Walikota Pertanyakan Status Kepemilikan Kolam Renang Paradiso


Walikota Pertanyakan Status Kepemilikan Kolam Renang Paradiso
Ist

Medan, (beritasumut.com) – Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM akan melihat status kepemilikan Kolam Renang Paradiso di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Masjid, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Sumatera Utara. Artinya, orang nomor satu di Pemko Medan ini ingin mengetahui siapa sebenarnya pemilik kolam renang  yang merupakan hasil peninggalan sejarah Kesultanan Deli itu. Hal itu dilakukan karena tempat pemandian yang masuk dalam cagar budaya Kota Medan ini kondisinya sangat memprihatinkan dan tidak terawat dengan baik.

“Saya ingin memperjelas status kepemilikan Kolam Renang Paradiso. Siapa pemilik yang sebenarnya, apakah Pemko Medan, Kesultanan Deli maupun pihak ketiga. Inilah yang harus kita luruskan. Sebab, tempat ini saya lihat tidak tertata dengan baik. Padahal lokasinya tepat di tengah kota dan termasuk salah satu ikon iota Medan,” kata Walikota ketika meninjau Kolam Renang Paradiso, Rabu (27/02/2013).

Atas dasar itulah, tegas Walikota, siapapun nantinya yang menjadi pemilik Kolam Renang Paradiso  secara sah, maka tempat yang dulunya digunakan sebagai lokasi peristirahatan dan pemandian pihak Kesultanan Deli itu harus  dirawat dan ditata dengan sebaik-baiknya demi kepentingan seluruh masyarakat.

Itu sebabnya dalam peninjauan yang dilakukan, Walikota sempat mencari informasi terkait kepemilikan Kolam Renang Paradikso dari salah seorang pria  paro baya yang mengaku sebagai pengawas tempat tersebut. Selain itu Walikota juga melihat langsung kondisi kolam renang yang dulunya sempat menjadi salah satu tempat rekreasi paling primadona bagi warga Kota Medan tersebut. Selain konstruksi bangunan yang banyak membutuhkan perawatan, fasilitas pendukungnya juga sudah  berusakan.

“Jadi tempat ini harus dirawat  agar nilai-nilai sejarah yang terkandung di dalamnya tidak hilang. Hal ini penting agar para generasi muda  mengetahui bahwa tempat ini merupakan salah satu peninggalan sejarah yang ada di Kota Medan. Dalam upaya melestarikan tempat ini, maka kita harus tahu siapa sebenarnya pemilik Kolam renang Paradiso,” ungkapnya.

Sebelumnya Walikota lebih dulu meninjau Jalan Mahkamah didampingi Asisten Pemerintahan Drs Musadat Nasution, Kepala Bappeda Drs Zulkarnaen MSi dan Kabag Humasy Budi Hariono SSTP MAP. Dia melihat kondisi kawasan sentra perajin besi sangat semrawut, sebab hampir seluruh perajin besi memepatkan besi-besi miliknya di berem maupun trotoar jalan. Selain semrawut, kehadiran besi-besi sangat mengganggu pejalan kaki yang melintas dan kelancaran lalu-lintas.

Karena itulah Walikota langsung memerintahkan Camat Medan Kota Parlindungan Nasution dan Satpol PP untuk segera menertibkannya. Para perajin besi harus membebaskan beram dan trotoar jalan dari besi-besi milik mereka masing-masing. “Saya minta penertiban ini secepatnya dilakukan,” tegasnya.

Selain kehadiran besi-besi, persoalan yang ditemukan dari peninjauan di Jalan Mahkamah adalah keterlambatan pengangkutan bak sampah. Jika bak sampah sudah penuh sekitar jam 09.00 WIB, langsung diangkat ke Tempat Pembuangan Akhir. Jika bak sampah lama diangkat, maka akan terjadi pemilahan-pemilahan sampah di tempat itu. Hal itu akan membuat sampah akan berserakan di bak sampah. (BS-024)

Tag: