Peringati May Day, Buruh Sumut Tagih Janji Kampanye Jokowi-JK

Peringati May Day, Buruh Sumut Tagih Janji Kampanye Jokowi-JK
Minggu Saragih. (Dok)
Beritasumut.com - Memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2015, ribuan buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumatera Utara dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Sumatera Utara akan menggelar aksi turun ke jalan.

Demikian dikatakan Ketua DPW FSPMI Sumut Minggu Saragih didampingi Willy Agus Utomo, Ketua FSPMI Kota Medan Toni Rickson, Ketua FSPMI Serdang Bedagai M Luis Nasution, Rudi Kurniawan dari Garda Metal FSPMI Sumut, Ketua PC SPAI FSPMI Deliserdang Dedi Heriawan dan Ketua PC SPL FSPMI Deli Serdang di Medan, Selasa (7/4/2015).

Pada aksi May Day 1 Mei 2015 nanti, kata Minggu, buruh meminta pemerintah untuk menjalankan amanat konstitusi UUD 1945 yaitu Pasal 33 dan Pasal 27 tentang upah layak dengan menaikkan upah buruh sebesar 32 persen dan merubah KHL dari 60 item menjadi 84 item agar daya beli buruh meningkat akibat dampak kenaikan harga barang dan kenaikan BBM.

"Buruh juga menolak rencana pemerintah untuk menaikan upah minimum dalam 2 tahun atau 5 tahun sekali karena tidak sesuai dengan UU no 13 tahun 2003," kata Minggu Saragih.

Buruh, sebut Minggu, juga meminta kepada pemerintah untuk mengesahkan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Jaminan Pensiun agar segera diberlakukan pada Juli 2015, sehingga buruh mendapatkan kepastian jaminan pensiun wajib dengan iuran 15 persen perbulan dan benefit 75 persen dari gaji terakhir.

Minggu Saragih juga mengatakan bahwa melihat kondisi semakin susahnya hidup buruh dan rakyat, maka pada peringatan May Day 2015 buruh akan menuntut untuk turunkan harga sembako serta menolak kenaikan harga bahan bakar minyak.

Seperti yang ditegaskan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal, sebut Minggu Saragih bahwa buruh akan mengkritik kebijakan Pemerintahan Jokowi-JK yang dinilai telah gagal dan mengkhianati rakyat Indonesia.

"Kebijakan Pemerintahan Jokowi-JK selama 7 bulan menjabat dinilai sangat menyengsarakan rakyat kecil seperti petani, nelayan, pedagang, guru honor, supir, abang becak dan khususnya kaum buruh," katanya.

FSPMI Sumatera Utara akan menagih janji kampanye Jokowi-JK. 

"Jika tidak ada perbaikan terhadap kepentingan rakyat, maka gerakan buruh akan berada di garda terdepan untuk melakukan perlawanan terhadap kebijakan pemerintah yang semakin lama membuat rakyat menderita," katanya.

Disebutkan Minggu Saragih, dalam aksi unjukrasa memperingati May Day 1 Mei 2015 nanti, buruh dari FSPMI Sumut akan berunjukrasa ke Bundaran Majestyk, Gedung DPRD Sumut dan Kantor Gubernur Sumut. (BS-034)