Lanjutkan Kenaikan Tarif, RS Pirngadi Medan Lakukan Pungli


Lanjutkan Kenaikan Tarif, RS Pirngadi Medan Lakukan Pungli
Google

Medan, (beritasumut.com) – DPRD Kota Medan menyayangkan sikap manajemen Rumah Sakit RS Pirngadi Medan yang tetap bersikeras melanjutkan kenaikan tarif baru berdasarkan Peraturan Walikota Medan No 5 Tahun 2013 Tanggal 17 Januari 2013.

“Rekomendasi kita kemarin adalah menunda kenaikan tarif tersebut, kita menginginkan mekanisme penetapan tarif tersebut merujuk kepada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik sehingga penetapan tarif tersebut menunjukkan taat azas,” ungkap Ketua Komisi B DPRD Medan H Surianda Lubis SAg di Medan, Kamis (21/02/2013).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini mengatakan dalam penetapan tarif ini secara umum harus juga mengevaluasi hal-hal lain dan mengedepankan aspek-aspek lain. “Jadi dengan pembahasan melalui mekanisme dan melibatkan DPRD akuntabilitas publik lebih terjaga,” ungkapnya.

Dijelaskannya, UU yang ada tersebut bukan pilihan, penetapan yang dilakukan itu haruslah terintegrasi dengan seluruh aturan  dan adanya kejelasan mekanisme yang ditempuh. “Jangan ada kesan Pirngadi yang sudah menjadi BULD seenaknya mengenakan tarif,” ungkap Surianda.

Dikatakannya, Komisi B sudah merekomendasikan secara langsung terkait tarif ini dan Komisi B sangat kecewa dengan RS Pirngadi yang dalam pertemuan seolah sudah memahami namun di luar malah mengeluarkan pernyataan seperti itu. “Dalam pertemuan di Komisi B kemarin, pihak RS Pirngadi seolah sudah memahami namun kenyataannya mengeluarkan statement seperti itu. Kita mengharapkan jika Pirngadi memang sudah melakukan konsultasi ke Kemedagri terkait penetapan tarif ini seharunya disampaikan secara resmi ke DPRD untuk juga dikaji, bukan malah mengeluarkan pernyataan seperti itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi B DPRD Medan Muhammad Yusuf mengaku kecewa dengan sikap Wakil Direktur Keuangan RS Pirngadi Medan Yasin Sidabutar yang mengeluarkan statemen seperti itu padahal dalam pertemuan Direktur RS Pirngadi sudah memahami permasalahan tersebut. “Kita sangat kecewa dengan sikap Wadir, Yasin itu mengerti atau tidak,” ungkap Yusuf.

Yusuf juga mengatakan, statemen yang dilontarkan Yasin tidak elok dengan menyebut-nyebut DPRD Medan dipersilahkan jika mau jalan-jalan ke Jakarta. “Apa maksud statemen tersebut, apalagi yang menyebut jalan-jalan itu tidak jelas. Siapa pulak Pak Bejo dari Kemendagri itu,” ungkapnya.

Untuk itu, Kimisi B akan melakukan klarifikasi kepada Wakil Direktur Pirngadi terkait pernyataan yang dinilai melecehkan DPRD Medan tersebut. “Kita akan klarifikasi kepada yang bersangkutan,” ungkapnya.

Terpisah, Anggota DPRD Medan Yahya Payungan Lubis menilai dengan tidak dihentikannya kenaikan tarif tersebut berarti Pirngadi melakukan pungli. “Jadi kelebihan pembayaran itu bisa dikategorikan pungli,” ungkapnya.

Yahnya meminta Walikota untuk turun tangan dan mencopot kedua pimpinan rumah sakit berplat merah tersebut. “Kalau sudah begini Walikota harus turun tangan. Kita minta kedua pimpinan RS Pirngadi yakni Dirut dan Wakilnya dicopot dari jabatannya,” ungkapnya.

Begitu juga dengan Wakil Ketua Komisi B DPRD Medan Paulus Sinulingga menilai tarif yang dituangkan dalam Perwal Nomor 5 tersebut merupakan pungli dan pungutan itu ilegal. “Kita merekomenasikan agar penentuan tarif itu merujuk ke UU pelayanan publik, kita minta itu dihentikan dulu kalau juga tetap dilakukan berarti itu pungli,” ungkapnya.

Paulus Sinulingga juga menyarankan agar masyarakat yang keberatan dengan tarif ini untuk melakukan class action atau menggugat RS Pirngadi. “Kalau masyarakat kebaratan masyarakat bisa melakukan class action atau menggugat Pirngadi,” ungkapnya.

Seperi diketahui kenaikan yang diberlakukan RSPM berdasarkan Perwal No 5 Tahun 2013, yakni pendaftaran layanan pasien umum menjadi Rp15.000 dari sebelumnya Rp10.000 (naik Rp5000). Tarif rawat inap Kelas III menjadi Rp80.000 dari sebelumnya Rp24.000. Begitu juga dengan tarif layanan rawat khusus seperti ICCU, ICU, yang sebelumnya tarif ICU sekarang Rp500.000 dari sebelumnya Rp225.000. (BS-001)

Tag: