengembangan dilahan 40 hektar dari yang pada tahun 2013 hanya dua hektar.
 
“Untuk tahun ini fokus pembibitan untuk lahan100 hektar. Selain itu juga kita juga mengembangkan semangka di lahan 150 hektar. Produksinya  10 ribu ton perhektar. Petanaman semangka dan bawang dimanfatkan masa sela tanaman padi. Disamping pertanian kami juga menjadi centra produksi ternak sapi dengan jumlah 38 ribu ekor terbesar keempat di Sumut,” ujarnya.(BS03)
T#g:Bahan PokokHarga Cabaipanen cabaiPerkebunanproduksi pertanian
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Plt Bupati Labuhanbatu, Kapolres dan Dandim Sidak ke Pasar

    Beritasumut.com-Menjelang Bulan Suci Ramadhan 1440H/ 2019 sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan harga dipasar Gelugur, Rantauprapat, Kabupaten La

  • 3 bulan lalu

    Minta Menteri Cek, Presiden Jokowi: Jaga Stabilitas dan Harga Bahan Pokok Jelang Puasa

    Beritasumut.com-Berkaitan dengan semakin dekatnya bulan suci Ramadan yang tinggal dua minggu lagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada jaj

  • 5 bulan lalu

    Sudah Mengabdi 10 Tahun, Presiden Jokowi Minta Karyawan Perkebunan Diberi Lahan 1.000 Meter Persegi

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar karyawan dari Perkebunan Nusantara yang sudah mengabdi 10 tahun ke atas bisa mendapatkan

  • 5 bulan lalu

    Polres Asahan Ungkap Kasus Perampokan Sadis di Areal Perkebunan Socpindo Aek Kuasan

    Beritasumut.com-Unit Jatanras Satreskrim Polres Asahan dan Polsek Pulau Raja melakukan penangkapan terhadap tersangka pelaku Tindak Pidana Pemerkos

  • 6 bulan lalu

    2 DPO Begal di Perkebunan Seisuka Diringkus Personel Polres Batubara

    Beritasumut.com-Polres Batubara berhasil menangkap dua pelaku pencurian modus begal. Petugas juga mengamankan barang bukti dan menembak keduanya ka

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.