Sabtu, 07 Desember 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • 54.000 Ikan Kaleng Mengandung Cacing Ditarik

54.000 Ikan Kaleng Mengandung Cacing Ditarik

Minggu, 01 April 2018 20:31:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan, Yulius Sacramento Tarigan mengaku jika ada sekitar 54.000 kaleng sarden mengandung cacing ditarik BBPOM) dari sejumlah daerah di Sumatera Utara (Sumut).
 
Ia mengungkapkan, puluhan ribu kaleng sarden yang ditarik tersebut terdiri 50.000 produk luar negeri dan 4.100 merk dalam negeri "Produk tersebut ditarik dari sejumlah distributor dan pusat perbelanjaan di kabupaten kota di Sumut, antara lain di Kota Medan, Pematang Siantar, dan Kabupaten Deliserdang," ungkapnya kepada wartawan, Minggu (01/04/2018).
 
Menurut Sacramento, distributor juga sudah berjanji akan melakukan penarikan pada seluruh produk yang prositif mengandung cacing dalam waktu satu bulan ini.
 
"Statement mereka satu bulan. Karena yang produk dalam negeri itu kan beredar sampai ke desa-desa, butuh seminggu hingga dua minggu. Tapi kalau merek luar negeri, dua tiga hari bisa clear, karena di luar Medan cuma ada di dua kabupaten/kota," jelasnya.
 
Sacramento memaparkan, ada delapan jenis ikan kaleng yang ditarik dan semuanya merupakan jenis ikan makarel, sebab hanya ikan makarel yang mengandung cacing. Ke delapan produk yang ditarik itu yakni Hoki, ABC, Botan dua registrasi, Gaga, King Fisher, Ayam Brand dan Fiesta.
 
Sacramento juga menerangkan, ikan makarel yang tidak ada di perairan Indonesia sejak hidup memang telah mengandung cacing. Itu sebabnya, kata dia, di dalam sarden merek dalam negeri jenis makarel juga ditemukan cacing karena bahan bakunya diimpor dari luar negeri.
 
Untuk itu, Sacramento mengimbau kepada masyarakat yang sudah terlanjur membeli sarden makarel untuk mengembalikannya. Karena hal itu beresiko akan dapat mendatangkan penyakit. 
 
“Kembalikan saja. Saya ingin katakan begini, kenapa nggak ada masalah selama ini, kemungkinan karena cacing yang ada sudah mati sehingga secara infeksi tidak langsung ke tubuh. Tapi tetap saja yang namanya sudah mati itu benda asing, pasti ada resikonya karena ada bahan-bahan lain di sana,” terangnya.
 
Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI juga telah merilis 27 merek makarel kaleng yang positif mengandung cacing, yang terdiri dari 16 produk impor dan 11 merek produk dalam negeri.
 
Diantaranya makarel kaleng merek ABC, ABT, Ayam Brand, Botan, CIP, Dongwon, Dr Fish, dan Farmer Jack. kemudian makarel kaleng Fiesta seafood, Gaga, Hoki, Hosen, IO, Jojo, King Fisher, LSC, Maya, Nago atau Nagos, Naraya, Pesca, Poh Sung, Pronas, Ranesa, S&W, Sempio, serta makarel kaleng TSC.(BS06)
T#g:BBPOMBalai POMIkan Kalengikan kaleng mengandung cacingsarden
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    BPOM Tarik Peredaran Obat Lambung Merk Ranitidin

    Beritasumut.com-Izin edar Obat maag dengan merk Ranitidin ditarik oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI. Instruksi untuk melakukan penar

  • 2 tahun lalu

    Kasus Ikan Kalengan Bercacing, Keamanan Pangan Masyarakat Masih Rentan

    Beritasumut.com-Pengungkapan 27 merek Ikan Makarel kalengan yang mengandung cacing parasit oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) patut diapre

  • 2 tahun lalu

    Obat Tradisional Herbal Senilai Rp 2,5 Miliar dari Malaysia Diamankan BBPOM Medan

    Beritasumut.com-Ribuan produk obat tradisional herbal mengandung bahan kimia obat (BKO) tanpa izin edar senilai Rp 2,5 miliar disita Balai Besar Pe

  • 2 tahun lalu

    Peneliti: Cacing di Ikan Kaleng Tak Terlalu Berpengaruh Bagi Kesehatan

    Beritasumut.com-Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI telah menyatakan, jika tiga produk ikan makarel kaleng merek IO, Farmer Jack dan HOKI m

  • 2 tahun lalu

    4.100 Ikan Kaleng Mengandung Cacing Beredar di Sumut, BBPOM Lakukan Penarikan

    Beritasumut.com-Hasil uji laboratorium Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI telah menyatakan, jika tiga produk ikan makarel kaleng, yaitu me

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.