Tahun Ini Terminal Amplas Medan Direvitalisasi


Tahun Ini Terminal Amplas Medan Direvitalisasi
Google

Medan, (beritasumut.com) – Terminal Terpadu Amplas Medan dalam tahun ini akan direvitalisasi. Hal itu dilakukan karena kondisi terminal saat ini sangat memprihatinkan sekali. Selain kumuh dan jorok,  kondisi  infrastrukturnya juga perlu perbaikan. Dengan revitalisasi yang dilakukan diharapkan dapat menjadikan terminal yang memiliki luas lebih kurang 5 hektar ini sebagai tempat yang  benar-benar memberikan kenyamanan bagi seluruh penumpang.

Rencana revitalisasi ini disampaikan Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM ketika melakukan peninjauan ke Terminal Terpadu Amplas Medan, Sumatera Utara, Rabu (23/01/2013).

“Terminal Amplas kita revitalisasi tahun ini. Anggaran untuk revitalisasi telah kita hampir Rp10 miliar. Semoga dengan revitalisasi yang dilakukan akan membuat orang lebih banyak datang ke terminal ini,” kata Walikota.

Walikota ketika melakukan peninjauan didampingi Kadis Perhubungan Renward Parapat beserta sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah Pemko Medan. Begitu tiba di lokasi, Walikota langsung menyambangi tempat pengutipan karcis retribusi  masuk terminal.

Orang nomor satu di Pemko Medan itu selanjutnya minta penjelasan dari seorang petugas perempuan terkait retribusi serta jumlah kenderaan yang masuk setiap harinya. Ditekannya setiap kali mengutip retribusi, petugas wajib memberikan karcis masuk kepada para supir. Setelah itu Walikota sempat menggantikan kedudukan petugas perempuan itu beberapa menit.

Sejumlah supir angkutan kota sempat terkejut, sebab yang memberikan karcis retribusi masuk pagi itu bukan petugas perempuan biasanya melainkan Walikota. Karenanya, beberapa supir sempat grogi  dan salah tingkah. Sambil tersenyum ramah, Walikota menyadorokan karcis dan mempersilahkan supir lewat setelah membayar retribusi. Meski baru pertama kali melakoninya namun Walikota dengan cukup cekatan melayani beberapa supir yang baru memasuki  terminal tersebut.

Kemudian Walikota mendatangi sejumlah supir yang tengah sarapan pagi di sebuah warung dalam terminal. Di tempat itu Walikota menerima keluhan para supir, terutama tumpang tindih trayek sehingga menyebabkan penumpang berkurang. Kondisi itu menyebabkan penghasilan mereka drastis menurun. “Jadi penghasilan kami sekarang hanya pas-pasan untuk makan sehari-hari saja,” ungkap salah seorang pengemudi angkutan Rahayu.

Atas keluhan tersebut, Walikota langsung memerintahkan Kadishub Medan untuk segera mengkaji ulang trayek sehingga tidak ada yang tumpang tindih. Sedangkan kepada supir, Walikota berharap minta memberikan pelayanan yang baik kepada para penumpang sekalipun penumpang berkurang.

“Mungkin dengan pelayanan yang diberikan, penumpang dapat bertahan dan meningkat kembali karena merasa aman dan nyaman selama berkenderaan,” pesannya.

Selanjutnya Walikota menguji angkutan Koperasi Pengangkutan Umum (KPUM) 04 apakah benar-benar layak untuk dioperasikan atau tidak. Tanpa canggung, dia kemudian mengemudikan angkutan itu mengitari terminal dan berhenti di depan Kantor UPTD Pengujian Kenderaan Bermotor Amplas yang berada di lokasi terminal.      

Walikota selanjutnya mengecek kesiapan para pegawai dalam memberikan pelayanan kepada para supir baik supir Angkutan Kota Dalam Propinsi (AKDP) maupun supir Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP).  Diteruskan dengan mengecek seluruh riuang dan fasilitas yang dimiliki. Walikota sempat memberikan arahan kepada Kadishub Medan yang harus dilakukan guna mendukung kelancaran operasional terminal.

Dalam peninjauan yang dilakukan, Walikota bertemu dengan salah seorang pengurus Organda. Pengurus itu menyampaikan sejumlah masukan dalam rangka kebaikan terminal tersebut. Diantaranya,  memberikan kemudahan kepada para penumpang terkait jalur maupun trayek yang ada di terminal.

“Jadi begitu masuk terminal, maka mereka dengan mudah akan mengetahui dimana trayek angkutan yang akan dinaiki. Dengan begitu penumpang tidak bingung lagi mencari trayek angkutan yang akan dinaikinya. Usulan dari Organda ini sangat baik, kita segera tindaklanjuti,” ungkapnya.

Disinggung hasil peninjauan yang dilakukan, Walikota mengaku kondisi terminal sangat kumuh, terutama bagi depan. Dengan pemandangan seperti itu, orang diyakininya tidak akan mau masuk dalam terminal.  Kemudian, infra struktur dan fasilitas yang ada harus diperbaiki karenan kondisinya sudah tidak layak, terutama kamar mandi.

Terkait usulan kenaikan ongkos angkutan dari  Organda, Walikota menindaklanjutinya dengan langsung mengecek ke lapangan. Hal itu dilakukan agar terjadi keseimbangan sehingga kenaikan ongkos tidak memberatkan masyarakat.

“Jadi peninjauan yang kita lakukan pagi ini, juga dalam rangka untuk mengecek langsung terkait usulan kenaikan ongkos yang diajukan pihak Organda tersebut,” jelasnya. (BS-024)

Tag: