Senin, 14 Oktober 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Februari 2017, Laju Inflasi di Pematangsiantar Diprediksi Menurun

Februari 2017, Laju Inflasi di Pematangsiantar Diprediksi Menurun

Minggu, 19 Februari 2017 13:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Rapat tim TPID Pematangsiantar.
Beritasumut.com-Melemahnya kondisi perekonomian global harus diakui berdampak terhadap ekonomi dalam negeri Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah kebijakan politik luar negeri, ekonomi dan fiskal Presiden Amerika Serikat yang kontroversial. Oleh karena itu, kita yang ada di daerah juga harus siap mengantisipasi tantangan ekonomi yang makin berat tersebut. Caranya, dengan membangun sinergitas dan soliditas antar lembaga serta saling tukar informasi untuk kepentingan bersama. 
 
Hal tersebut dikemukakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (Kaper BI) Pematangsiantar Elly Tjan pada Rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Elly mengingatkan, salah satu aktivitas ekonomi di wilayah kita yang juga patut diawasi dan berkaitan dengan ekonomi global adalah Kegiatan Usaha Perdagangan Valuta Asing (KUPVA) yang ilegal. “Kerap kali, KUPVA dijadikan alat money loundry serta transaksi narkoba. Jelas-jelas ini bisa mengganggu transaksi keuangan perbankan kita, karenanya mari kita awasi bersama," ungkapnya dilansir dari laman resmi pematangsiantarkota.go.id, Minggu (19/02/2017).
 
Elly menambahkan, inflasi Kota Pematangsiantar pada periode Januari 2017 tercatat meningkat menjadi 0,72% (mtm) atau 5,05% (yoy). Memperhatikan pola historis dan perkembangan harga, tekanan inflasi Februari ini diperkirakan lebih rendah dibanding Januari. Peningkatan tekanan inflasi juga terjadi di Sumatera Utara dan secara nasional. Laju inflasi Pematangsiantar pada periode Januari disumbang oleh peningkatan harga pada kelompok inti dan kelompok barang yang diatur pemerintah (administered prices). 
 
Peningkatan harga pada komoditas inti menyumbang terbesar pada inflasi Januari. Inflasi kelompok inti terutama disumbang kenaikan tarif pulsa ponsel 3,20% (mtm), emas perhiasan 4,21% (mtm) dan ikan teri 3,34% (mtm). Tarif pulsa ponsel terpantau mengalami kenaikan sejak September 2016. Kondisi tersebut sejalan dengan peningkatan komoditas emas global yang mencapai 3,65%. 
 
Tekanan inflasi kelompok barang yang diatur pemerintah (administerd prices) meningkat disebabkan penyesuaian tarif listrik,  peningkatan biaya perpanjangan STNK dan bensin. Tarif listrik meningkat 8,65% (mtm) dan menjadi komoditas utama penyumbang inflasi, dengan andil 0,192% (mtm). Kondisi tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah melakukan penyesuaian tarif listrik untuk pelanggan 900VA nonsubsidi. Biaya perpanjangan STNK inflasi 108,98% (mtm) sebagai dampak PP No.60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas PNBP. 
 
Hasil Survey Pemantauan Harga (SPH) hingga minggu I periode Februari 2017 menunjukkan terjadinya peningkatan harga pada komoditas sayur-sayuran (bayam, kangkung, kacang panjang sawi hijau). Penurunan harga terjadi pada sebagian komoditas pasca berakhirnya faktor musiman. Penurunan harga pada beberapa komoditas periode Januari tercatat sebagai penyumbang inflasi, diantaranya daging ayam ras, tomat buah dan dencis. Penurunan harga juga masih berlanjut pada beberapa komoditas bumbu-bumbuan seperti cabai merah dan bawang merah. 
 
Saat dialog yang dipandu Asisten Bidang Perekonomian Pemko Pematangsiantar Drs Pardamean Silaen MSi, Plt Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Ir Robert Pangaribuan MP mengeluhkan banyaknya saluran irigasi yang rusak di Pematangsiantar. Apalagi, sebagian besar irigasi tersebut dikelola Dinas Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Sumatera Utara. Sementara pihaknya diberi target memperkuat pasokan beras dengan menyiapkan lahan 12.000 hektar (3 x musim tanam) tahun 2017 ini. 
 
“Target ini tentunya sulit kami capai, dengan kondisi saluran irigasi yang rusak tersebut. Namun begitu, kita sudah siapkan benih (padi) bersubsidi dengan harga Rp2.500/Kg (dipasaran Rp15.000/Kg) guna membantu para petani yang sebagian besar sudah disalurkan. Selebihnya, kita juga terus memantapkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KPRL) yang memanfaatkan pgan, guna penyediaan tanaman sayuran,” jelasnya.(BS02)
T#g:EkonomiinflasiPSDAPematangsiantarPemko Pematangsiantar
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 5 hari lalu

    Nongsa Digital Park dan Kawasan Industri Kendal Akan Segera Jadi KEK

    Beritasumut.com-Pemerintah merencanakan akan segera menjadikan Nongsa Digital Park di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), dan Kawasan Industri Kendal, d

  • 6 hari lalu

    Pemerintah Bentuk KEK Pariwisata dan Pengembangan Teknologi di Malang

    Beritasumut.com-Dengan pertimbangan untuk mengembangkan kegiatan perekonomian pada wilayah Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur yang bersifat stra

  • 6 hari lalu

    Untuk Kedua Kalinya Deli Serdang Terima Penghargaan Natamukti

    Beritasumut.com-Pemerintah Kabupaten Deli Serdang di bawah kepemimpinan Bupati H Ashari Tambunan dan Wakil Bupati HMA Yusuf Siregar tuai prestasi,

  • 6 hari lalu

    Deli Serdang Dapat Penghargaan TPID Kategori Teladan Tingkat Provinsi Sumut

    Beritasumut.com-Sekdakab Deli Serdang Darwin Zein SSos mewakili Pemerintah Kabupaten Deli Serdang  menerima penghargaan dari Gubernur Sumatera

  • 6 hari lalu

    Gubernur Buka Rakor TPID se-Sumut 2019, Kendalikan Inflasi Seperti Menjaga Tensi

    Beritasumut.com–Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengibaratkan menjaga laju inflasi seperti mengendalikan tensi darah di tubuh m

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.