Rabu, 20 November 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Dua Tahun Jokowi-JK, Masyarakat Indonesia Disambut 400 Ribu Ekor Sapi Impor dari Meksiko

Dua Tahun Jokowi-JK, Masyarakat Indonesia Disambut 400 Ribu Ekor Sapi Impor dari Meksiko

Sabtu, 22 Oktober 2016 09:42:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist

Beritasumut.com-Anggota Komisi IV DPR RI Akmal Pasluddin menyesalkan, di saat dua tahun kepemimpinan Jokowi-JK, bangsa Indonesia akan menyambut impor 400 ribu ekor sapi dari Meksiko. Seharusnya, persoalan impor tersebut, tegas Akmal, tidak perlu terjadi jika tata kelola logistik daging sapi sudah baik, yang faktanya, hingga kini masih jauh dari harapan masyarakat.

“Terus terang saya sangat kecewa dengan kinerja pemerintah pada kasus pengelolaan daging sapi ini.  Kita bukanlah anti impor. Tapi yang lebih penting adalah memenuhi janji pemimpin bangsa yang telah diucapkan awal kepemimpinannya untuk berani setop impor daging sapi, merupakan kalimat moral yang dipegang rakyat selama ia menjabat,” tegas Akmal di Jakarta, Sabtu (22/10/2016)

Diketahui, sesuai pernyataan dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman pada Kamis (20/10), bahwa Dubes Meksiko sedang menyiapkan 400 ribu ekor sapi. Menteri Amran beralasan, hal itu untuk menekan harga daging sapi di pasaran hingga mencapai harga Rp 80.000 per kilogram.

Menanggapi itu, Akmal ingat bahwa saat masih menjadi calon presiden, Jokowi menegaskan bahwa kelak pemerintahan yang dipimpinnya harus memiliki keberanian untuk setop impor daging sapi.

“Namun setelah kepemimpinan hingga dua tahun ini, impor bukannya berkurang malah terus bertambah dan menambah jumlah negara supplier, yakni Meksiko yang awalnya hanya Australia,” papar wakil rakyat PKS dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan II ini.

Akmal mengatakan, dari sektor swasta, para pengusaha telah melihat adanya perbaikan tata kelola daging yang diurus oleh Kementerian Perdagangan, khususnya terkait perizinan. Namun, dari sisi masyarakat, baik sebagai konsumen maupun peternak sapi lokal, impor daging sapi ini merupakan pukulan berat yang terus-menerus ditanggung sepanjang 2 tahun terakhir.

“Meskipun demikian, saya mengapresiasi pemerintah yang telah mencoba menggeser mindset dari pemenuhan daging sapi menjadi pemenuhan protein di masyarakat. Hal itu karena pada dasarnya swasembada protein akan lebih mudah terealisasi dan memenuhi unsur diversifikasi pangan,” kata Akmal.

Oleh karena itu, Akmal berharap saat pembahasan anggaran bersama DPR, pemerintah seharusnya tidak mensimplifikasi persoalan tata kelola daging tersebut hanya sebatas urusan perdagangan antar negara. Sebab, dengan adanya pembahasan anggaran tersebut, pemerintah memiliki visi untuk tujuan kesejahteraan petani, peternak dan mengangkat harkat martabat rakyat miskin Indonesia

“Saya sangat berharap pada pemerintah, bahwa negara ini mampu memproduksi pangan baik nabati maupun hewani termasuk daging sapi. Jika impor selalu menjadi jalan keluar dari masalah yang ada, menunjukkan pemerintah malas bekerja atau tidak mampu bekerja,” papar Anggota Badan Anggaran DPR RI ini.

Akmal menambahkan persoalan anggaran tersebut harus menjadi hal yang serius diperhatikan. Sebab, pada APBN 2015, Kementerian Pertanian memiliki alokasi anggaran sebesar Rp 32,7 triliun yang merupakan terbesar sepanjang pengelolaan pemerintahan Indonesia.

Meskipun pada akhirnya Kementerian Pertanian mengalami pemotongan anggaran menjadi 31,5 pada APBN 2016 karena ketidakmampuan pemerintah memenuhi target penerimaan negara, namun kementerian Amran Sulaiman tersebut tetap memiliki anggaran terbesar kesembilan dari 34 kementerian.

“Sangat ironi dukungan politik anggaran kepada pemerintah bidang pertanian ini cuma hanya bisa impor sepanjang tahun”, kritis Kapoksi IV Fraksi PKS ini.

Oleh karena itu, Akmal masih berharap, bahwa tahun-tahun mendatang, pemerintah mampu mengurangi jumlah impor pangan termasuk daging sapi, baik sapi hidup maupun daging beku.

“Selama pemimpin negara tidak mampu membuktikan janji yang diucapan, maka selama itu pula masyarakat memandang rendah moral pemerintah,” tutup Andi Akmal Pasluddin.(rel)

T#g:Imporimpor pangan
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Presiden Jokowi Minta Pemilik Mal Beri Ruang Strategis Brand Lokal

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, bahwa pasar Indonesia gede sekali, jangan sampai pasar yang ada yang besar ini dikuasai o

  • 3 bulan lalu

    Singapura Minta Pasokan Durian, Rambutan, Kopi dan Gula Merah dari Medan

    Beritasumut.com-Konjen Singapura untuk Kota Medan, Mr Richard Grosse menggelar silaturahmi dengan Wali Kota Medan, Drs HT Dzulmi Eldin SMSi diwakil

  • 3 bulan lalu

    Gunakan B20, Darmin: Impor Solar Sudah Turun Rata-Rata 45 Persen Per Bulan

    Beritasumut.com-Pelaksanaan mandatory Biodiesel 20 (B20) sejak setahun terakhir telah nyata memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. S

  • 3 bulan lalu

    Presiden Jokowi Kurangi Impor Minyak, Biodiesel B20 Akan Diganti B30 Mulai Januari 2020

    Beritasumut.com-Presiden RI Ir H Joko Widodo (Jokowi) berharap pada Januari 2020 nanti pelaksanaan mandatori biodiesel sudah bisa berpindah dari B2

  • 4 bulan lalu

    Pemerintah Ekspor 8,9 Ribu Ton Hasil Perikanan Serentak di 5 Pelabuhan, Termasuk dari Belawan

    Beritasumut.com-Dalam rangka Bulan Bakti Karantina, Mutu dan Hasil Perikanan Tahun 2019, Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.