Kamis, 23 Januari 2020
  • Home
  • Ekonomi
  • BPS: Pertumbuhan Ekonomi 2017 Capai 5,07 Persen

BPS: Pertumbuhan Ekonomi 2017 Capai 5,07 Persen

Selasa, 06 Februari 2018 14:12:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2017 mencapai 5,07 persen atau lebih tinggi dibanding capaian 2016 sebesar 5,03%. Angka pertumbuhan ekonomi 2017 itu bahkan merupakan yang tertinggi sejak 2014 lalu.
 
Data BPS menunjukkan, pertumbuhan ekonomi pada masa awal pemerintahan Presiden Joko Widodo – Wakil Presiden Jusuf Kalla tahun 2014 mencapai 5,02 persen, lalu turun di tahun 2015 menjadi 4,79 persen, naik di tahun 2016 menjadi 5,03 persen dan tahun 2017 ini menjadi 5,07 persen.
 
Kepala BPS Dr. Suhariyanto mengemukakan, pertumbuhan ekonomi pada 2017 terjadi pada seluruh lapangan usaha, dengan Informasi dan Komunikasi mencapai pertumbuhan tertinggi sebesar 9,81 persen,  diikuti oleh Jasa Lainnya sebesar 8,66 persen; dan Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,49 persen.
 
“Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2017, Industri Pengolahan memiliki sumber pertumbuhan    tertinggi sebesar 0,91 persen, diikuti Konstruksi sebesar 0,67 persen, dan Perdagangan Besar-Eceran;  Reparasi Mobil-SepedaMotor sebesar 0,59 persen,” jelas Suhariyanto kepada wartawan di kantor BPS Pusat, Jakarta, Senin (05/02/2018).
 
Kepala BPS itu juga menyampaikan, bahwa struktur perekonomian Indonesia menurut lapangan usaha tahun 2017 didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu: Industri Pengolahan (20,16    persen); Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (13,14 persen); dan Perdagangan Besar-Eceran, serta Reparasi Mobil-Sepeda Motor (13,01 persen).
 
Adapun menurut wilayah, menurut Kepala BPS Suhariyanto, struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada tahun 2017 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa  yang memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 58,49 persen, kemudian Pulau Sumatera sebesar 21,66 persen, Pulau Kalimantan 8,20 persen, Pulau Sulawesi 6,11 persen, dan sisanya 5,54 persen di pulau-pulau lainnya.
 
Dalam kesempatan itu Kepala BPS juga menyampaikan, bahwa pada triwulan IV-2017, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,19 persen dibandingkan denan triwulan IV-2016 (y-o-y).
 
Ia menyebutkan, dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Jasa Perusahaan sebesar 9,25 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 8,50 persen.
 
“Ekonomi Indonesia triwulan IV-2017 bila dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q) mengalami kontraksi sebesar 1,70 persen,” kata Suhariyanto seraya menambahkan  dari  sisi produksi, hal ini disebabkan oleh efek musiman pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang mengalami kontraksi 21,60 persen.
 
Adapun dari sisi pengeluaran, lanjut Suhariyanto seperti dilansir setkab.go.id, hal itu disebabkan oleh penurunan ekspor.(BS01)
T#g:inflasiperekonomianpertumbuhan ekonomi
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 7 hari lalu

    Inflasi Sumut Terkendali, Gubernur Ingatkan Tentang Distribusi yang Tidak Merata

    Beritasumut.com-Pengendalian inflasi Sumatera Utara (Sumut) tahun 2019 mengalami tantangan yang cukup besar. Namun demikian, berbagai upaya pengend

  • 7 hari lalu

    High Level Meeting TPID Bahas Langkah Strategis Tekan Angka Inflasi

    Beritasumut.com-Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan diwakili Kabag Perekonomian M Nasib menghadiri High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Da

  • 2 minggu lalu

    RPJMN, Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6,2 Persen

    Beritasumut.com-Pemerintah telah menuntaskan pembahasan mengenai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024. Peraturan

  • satu bulan lalu

    Bertemu Menko Perekonomian, Edy Rahmayadi Usulkan Tambahan Proyek Strategis Nasional di Sumut

    Beritasumut.com–Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi bertemu dengan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Republik Indones

  • 2 bulan lalu

    Pakpak Bharat Tekan Laju Inflasi dengan Program Menanam Cabai

    Beritasumut.com-Komoditi cabai merah yang menjadi salah satu komoditi paling berpengaruh dalam inflasi, menjadi poin yang dikonsentrasikan dengan p

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.