Minggu, 08 Desember 2019

    Warga Naga Juang Tagih Janji DPRD Madina Soal PT Sorikmas Mining

    Senin, 01 April 2013 20:47:00
    BAGIKAN:
    M Saima Putra

    Panyabungan, (beritasumut.com) – Puluhan Masayarakat Kecamatan Naga Juang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, mendatangi Gedung DPRD Madina, Senin (01/04/2013), menuntut janji DPRD untuk memberikan solusi terkait keberadaan perusahaan tambang PT Sorikmas Mining (PT SM).

    Kedatangan warga diterima langsung Ketua DPRD Madina As Imran Khaitami Daulay SH, Anggota DPRD Madina Iskandar Hasibuan, Ali Nafiah dari PDIP, Arsidin Batubara, Ir Wildan Nasution (Golkar), M Parlaungan Nasution (Barnas). Juga hadir Wakil Bupati Madina Drs H Dahlan Hasan Nasution.

    Dalam kesempatan itu Ketua DPRD Madina menyampaikan pertemuan ini merupakan janji dewan untuk memberikan solusi terhadap sektor pertambangan, khususnya di Naga Juang yang terjadi konflik baru-baru ini.

    Terkait dengan tidak kesempurnaan pertemuan hari ini, Imran meminta maaf kepada masyarakat karena sesuai janji dewan hari ini untuk mengadakan pertemuan dengan pihak-pihak terkait persoalan tambang ini. Namun karena Sekwan belum mengeluarkan undangan jadi pertemuan ini kurang sempurna. 

    “Jadi kita di sini untuk membuat kesepakatan kapan waktu yang bisa dihadiri Bupati. Sehingga pada pertemuan itu nantinya terbangun suatu sikap bersama terkait keberadaan PT SM. Kita juga sudah menyiapkan berbagai alternatif pemikiran. Sehingga kalau bisa kita formulasikan menjadi kesepahaman, tidak ada lagi opini yang berkembang yang memunculkan persoalan,” terangnya.

    Menanggapi warga, Wakil Bupati Madina Drs H Dahlan Hasan Nasution, menyampaikan Pemkab Madina sudah banyak berkomunikasi dengan pemuka masyarakat, sehingga gambaran apa yang diharapakan masyarakat sudah dipahami.

    “Saya sebagai masyarakat Madina, jangan dulu dianggap sebagai Wakil Bupati. Ini memang harus secepatnya kita selesaikan. Pak Bupati harus tanda tangan, lalu ke provinsi dan selanjutnya menghadap presiden,” ujarnya.

    Diakui Wakil Bupati, persoalan PT SM tidak mudah diselesaikan karena ini menyangkut kontrak karya serta menyangkut investasi negara lain. Ini harus dipahami. Semua pihak harus arif dan bijaksana, jangan mengorbankan diri.

    “Disinilah dan di Kantor Bupati inilah wadahnya untuk mencari solusinya, bukan ke atas sana. Kita jangan mau terprovokasi lagi. Mau copot jantung saya melihat warga kita yang diperlakukan seperti itu yang diikat. Wakil Ketua DPRD sudah komunikasi dengan Bupati bahwa Bupati bisa hadir pada 4 April 2013,” kata Wakil Bupati.

    Selanjutnya Wakil Bupati mengajak semua pihak untuk tenang menghadapi persolan ini. Dalam menghadapi persolan seperti ini, semua pihak harus mempererat persatuan persaudaraan. Diakui, kalau daerah Sambung dijadikan tambang, mungkin Naga Juang akan telungkup.

    Sebelumnya, warga menyampaikan aspirasi kepada DPRD. Seperti yang disampaikan Lukman Hakim Hasibuan, masyarakat belum tepat membicarakan apa yang menjadi tuntutan masyarakat karena muspida belum lengkap. Warga hanya meminta kejelasan penundaan pertemuan hari ini.

    “Andai tanggal 4 April yang sudah diinformasikan itu Bupati tidak hadir, apakah kita tetap laksanakan. Kami ditunggu warga kami di Naga Juang, kami meminta ketegasan Bupati dan Wakil Bupati Madina terkait pertemuan Muspida Plus,” pinta warga.

    Ditambahkan, masyarakat sudah bicara langsung dengan bupati melalui telepon dan katanya sudah menelepon camat untuk membuat undangan kepada masyarakat.

    “Jadi kita meminta kepada DPRD supaya menetapkan tanggal berapa RDP dilakukan, agar kita bisa menyampaikan kepada masayarakat. Karena masyarakat ingin persoalan ini secepatnya diselesaikan, agar masyarakat tidak terlibat bentrok kembali,” imbuhnya.

    Menjawab hal tersebut, Kertua DPRD mengatakan kalau memang Bupati Madina ingin mengundang masyarakat untuk melakukan pertemuan, berarti itu pertemuan di Kantor Bupati dengan Muspida Plus bukan RDP. Karena RDP yang mengundang adalah Sekretariat DPRD Madina.

    Memang bagusnya, pemerintah melalui bupati melakukan pertemuan atau rapat dulu baru melakukan RPD dengan DPRD. Jadi lebih baik RDP dilaksanakan pada 5 Apil 2013 dengan dihadiri muspida plus untuk mencari solusi. Datang atau tidaknya Bupati Madina, RDP akan terus dilakukan, karena hasilnya yang diperlukan agar bisa mencari solusi persoalan ini, terang Imran. (BS-026)
    T#g:
      komentar Pembaca
      Berita Terkait
  • 4 tahun lalu

    Bupati Tidak Hadir, Paripurna Istimewa Hanya Dihadiri 10 Anggota DPRD Madina

    Beritasumut.com - Pembacaan pidato kenegaraan dalam Hari Ulang Tahun ke-70 Republik Indonesia pada Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Mandailing Natal

  • 5 tahun lalu

    Anggota DPRD Madina Erwin Nasution Gelar Sunat Massal di Ulu Pungkut

    Beritasumut.com - Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dari Fraksi Partai Golkar, Erwin Efendi Nasution, melakukan sunat massal bagi kelua

  • 5 tahun lalu

    Pemkab Diminta Konsultasi ke DPRD Terkait Anggaran Pilkada Madina

    Beritasumut.com - Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diminta konsultasi dengan DPRD Madina terkait anggaran Pemilihan Kepala Daerah Madina

  • 5 tahun lalu

    Komisi IV DPRD Akan Rekomendasikan Pemberhentian Kadis Kesehatan Madina

    Beritasumut.com - Banyaknya permasalahan Kadis Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) drg Ismail Lubis, membuat Komisi IV DPRD Madina akan sege

  • 5 tahun lalu

    IM3 Kecewa Kinerja Komisi IV DPRD Madina

    Beritasumut.com - Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muslim Madina (DPP IM3), merasa kecewa terhadap kinerja Komisi IV DPRD Kabupaten Mandailing Na

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.