Tuding RE Nainggolan Pembohong, Budiman Nadapdap Dinilai Kurang Dewasa


Tuding RE Nainggolan Pembohong, Budiman Nadapdap Dinilai Kurang Dewasa
Google
RE Nainggolan
Medan, (beritasumut.com) – Pernyataan Budiman Nadapdap yang menyebut RE Nainggolan sebagai pembohong besar dinilai membuktikan Koordinator Tim Kampanye Merah Putih itu kurang dewasa dalam berpolitik.

“Itu sesuatu yang tidak etis, tidak elok, dan menunjukkan dia kurang dewasa dalam berpolitik. Dia harusnya sadar, RE Nainggolan sudah menjadi kompetitor dalam Pilgub Sumut. Kan tidak elok menyerang kompetitor. Katanya mau pilkada yang santun, beradab, damai dan sebagainya,” ujar Pengamat Politik dari USU, Ahmad Taufan Damanik, ketika dihubungi lewat telepon di Medan, Selasa (08/01/2013).

Menurutnya, pernyataan yang cenderung ofensif itu terasa makin kurang elok karena RE Nainggolan tidak memiliki kesempatan untuk mengklarifikasi karena dia memang tidak hadir di acara itu.

“Kan tidak mungkin RE Nainggolan diundang atau datang sendiri ke acara itu untuk mengklarifikasi. Jadi itu sama saja menjelek-jelekkan orang di belakang punggungnya. Sekali lagi itu tidak etis,” ujarnya.

Dosen FISIP USU ini menambahkan, di sisi lain sangat mungkin justru RE Nainggolan yang sebenarnya merasa dibohongi oleh PDIP, termasuk Budiman Nadapdap sendiri, karena sampai detik-detik terakhir semua orang tahu bahwa kandidat yang mengerucut sebagai calon PDIP itu adalah RE.

“Tetapi tiba-tiba muncul nama Efendi Simbolon yang tidak pernah mendaftar apalagi mengikuti proses seleksi. Saya kira sangat wajar kalau justru Pak RE yang sesungguhnya merasa dibohongi PDIP,” katanya.

Dikatakannya, setelah PDIP mendadak menyisihkan RE, mantan Sekdaprov Sumut itu tidak pernah memberikan pernyataan yang mengecam apalagi menyerang PDIP.

“Kalau ada yang memberikan penilaian PDIP ‘menzalimi’ RE, saya kira itu muncul dari para pengamat atau pihak lain, bukan RE. Itu menunjukkan RE adalah sosok yang santun, baik di pemerintahan maupun dalam perpolitikan,” katanya.

Terkait langkah yang diambil RE maju dari partai lain, menurut Taufan itu adalah langkah yang wajar.

“Dia sudah mengikuti semua persyaratan dan proses di PDIP. Ibaratnya, bukan dia yang memutus tali dengan PDIP. Dia yang diputuskan, jadi wajar dia mengambil jalan lain,” katanya.

Ketika ditanyakan apakah pernyataan Budiman itu merupakan simbol kepanikan karena harus berhadapan dengan sosok RE Nainggolan, Taufan tidak menampik.

“Bisa saja semacam itu. PDIP tentu saja sangat berharap RE Nainggolan tidak maju, sehingga suara dari daerah Tapanuli bisa bulat untuk mereka. Tapi itu kan maunya mereka,” ujarnya sambil tertawa kecil. (BS-001)

Tag: