Jumat, 28 Februari 2020
  • Home
  • Ekonomi
  • Gubernur Sumut Dorong Batubara Tingkatkan Produksi Beras, Cabai dan Bawang Merah

Gubernur Sumut Dorong Batubara Tingkatkan Produksi Beras, Cabai dan Bawang Merah

Selasa, 07 Februari 2017 12:09:00
BAGIKAN:
beritasmut.com/BS03
Beritasumut.com-Meskipun Kabupaten Batubara hanya memiliki luas seperlima dari Kabupaten Induk Asahan, namun Pemda yang dipimpin Ok Arya Zulkarnaen memiliki lahan sawah lebih luas. Gubernur Sumut (Gubsu) pun mengaku bangga dan berharap Kabupaten Batubara dapat berkontribusi lebih besar lagi untuk Sumut sebagai centra produksi beras.
 
“Kabupaten Batubara sendiri berkontribusi sebesar 4,67 persen untuk distribusi padi untuk Sumut. Tapi kita bangga meskipun luas Kabupaten Batubara seperlima dari luas Kabupaten induk yakni Kabupaten Asahan namun Batubara memiliki lahan sawah lebih besar yakni 19 ribu hektar. Sedangkan Asahan hanya memiliki 17 ribu hektar,” ujar Gubsu HT Erry Nuradi, saat menghadiri gerakan Tanam padi serentak di Kabupaten Batubara, Senin (06/02/2017).
 
Dikatakan Gubsu, Batubara saat ini memiliki sawah beririgasi sebanyak 15 ribu dan sisanya non irigasi. Sedangkan pada Periode Oktober 2016 sampai maret 2017, Pemprovsu manargetkan luas tambah tanam padi di kabupaten Batubara seluas 19.160 hektar dan telah terealisasi sebesar 7981 hektar atau 41,56 persen. Untuk mendukung keberhasilan upaya khusus (Upsus) dalam peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai di Sumut maka gerakan percepatan tanam perlu segera dilaksanakan.
 
Dalam rangka mendukung percepatan tanaman pangan dan hortikultura di kabupaten Batubara lanjut Gubsu, Pemprovsu mengalokasikan bantuan benih padi hibrida sebanyak 25 ton untuk petanaman 11 ribu hektar, Desa mandiri benih seluas 30 hektar, subsidi benih seluas 11 ribu hektar atau 275 ton, peningkatan produksi jagung 15 ribu hektar atau 75 ton, alat tanam jagung atau caplak 555 unit, sarana pengolahan pupuk organi 8 unit,dan corn sheller 10 unit. Dengan bantuan ini diharapakan batubara dan daerah lainnya dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian luas tambah tanam di provsu.
 
Dikatakan Gubsu, Pemprovsu juga berperan khusus penanaman bawang merah dan cabai merah di Batubara pada tahun 2017 ini dengan mengalokasikan kegiatan pengembangan kawasan bawang merah 10 hektar dan cabai 55 hektar. Diharapkan bantuan ini dapat menjaga stabilisasi harga dua kebutuhan masyarakat tersebut. Apalagi pada tahun 2016 lalu Sumut sempat dipusingkan dengan tingginya angka inflasi yang hampir mencapai enam persen. Empat persen diantaranya disumbangkan oleh tingginya harga cabai.
 
“Kami sangat berterimakasih kepada Bupati Kabupaten Batubara yang bisa memberikan dorongan kepada petani untuk bisa menanam cabai. Mudah-mudahan kedepan cabai tidak menyumbagkan inflasi lagi untuk Sumut,” harapnya.
 
Dalam kesempatan itu Gubsu juga mengajak agar keyakinan upaya pemerintah untuk memberhasilkan swasembada pangan dapat terwujud jika dilakukan dengan kerja tim. Oleh karenanya Gusbu menyempatkan mengucapkan terimakasih kepada TNI dan jajarannya yang bisa bekerjasama dengan Pemda sehingga menjaga dan menukseskan Sumut menjadi salah satu lumbung pangan di Indonesia.
 
Sementara itu Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen mengapresiasi gerakan tanam padi serentak di Kabupaten Batubara. Meskipun saat ini produksi padi di Batubara sudah mencukupi untuk masyarakat Batubara sendiri namun diharapkan kedepan dengan adanya gerakan tanam padi serentak semakin meningkatkan perekonomian masyarakat.
 
Selain padi lanjut Ok Arya, Batubara juga sedangkan mengembangkan cabai dan bawang merah. Saat ini katanya, Batubara melakukan pengembangan sebesar 960 hektar yang tersebar di tiga kecamatan. Untuk cabai ini pemasarannya mencapai Riau, Jambi dan Sumbar. Sedangkan Bawang merah pada tahun 2016 telah dilakukan pengembangan dilahan 40 hektar dari yang pada tahun 2013 hanya dua hektar.
 
“Untuk tahun ini fokus pembibitan untuk lahan100 hektar. Selain itu juga kita juga mengembangkan semangka di lahan 150 hektar. Produksinya  10 ribu ton perhektar. Petanaman semangka dan bawang dimanfatkan masa sela tanaman padi. Disamping pertanian kami juga menjadi centra produksi ternak sapi dengan jumlah 38 ribu ekor terbesar keempat di Sumut,” ujarnya.(BS03)
T#g:Bahan PokokHarga Cabaipanen cabaiPerkebunanproduksi pertanian
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 21 jam lalu

    Sidak Gudang Bawang Putih dan Gula, Sabrina Minta Pedagang Tidak Naikkan Harga

    Beritasumut.com-Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Utara (Sumut) berkolaborasi dengan Tim Pengelola Pangan Polda Sumut melakukan inspeks

  • 2 bulan lalu

    Rakor DBH Kelapa Sawit, Pemprov Sumut Usulkan Revisi UU 33/2004

    Beritasumut.com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengusulkan revisi Undang-Undang Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuan

  • 2 bulan lalu

    TPID Langkat Tinjau Pasar Jelang Natal dan Tahun Baru

    Beritasumut.com-Tim Pengendalian Infalasi Daerah (TPID) Kabupaten Langkat melakukan peninjauan ke tiga pasar Tradisional di Kabupaten Langkat, yakn

  • 2 bulan lalu

    Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Padangsidimpuan Monitoring ke Pasar Raya Sangkumpal Bonang

    Beritasumut.com-Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Padangsidimpuan melakukan monitoring kepasar, terkait kondisi harga dan kesediaan bahan p

  • 2 bulan lalu

    UISU Harus Berperan Bangun Perkebunan di Sumut

    Beritasumut.com-Civitas akademika Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) harus berperan serta membangun pertanian khususnya sub sektor perkebunan

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.