Minggu, 17 November 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Didukung ITFC, Sumut Harus Bisa Jadi Produsen Kopi Terbesar di Indonesia

Didukung ITFC, Sumut Harus Bisa Jadi Produsen Kopi Terbesar di Indonesia

Selasa, 16 Juli 2019 19:10:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/BS03
Beritasumut.com–Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah mengharapkan Provinsi Sumut bisa menjadi produsen  terbesar kopi di Indonesia. Hal itu sangat memungkinan mengingat posisi Sumut saat ini sebagai produsen terbesar ke empat nasional dan didukung perkebunan kopi yang luas.
 
Hal itu diungkapkan Wagub Musa Rajekshah ketika menghadiri acara kelulusan para petani kopi binaan International Islamic Trade Finance Corporation (ITFC) yang telah mengikuti program Coffee Export Development, Selasa (16/07/2019) di Hotel Grand Mutiara, Jalan Peceren Nomor 168, Berastagi, Kabupaten Karo. Hadir dalam kegiatan tersebut CEO ITFC Hani Salem Sonbol, Bupati Karo, Terkelin Brahmana, dan Wakil Bupati Dairi Jimmy Sihombing.
 
"Hari ini Sumatera Utara menjadi produsen terbesar ke empat dari seluruh Indonesia, tahun 2022 diharapkan bisa menjadi ke dua, bahkan bisa menjadi produsen pertama untuk penyuplai kopi, apalagi Sumut punya delapan wilayah penghasil kopi," ujar Wagub. Delapan kabupaten/kota penghasil kopi tersebut, dijelaskan Wagubsu adalah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Mandailingnatal (Madina), Simalungun, Dairi, Karo, Toba Samosir (Tobasa), Tapanuli Utara (Taput), dan Humbanghasundutan (Humbahas).
 
Berdasarkan data BPS, produksi kopi Sumut pada tahun 2018 tercatat 72.379 ton, yang terdiri atas Kopi Arabika Spesialty 63.425 Ton dan Produksi Robusta 8.954 Ton. Luas areal tanaman Kopi Arabika Spesialty 71.955 hektare dan Kopi Robusta 19.416 hektare. Sumut juga mengekspor kopi melalui Pelabuhan Belawan sebanyak 64.810 ton dengan nilai US$ 325.450.515.
 
Musa Rajekshah juga mengutarakan rasa terima kasih kepada ITFC yang telah memberikan pelatihan kepada para petani di Kabupaten Karo dan Dairi. "Terima kasih buat ITFC sudah hadir di Sumut memberikan pelatihan kepada petani dan para ekspotir, serta memberikan pinjaman lunak tanpa agunan bagi para petani. Semoga ini menjadi edukasi yang baik untuk para petani kita, juga agar kedepannya ekspor kopi dari Sumut terus meningkat," ujarnya.
 
Kepada para petani kopi yang hadir, Musa Rajekshah menyampaikan, saat ini Pemprov Sumut tengah serius membangun desa menata kota. Meningkatkan kesejahteraan para petani di daerah ini. "Semangat kami adalah bagaimana ini bisa menjadikan Sumut yang bermartabat, membangkikan ekonomi dengan membangun desa menata kota. Saya selalu sampaikan kami berkomitmen menginginkan Bapak/Ibu petani harus menjadi orang kaya. Jangan petani pas-pasan, pas begitu panen baru ada duit," gurau Wagub.
 
Sementara itu, Korporasi Pembiayaan Perdagangan Islam Internasional (International Islamic Trade Finance Corporation – ITFC), yang merupakan lembaga keuangan internasional, telah menyetujui untuk menyediakan pembiayaan sebesar US$ 30 juta untuk eksportir kopi di Sumut. Dengan fasilitas pembiayaan yang berdasarkan prinsip syariah, ITFC membantu para eksportitr kopi di Sumut untuk dapat melakukan pembayaran kepada para petani dan koperasi, setiap kopi yang mereka beli di hari yang sama. Hal ini juga membantu para petani dan koperasi untuk modal kerja mereka.
 
"Program Pengembangan Ekspor Kopi ITFC di Sumut dimulai pada tahun 2018, ada 349 petani kopi di Karo dan Kabupaten Dairi, Sumut telah mendapatkan manfaat dari kegiatan peningkatan kapasitas yang telah diberikan. Pelatihan-pelatihan ini telah meningkatkan kapasitas para petani kopi dalam pertanian organik dan praktek-praktek pertanian yang baik (Good Agricultural Practices-GAP)," ujar CEO ITFC Hani Salem Sonbol.
 
Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan pinjaman US$ 6 juta untuk tiga eksportir asal Sumut, yakni Rami Ahmed (Boemi Coffee), Sadarsah (Arvis Sanadah Sanni) dan Iradha Hasnar (Ujang Jaya Internasional). "Ini hanya program awal saja, kita sudah punya program untuk tiga tahun ke depan untuk mengembangkan di beberapa daerah, ini adalah pilot project sehingga bisa mengukur efektivitas program ini. Semoga para eksportir termotifasi untuk ingin meningkatkan produktivitasnya," pungkas Hani Salem Sonbol. (BS03)
T#g:ITFC 2019KopiMusa RajekshahPetani Koplakwagub sumut
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Hattrick, Solahuddin Kembali Pimpin Asita Sumut, Wagub Harapkan Sinergi Kembangkan Pariwisata

    Beritasumut.com–Solahuddin Nasution kembali dilantik menjadi Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumut untuk pe

  • 2 minggu lalu

    Coalition for Sustainable Livelihoods 2019, Wagub: Upaya Konservasi Harus Dilakukan Bersama

    Beritasumut.com–Upaya konservasi lingkungan harus dilakukan secara bersama-sama dan bersinergi semua kelompok, baik pemerintah, swasta, masya

  • 2 minggu lalu

    E-Paspor Diluncurkan, Wagub Sumut Minta Layanan Keimigrasian Ditingkatkan

    Beritasumut.com–Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah meresmikan peluncuran Paspor Elektronik (e-Paspor), di Kantor Im

  • 3 minggu lalu

    Pemprov Sumut Gelar Sosialisasi Hindari Jerat Delik Korupsi, Berantas Korupsi dan Pencucian Uang

    Beritasumut.com–Korupsi dan pencucian uang merupakan dua tindak pidana yang paling sering terjadi di kalangan pemerintahan. Pemerintah Provin

  • 3 minggu lalu

    Medan International Coffee Fest 2019, Pemko Harapkan Wisatawan Cicipi Sensasi Kopi di Medan

    Beritasumut.com-Medan International Coffee Festival (MICF) Six Edition, kembali digelar. Event yang telah berjalan dari tahun 2014 ini tetap menyaj

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.