Ratusan Pegawai Honorer Demo Kadis Pertamanan Medan


Ratusan Pegawai Honorer Demo Kadis Pertamanan Medan
Google

Medan, (beritasumut.com) Ulah Kepala Dinas Pertamanan Kota Medan Zulkifli Sitepi semakin menjadi-jadi saja. Belum lagi membayar gaji ratusan para honorer yang bekerja di dinas itu, malah akan memecat 10 orang tenaga honorer dengan alasan tidak masuk kerja selama lima hari berturut-turut.

Alhasil, ratusan honorer mendatangi Kantor Kadis Pertamanan yang berada di Lapangan Merdeka Medan, Jumat (05/04/2013), untuk meminta kepastian tentang nasib teman mereka yang kabarnya SK Pemecatannya sudah dikeluarkan Kadis Pertamanan.

Salah seorang honorer yang termasuk dari salah satu dari 10 orang yang hampir dipecat tersebut mengatakan, saat dirinya mendengar kabar pemecatan itu, dia langsung mendatangi ruangan kepegawaian di Dinas Pertamanan Medan. Dan menurut pengakuannya, dia telah membaca SK pemberhentian 10 honorer.

"Kita tadi cek ke bagian kepegawaian di kantor, dan kita sempat baca isi surat itu. Alasannya karena selama lima hari berturut-turut tidak masuk kerja, diberhentikan secara tidak hormat, agar bisa jadi pelajaran bagi honorer yang lain," ungkap honorer yang tidak ingin disebutkan namanya itu.

Tenaga honorer lainnya juga sangat menyesalkan sikap Kadis Pertamanan yang dianggap telah sewenang-wenang terhadap ratusan para tenaga honorer yang ada di dinas Pertamanan Kota Medan. Menurutnya, seharusnya Kadis Pertamanan memberikan surat peringatan pertama, kedua dan ketiga dahulu sebelum melakukan tidakan pemberhentian terhadap para honorer yang telah membantu jalannya pembangunan di Kota Medan itu.

"Kan ada aturannya, kenapa tanpa ada peringatan terlebih dahulu langsung main pecat saja? Itu kan namanya semena-mena terhadap teman-teman kami sesama honorer di Dinas Pertamanan," sebutnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Dinas Pertamanan Kota Medan Said Reza, ketika dikonfirmasi terkait dengan persoalan itu mengatakan, tidak ada surat pemberhentian bagi 10 tenaga honorer di Dinas Pertamanan Kota Medan. Yang ada hanya surat teguran karena yang bersangkutan tidak masuk kerja selama lima hari berturut-turut, sesuai perintah Walikota Medan.

"Mana ada surat pemecatan, itu tidak benar. Yang ada cuma surat peringatan bagi 10 karyawan kita yang tidak masuk kerja selama lima hari berturut-turut. Sekali lagi saya tegaskan, tidak ada pemecatan. Karena menurut peraturan, sebelum dilakukan pemecatan harus ada surat teguran sampai tiga kali," sebutnya.

Disinggung masalah gaji yang belum dibayar oleh Dinas Pertamanan terhadap ratusan honorer tersebut, Said mengatan, tidak ada masalah, hanya ada masalah perpanjangan Surat Keputusan (SK). "SK-nya sudah ditandatangani Kadis, pekan depan gaji sudah bisa dicairkan," ungkap Said. (BS-024)

Tag:Demo