Usut Mafia Pemasok Ribuan Ton Ikan Mengandung Bahan Pengawet

Usut Mafia Pemasok Ribuan Ton Ikan Mengandung Bahan Pengawet
Google

Medan, (beritasumut.com) Anggota DPRD Kota Medan H Jumadi SPdI menilai masuknya ribuan ton ikan yang diduga menggunakan bahan pengawet melalui Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara, tidak terlepas dari adanya peran mafia.

"Ini tentu ada peran mafia. Jika ikan yang menggunakan bahan pengawet masuk dalam jumlah besar, sudah dapat dipastikan ada mafia didalamnya," ungkap Jumadi di Gedung DPRD Medan, Jalan Krakatau, Medan, Sumatera Utara, Jumat (18/01/2013).

Menurut Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini, setiap impor masuk barang ada mekanismenya. Bea dan Cukai punya peranan terhadap masuknya barang impor dari luar negeri, termasuk masuknya ikan dari Malaysia, India, Thailand, Cina dan Vietnam, yang menggunakan perusahaan ekspor impor.

Dikatakan Jamadi, masuknya ikan impor dari berbagai negara ini dapat dipastikan akan menggangu pasar ikan di daerah ini, dampaknya akan merugikan pedagang dan nelayan.

Selain itu lanjut anggota dewan yang terpilih dari Daerah Pemilihan IV tersebut, ikan yang mengandung bahan pengawet sangat membahayakan bila dikomsumsi, bisa menimbulkan penyakit.

Untuk itu Polda Sumut diminta mengusut dengan tuntas. Kalau perlu periksa seluruh pihak terkait, apakah ada unsur kesengajaan atau sebaliknya. Kenapa ikan impor yang mengandung bahan pengawet dengan jumlah besar tersebut bisa lolos masuk ke daerah ini.

"Ini tentunya tidak terlepas dari lemahnya pengawasan, namun yang jadi pertanyaan apakah ada unsur kesengajaan atau sebuah kelalain. Jangan jadikan daerah ini sebagai penampung barang-barang yang dapat membahayakan masyarakat," ungkapnya.

Sebab dengan masuknya ribuan ton ikan yang mengandung bahan pengawet dari berabagai negara tersebut mengindikasikan Indonesia sebagai negara penampung barang-barang bermasalah, tandas Jumadi.

Untuk diketahui, Petugas Subdit I Indag Dit Reskrimsus Polda Sumut baru-baru ini mengerebek sejumlah perusahaan ekspor impor ikan dari Malaysia, India, Thailand, Cina dan Vietnam di Jalan Pelabuhan Perikanan Samudra Gabion Belawan.

Ikan-ikan dengan berbagai jenis yang jumlahnya ribuan ton dan dikemas dalam karton dan karung plastik ini digerebek karena diduga menggunakan bahan pengawet.

Perusahaan yang digerebek tersebut yakni CV Soon Ho yang menjual ikan impor jenis sarden, makarel, kerapu dan lain-lain kepada masyarakat atau ke pasar tradisional tanpa terlebih dahulu dilakukan pengolahan. Kemudian PT Karya Agung Lestari Jaya, UD YSR dan PT Golden Cup Seafood. (BS-001)