Pedagang Aksara Sampaikan Keluhan kepada Walikota Medan


Pedagang Aksara Sampaikan Keluhan kepada Walikota Medan

Medan, (beritasumut.com) – Puluhan pedagang  tradisional di Pasar Aksara menyampaikan langsung keluhan yang selama ini dialami kepada Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM. Selain akses pintu masuk yang ditutup dan kehadiran puluhan anak punk yang  menyebabkan  warga enggan datang berbelanja, juga minta agar pedagang yang menjajakan dagangannya sehingga memakan badan jalan  agar ditertibkan karena sangat mengganggu kenyamanan pembeli yang  berbelanja sekaligus menyebab  tempat tersebut semrawut.

Keluhan para pedagang ini disampaikan ketika Walikota didampingi Wakil Wali Kota Drs H Dzulmi Eldin MSi dan Sekda Ir Syaiful Bahri Lubis MM meninjau pasar tradisional Aksara yang berada di lantai dasar Aksara Plaza, Medan, Sumatera Utara, Senin (21/01/2013).  Ini kali pertama Walikota mengunjungi pasar yang pengelolaannya dilakukan pihak  swasta.

“Pasar Aksara ini sama dengan Pasar Petisah, pihak swasta yang mengelolanya. Namun yang jelas  menyangkut kepentingan umum harus Walikota yang bertanggungjawab,” kata Walikota.

Karenanya, begitu mendengar akses pintu msuk ditutup pihak pengelola, Walikota langsung tidak terima.

“Ada apa akses pintu masuk itu ditutup? Pasti ada kepentingan dengan pihak perusahaan (pengelola), jadi saya tidak mau. Untuk itu saya minta agar akses pintu masuk itu dibuka kembali” tegas Walikota setelah melihat pintu masuk dari arah alan Aksara ditutup dengan mendirikan beberapa  tiang besi.

Puluhan pedagang langsung bersorak kegirangan setelah Walikota memerintahkan Kadis Perhubungan  Pemko Medan Renward Parapat yang turut mendampingi dalam peninjauan untuk segera membongkar besi yang enjadi penghalangi pintu masuk.

“Hidup Pak Rahudman,” pekik para pedagang kegirangan berulangkali.

Selain  besi yang menjadi  penghalang akses masuk, Walikota juga memerintahkan Renward untuk  membongkar beton pembatas setinggi lebih kurang 30 cm. Kehadiran betor dinilai tidak ada manfaatnya, justru membuat pembeli tidak leluasa. “Jadi secepatnya kau bongkar. Sudah itu tata parkir di tempat ini,’’ tegas Walikota kepada Renward.

Setelah beton pembatas dibongkar, Walikota akan memerintahkan Dinas Bina Marga untuk mengaspal tempat tersebut. Sebelum dilakukan pengaspalan, Walikota akan mengistruksikan pegadang yang menggelar dagangannya sapai badan jalan untuk memasukkannya dalam kios yang telah dimiliki.

“Kalau pasar semrawut seperti ini, siapa yang mau datang. Dalam bulan ini akan kita kerjakan sehingga orang pun akan senang mengunjungi pasar ini,” ungkapnya.

Ketika melakukan peninjauan, Walikota sempat menemukan tumpukan sampah. Selanjutnya dia  menanyakan kepada dua karyawan PD Pasar yang bertugas di tempat itu mengapa sampah tersebut diangkat. Namun kedua karyawan itu justru berkilah dengan mengatakan Kepala Pasar Aksara tidak ada di tempat.

Jawaban itu sontak membuat Walikota marah.

“Kau kerja disini kan. Jadi kau urus sampah ini, jangan kau alaskan kepala pasar. Macam-macam aja kau, bersihkan itu cepat,” bentak Walikota sehingga membuat kedua karyawan tersebut menunduk dan langsung melaksanakan perintah Walikota.

Terkait keluhan pedagang menyusul kehadiran puluhan anak punk setiap harinya, Walikota berjanji akan segera menertibkannya. Dia berjanji akan membicarakan persoalan itu dengan Kapolretsa Medan Kombel Pol Monang Situmorang.

“Besok kita akan rapat muspida, saya akan bicarakan masalah ini,” janjinya.

Setelah itu  Walikota meninjau Jalan Sutomo untuk melihat kemacetan, terutama di sekitar Perguruan Sutomo. Dalam peninjuauan itu, Walikota menginstruksikan Kadishub Medan parkir tidak boleh dibuat lebih dari dua lapis karena akan menyebabkan terjadinya kemacetan. Selanjutnya lokasi tempat pedagang kaki lima berjualan bisa digunakan untuk lokasi parkir.

“Kalau parkir dibuat dua lapis, saya kira tidak mengganggu kelancaran lalu lintas. Sudah itu disepanjang sekolah tidak diperkenankan ada lagi pedagang kaki lima berjualan. Kehadiran pedagang kaki lima akan menyebabkan terjadinya kemacetan. Saya minta Satpol PP bis aelihat itu dan melakukan penertiban,” ujarnya.

Kemudian dengan berjalan kaki, Walikota bersama Wakil Walikota dan Sekda dengan berjalan kaki menelusuri Jalan Sutomo. Setelah itu mereka menyeberang menuju SMP Negeri 12 Medan. Tepat di depan Perkuburan Muslim, Walikota melihat beberapa beton trotoar menganga sehingga menghalangi pejalan kaki melintasinya. Atas temuan itu, Walikota minta segera diperbaiki.

Saat berada di SMP Negeri 12, Walikota langsung dismbut para guru dan siswa. Satu persatu mereka menyalami Walikota. Dalam peninjuauan, Walikota melihat meubilair sekolah sudah tidak layak lagi sehingga harus diganti sehingga proses belajar dan mengajar dapat berjalan lancar dan nyaman.

“Masalah meubilair ini menjadi perhatian kita,” jelasnya. (BS-024)

Tag: