Korem 022/PT Buka Pendaftaran Taruna Akmil 2013

Korem 022/PT Buka Pendaftaran Taruna Akmil 2013
Ist

Medan, (beritasumut.com) – TNI AD member kesempatan bagi para pemuda untuk menjadi calon taruna akademi militer (Akmil) yang akan dilantik menjadi perwira TNI AD berpangkat letnan dua. Pendaftaran telah dibuka dari 4 Februari 2013 dan ditutup 28 Maret 2013 mendatang.

“Cara mendaftar, yakni pendaftaran dilakukan secara online melalui website penerimaan prajurit TNI di alamat http://rekrutmen-tni.ilmci.com. Kemudian calon datang sendiri ke Ajenrem 022/PT, Jalan Asahan Km 3,5, Pematang Siantar dengan menunjukkan dokumen-dokumen asli dan menyerahkan fotokopi masing-masing satu lembar yang telah dilegalisir,” kata Danrem 022/PT melalui Kepenrem 022/PT Mayor Caj Drs Prinaldi dalam siaran pers yang diterima beritasumut.com, Ahad (24/03/2013).

“Pendaftaran ini kita buka berdasarkan peraturan Panglima TNI Nomor Perpang/34/VII/2009 Tanggal 13 Juli 2009 tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Calon Perwira TNI, Surat Telegram Kasad Nomor ST/172/l/2013 tanggal 30 Januari 2013 tentang Petunjuk Penerimaan Calon Taruna/Taruni Akmil TA. 2013,” imbuhnya.

Adapun persyaratan umum, yakni usia calon taruna minimal 18 tahun dan maksimal 22 tahun pada saat dibuka pendidikan 1 Agustus 2013, tinggi badan minimal 165 cm dengan berat badan seimbang.

“Berkelakuan baik serta tidak kehilangan hak untuk menjadi prajurit TNI yang dinyatakan dengan surat keterangan yang berlaku dari polres setempat, dan tidak ditato/tindik atau bekas tato/tindik,” jelasnya.

Persyaratan lainnya, lulus SMA/Madrasah Aliyah jurusan IPA dengan ketentuan UAN bagi yang lulus tahun 2009 sampai 2010 rata-rata minimal 6,5 (dari 10 mata pelajaran). Bagi calon yang menggunakan kacamata atau lensa kontak dengan ukuran masksimal satu dioptri, nilai rata-rata tidak kurang dari 7,5.

“Bagi lulusan tahun 2011 nilai UAN rata-rata tidak kurang dari 7 dan tidak ada nilai di bawah 6 (gabungan nilai ujian nasional dan ujian sekolah). Bagi calon yang menggunakan kacamata/lensa kontak dengan ukuran maksimal satu dioptri, nilai rata-rata tidak kurang dari 8 dan tidak ada nilai di bawah 7 (gabungan nilai ujian nasional dan ujian sekolah),” katanya.

Dilanjutkan Mayor Prinaldi, bagi lulusan Tahun 2012, nilai UAN rata-rata tidak kurang dari 7,25 dan tidak ada nilai di bawah 6 (gabungan nilai ujian nasional dan ujian sekolah). “Bagi calon yang menggunakan kacamata/lensa kontak dengan ukuran maksimal satu dioptri, nilai rata-rata tidak kurang dari 8,25 dan tidak ada nilai di bawah 7,” terangnya seraya mengatakan untuk lulusan Tahun 2013 akan ditentukan kemudian.

Bagi pemuda yang berada di wilayah Korem 022/PT yang ingin mendaftar, dapat mendaftarkan dirinya di Ajenrem 022/PT di Jalan Asahan Km 3,5, Pematang Siantar dan Kodim jajaran Korem 022/PT.

Pendaftar membawa persyaratan kartu kewarganegaraan (bagi keturunan WNA), asli akte kelahiran dan surat kenal lahir, asli KTP calon dan KTP orang tua/wali, asli kartu keluarga, surat keterangan catatan kepolisian, print out pendaftaran online, asli STTB SD, SMP, SMA/MA atau setara jurusan IPA/IPS berikut UAN/nilai ujian nasional, dan bagi siswa yang masih kelas III SMA/MA agar melampirkan fotokopi rapor kelas I sampai III dan surat keterangan dari kepala sekolah bahwa calon adalah siswa kelas III dan terdaftar sebagai peserta UAN. 

Masih kata Mayor Prinaldi pada waktu mendaftar calon diharuskan berpakaian rapi dan bersepatu, Informasi lebih lanjut dapat diperoleh pada tempat pendaftaran, hal-hal lain yang belum jelas atau kurang dimengerti dapat ditanyakan pada  waktu pendaftaran, ucapnya.

Dia menambahkan, pendaftaran untuk menjadi Prajurit TNI AD tidak dipungut biaya apapun dan tidak ada unsur KKN serta penyuapan. Pelanggaran terhadap hal ini dikenakan sanksi sesuai Undang-Undang korupsi (Pasal 5 UU RI No 20 Tahun 2001).

Bagi yang memberi atau menjanjikan sesuatu (penyuap) dikenakan sanksi tindak pidana Korupsi dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun dan atau pidana denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp250 juta.

"Bagi pegawai negeri/penyelenggara negara yang menerima suap/janji/sesuatu dipidana sama dengan penyuap dan dapat diancam pidana lebih berat (Pasal 12 UU RI No 20 Tahun 2001)," demikian dikatakan Kapenrem 022/PT Mayor Caj Drs Prinaldi. (BS-001)