Jumat, 15 November 2019

    Sesuai Fatwa MUI, Pemerintah Gunakan Hisab dan Rukyat

    Sabtu, 02 Juli 2016 21:39:00
    BAGIKAN:
    Beritasumut.com/Ist
    Menag saat memberi keterangan pers setibanya di Bandara 

    Beritasumut.com-Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa sesuai dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pemerintah Indonesia menggunakan metode hisab dan rukyat dalam penentuan awal bulan Hijriyah.

    MUI telah mengeluarkan fatwa No 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah yang ditandatangani oleh KH Ma’ruf Amin (Ketua Komisi Fatwa MUI) dan Hasanudin (Sekretaris Komisi Fatwa MUI). Fatwa ini menyatakan, penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah dilakukan berdasarkan metode rukyah dan hisab oleh Pemerintah RI cq Menteri Agama dan berlaku secara nasional.

    Selain itu, seluruh umat Islam di Indonesia wajib menaati ketetapan Pemerintah RI tentang penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah. Fatwa ini juga mengatur bahwa dalam menetapkan awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah, Menteri Agama wajib berkonsultasi dengan MUI, ormas-ormas Islam dan instansi terkait.

    “Selama ini, Pemerintah Indonesia mengkuti fatwa MUI yang lahir tahun 2004. Di situ dinyatakan bahwa pemerintah mendapatkan kewenangan untuk menetapkan dengan dua metode, yaitu: hisab dan rukyat. Dua duanya digunakan,” ujar Menag setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Sabtu (02/07/2016) pagi.

    “Hisab sebagai cara untuk melihat keberadaan posisi hilal, sementara rukyat untuk konfirmasi, untuk memastikan apakah perhitungan hisab seperti itu,” tambahnya didampingi Sekjen Kemenag Nur Syam, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil, dan Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis.

    Dilansir dari laman resmi, sidang itsbat awal Syawal akan dilaksanakan pada Senin (04/07/2016) mendatang. Sebagaimana biasanya, sidang akan dimulai pada jam 5 sore dengan pemaparan posisi hilal secara astronomis pada 29 Ramadan 1437H/2016 oleh Tim Badan Hisab Rukyat Kementerian Agama. Berdasarkan hitungan hisab, posisi hilal awal Syawal berada di bawah ufuk. “Setelah Salat Magrib, dilaksanakan sidang itsbat yang dilakukan secara tertutup, seperti tahun lalu,” tegasnya.

    Sementara itu, dalam rangka melaksanakan pemantauan hilal (rukyat), Kementerian Agama telah mempersiapkan petugas di beberapa titik pemantauan. Mereka adalah para petugas yang sudah terbiasa dan memiliki kualifikasi atau kriteria tertentu untuk melakukan pekerjaan yang sangat special ini. “Mereka juga disumpah kesaksiannya, apakah melihat atau tidak melihat hilal,” tutup Menag. (BS02)

     

    T#g:MUI
      komentar Pembaca
      Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Pemko Medan Apresiasi Seminar Tata Kota Islami dari MUI Medan

    Beritasumut.com-Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengapresiasi digelarnya seminar Tata Kota Islami bertemakan Menatap Medan Islami City. Seminar yang

  • 3 minggu lalu

    MUI Sumut Terbaik Seluruh Indonesia, Gubernur Sebut MUI adalah Payung Umat

    Beritasumut.com-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara (Sumut) dinobatkan sebagai MUI terbaik di seluruh Indonesia. Kabar baik tersebut diinf

  • 3 bulan lalu

    Terima Aspirasi, Gubernur Temui Ratusan Pengunjuk Rasa

    Beritasumut.com–Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menjumpai para pengunjuk rasa dari kelompok buruh Federasi Serikat Pekerja Niag

  • 4 bulan lalu

    Ketua MUI Apresiasi Kiprah Kapolrestabes Medan yang Mampu Jaga Kamtibmas Tetap Aman dan Kondusif di Kota Medan

    Beritasumut.com-Kiprah Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto yang mampu menjaga kamtibmas tetap aman dan kondusif di Kota Medan mendapat a

  • 5 bulan lalu

    Mengaku Bangga, Kapolrestabes Medan: Kerukunan Umat Beragama di Medan Harus Dipertahankan

    Beritasumut.com-Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto mengaku bangga, melihat kerukunan umat beragama di Kota Medan terjalin dengan bai

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.