Kamis, 23 Januari 2020

    Sistim Pengawasan Disperindag Medan Dinilai Lemah

    Minggu, 13 Januari 2013 20:31:00
    BAGIKAN:
    Google

    Medan, (beritasumut.com) Sekretaris Komisi C DPRD Kota Medan Hasyim SE menilai, ditemukannya gudang beras oplosan oleh Subdit I Industri dan Perdagangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara di Gudang 899, Kayu Putih, Kecamatan Medan Deli, Medan, Sumatera Utara, salah satu bukti lemahnya sistem pengawasan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemko Medan.

    "Selain negara, tindakan sindikat pengoplosan beras ini juga telah merugikan masyarakat. Mereka telah melakukan penipuan terhadap masyarakat,sebab beras Bulog dan non Bulog tanpa merek, disulap menjadi beras Kuku Balam dengan harga yang mahal namun kualitasnya rendah," ujar Hasyim di Medan, Ahad (13/01/2013).

    Namun yang jadi pertanyaan, lanjut Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DPRD Medan ini, kenapa Disperindag Medan tidak mengetahui adanya usaha ilegal yang sudah berlangsung cukup lama tersebut. Sehingga timbul asumsi apakah benar tidak tahu, atau purak-purak tidak tahu.

    Untuk itu anggota dewan yang terpilih darui Daerah Pemilihan (Dapil) III ini meminta Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja instansi terkait dalam hal ini Disperindag.

    Temuan ini, lanjut Hasyim, menunjukkan lemahnya kinerja Disperindag dalam melakukan pengawasan, semestinya Disperindag melakukan pengawasan terhadap barang-barang yang beredar di pasaran.

    Selain itu aparat Pemko Medan yang paling dekat seperti Kepala Lingkungan dan Lurah juga tidak mengetahuinya, ada apa ini? Kenapa mereka sampai tidak tahu kalau didaerahnya ada pengoplosan? Padahal praktik ini sudah berlangsung selama 10 tahun. Untuk itu perlu adanya evaluasi kinerja, ungkapnya.

    Artinya Walikota Medan perlu melakukan evaluasi terhadap kinerja aparaturnya, terutama aparatur yang tidak peduli dengan situasi lingkungan/wilayah kerjanya, imbuh Hasyim.

    Kasus ini kata Hasyim lagi harus dijadikan pelajaran, agar kedepannya, Disperindag lebih meningkatkan fungsi pengawasan, demikian juga aparat pemko dari tingkat yang paling bawah harus turut mengawasi daerahnya kerjanya masing-masing.

    Sebelumnya, petugas Subdit I Indag Dit Reskrimsus Polda Sumut  mengungkap sindikat pengoplosan beras Bulog dan non Bulog dari Gudang 899 Kayu Putih, Kecamatan Medan Deli. Dari TKP, selain menyita ratusan ton beras, petugas juga meminta keterangan pemilik gudang, Hendri alias  Aseng. (BS-001)
    T#g:
      komentar Pembaca
      Berita Terkait
  • 4 tahun lalu

    Tas Berisi Uang dan Dokumen Milik PNS Disperindag Medan Dijambret

    Beritasumut.com - Dengan wajah kesal, seorang PNS Disperindag Kota Medan bernama Hasnah (45) warga Jalan Pahlawan, Gang Sakti, Kelurahan Pahlawan, Kec

  • 5 tahun lalu

    Misi Dagang Bengkalis Kunjungi Disperindag Medan

    Medan, (beritasumut.com) Wali Kota Medan Dzulmi Eldin diwakili Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan  Syafrizal Arif menerima kunjunga

  • 7 tahun lalu

    Revitalisasi Pasar Kapuas Belawan Dinilai Asal Jadi, Kejati Sumut Diminta Turun

    Medan, (beritasumut.com) Proyek revitalisasi Pasar Kapuas, Jalan Bunga, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara de

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.