Ramadhan Pohan Desak Kadis Pertamanan Medan Dicopot


Ramadhan Pohan Desak Kadis Pertamanan Medan Dicopot
Twiiter

Medan, (beritasumut.com) – Buruknya kinerja Kepala Dinas Pertamanan Kota Medan Zulkifli Sitepu akhirnya sampai ke telinga Anggota DPR RI Ramadhan Pohan.

“Jika betul itu, ganti,” tulis Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat itu melalui akun Twitter miliknya @ramadhanpohan1, Ahad (31/03/2013) malam.

Tweet tersebut ditulis oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini menanggapi berita yang dilansir beritasumut.com berjudul “Kadis Pertamanan Medan Dinilai Pandainya Hanya Cakap-cakap”.

Berikut selengkapnya isi berita yang dikomentari Ramadhan Pohan.

Masyarakat Kota Medan hingga saat ini masih belum melihat kinerja Kepala Dinas Pertamanan Kota Medan Zulkifli Sitepu. Padahal, Zulkifli sudah tiga bulan diangkat menjadi Kadis. Namun sampai saat ini belum ada gebrakan yang dilakukan mantan Kadis Kominfo ini untuk membangun Medan.

Padahal, sewaktu habis dilantik oleh Walikota Medan di Kantor Walikota Medan beberapa waktu lalu, Zulkifli berjanji akan memperindah Medan. Namun sampai saat ini ucapan Kadis Pertamanan itu terkesan sekadar isapan jempol atau hanya cakap-cakap.

Penegasan itu disampaikan Ketua Jaringan Kerja Informasi Publik Sumatera Utara Arief Budiman. Menurut Arief, apa yang diucapkan Kadis Pertamanan saat baru dilantik beberapa waktu lalu itu pepesan kosong belaka. Arief menilai, Kadis pertamanan yang satu ini tidak mampu bekerja.

"Bagaimana mau memperindah Kota Medan, kalau setiap malam di Kota Medan masih banyak yang gelap karena tidak ada perawatan lampu jalan. Padahal anggaran untuk perawatan lampu jalan sangat besar. Seperti lampu jalan di Jalan Gaperta Ujung, Jalan Letda Sudjono, Jalan Panglima Denai dan Jalan Bajak V, Medan Amplas, masih juga ada lampu Jalan yang tidak diganti. Padahal masyarakat sangat butuh penerangan jalan, tapi sepertinya Kadis yang satu ini hanya mampu cakap-cakap," tegas Arief di Medan, Ahad (31/03/2013). 

Belum lagi ungkap Arief, lampu jembatan yang pengadaannya mencapai miliaran rupiah, saat ini kondisinya seperti tidak terawat, padahal lampu jembatan itu dibeli dari uang rakyat. "Tapi kenapa rakyat belum bisa menikmati penerangan lampu jalan? Ini kan aneh namanya," tegasnya.

Oleh karena itu, sebut Arief, kinerja Kadis Pertamanan Kota Medan ini sudah sangat pantas untuk dipertanyakan. Karena tidak mampu dalam menjalankan keinginan pimpinannya untuk memperindah Kota Medan agar Kota Medan agar semakin diminati para wisatawan. 
"Sudah sangat pantaslah dipertanyakan kinerjanya. Walikota harus segera mengambil sikap untuk melakukan tindakan terhadap bawahannya yang tidak mampu bekerja, apalagi kalau pandainya hanya cakap-cakap seperti Kadis Pertamanan ini, ya lebih baik dicopot saja," tegasnya.

Disinggung lemahnya pendapatan pajak dari pajak reklame, Arief menegaskan, tidak akan mungkin Dinas Pertamanan mampu mencapai target pendapatan pajak reklame sebesar Rp48 miliar tahun ini. Karena, hingga saat ini saja baru bisa mendapatkan 6 persen dari nilai pajak yang ditargetkan. "Kita sangat pesimis Dinas Pertamanan mampu mencapai target pajak reklame. Kalau kinerja Kadisnya seperti ini, untuk mendekati target saja rasanya tidak mungki tercapai," ujarnya. (BS-001)

Tag: