Ketua Panwaslu Madina Cek Logistik Pemilu 2014

Ketua Panwaslu Madina Cek Logistik Pemilu 2014
M Saima Putra
Ketua Panwaslu Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Henri didampingi Komisoner KPU Madina Budi Ariansyah mengecek kotak suara dan bilik suara yang sudah diterima oleh KPU Madina di Gudang KPU, Kompleks Kantor Bupati Lama, Panyabungan.
Panyabungan, (beritasumut.com) – Demi untuk memastikan ketersediaan logistik Pemilu 2014, Ketua Panwaslu Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Henri didampingi Komisioner KPU Madina Bagian Perencanaan Logistik dan SDM Budi Ariansyah melakukan pengecekan logistik Pemilu 2014 di Gudang KPU Madina, Komplek Kantor Bupati Lama, Dalan Lidang, Panyabungan, Rabu (15/1/2014).

Ketua Panwaslu Madina Henri di Panyabungan, Kamis (16/1/2014) mengatakan, saat pengecekan tersebut ia mengatakan, mengingat kekurangan logistik yang diterima KPU Madina yang terbuat dari kardus, diharapkan kepada KPU Madina untuk logistik yang baru diterima nantinya dikhususkan di sekitar Kota Panyabungan saja.

Selanjutnya, dalam waktu dekat Panwaslu akan membuatkan peta rawan logistik sehingga dapat diketahui berapa banyak logistik yang diperlukan untuk rawan bencana tersebut.

Sekarang ini logistik yang telah diterima oleh KPU Madina terbuat dari bahan kardus sehingga sangat mudah rusak. Makanya Panwaslu Madina akan membuat peta rawan logistik, mengingat Kabupaten Madina sangat rawan bencana dan sangat sulit ditembus. Bahkan ada juga yang harus melalui jalur pantai dan sungai, sebut Henri.

Logistik yang terbuat dari bahan kardus apabila terkena air akan mudah rusak sehingga dikhawatirkan nantinya apabila dikirim ke daerah rawan logisti maka sampai di lokasi PPK maupun TPS akan rusak.

“Untuk itu berdasarkan data yang akan kita buat nantinya maka kekurangan logistik yang diterima sekarang ini berupa kotak suara, bilik suara akan kita pakai untuk wilayah Ibukota Panyabungan dan sekitarnya saja,” tegas Henri.

Sementara Komisioner KPU Madina Budi Ariansyah mengatakan, kekurangan logistik yang mereka minta sudah sepenuhnya sampai ke Gudang KPU Madina dengan baik. Logistik itu nantinya akan digunakan untuk daerah rawan logistik saja.

“Logistik yang kita minta yakni kotak suara sebanyak 1.007, bilik suara 1.646 dan sampul ada dua jenis sudah kita terima. Namun bilik suara dan kotak suara yang kita terima terbuat dari bahan baku kardus maka, demi untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan kotak suara dan bilik suara tersebut kita akan hati-hati,” tegasnya. (BS-026)