Sabtu, 18 Januari 2020

    Keserakahan Salah Satu Faktor Penyebab Terus Beroperasinya Pukat Harimau

    Sabtu, 12 Januari 2013 23:04:00
    BAGIKAN:
    Ist

    Pantai Labu, (beritasumut.com) Masih belum sejahteranya kehidupan nelayan di wilayah Sumatera Utara disebabkan banyak faktor, termasuk faktor keserakahan manusia.

    Calon Gubernur Effendi MS Simbolon mengatakan, keserakahan manusia itu bisa dilihat dari terus beroperasinya pukat harimau.

    Dalam siaran pers yang diterima beritasumut.com, Sabtu (12/01/2013) disebutkan, akibatnya banyak nelayan tradisional yang harus kehilangan tangkapan ikan karena kalah bersaing dengan pukat tersebut.

    "Kenapa pukat harimau itu tetap diperbolehkan beroperasi? Ini harus ada ketegasan dari pemerintah mau pun pihak kepolisian untuk melarang ini, karena ini jelas melanggar undang-undang," ujar Effendi ketika berkunjung ke Pantai Labu, Deli Serdang, Sumatera Utara.

    Effendi MS Simbolon bahkan menduga, bukan tidak mungkin solar bersubsidi yang harusnya dikonsumsi nelayan tradisional justru dikonsumsi pukat harimau. Karena itu, pihaknya akan mempertanyakan hal ini ke PT Pertamina.

    "Bukan tidak mungkin solar yang harusnya diperuntukkan bagi nelayan tradisional justru dimanfaatkan sama pukat harimau itu, kata Effendi MS Simbolon.

    Selain menyoroti pengoperasian pukat harimau, Effendi MS Simbolon juga menyoroti kerusakan hutan bakau yang sudah mencapai 90 persen, yang dirilis Badan Lingkungan Hidup Sumatera Utara sekitar dua tahun lalu.

    Padahal menurut Effendi MS Simbolon, selain bermanfaat bagi tempat kehidupan biota laut seperti ikan, kepiting, udang mau pun kerang, bakau akan sangat berfungsi sebagai benteng terakhir untuk menahan terjadinya abrasi.

    "Kebanyakan kawasan hutan bakau ini beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit. Ini bisa berbahaya kalau terus dibiarkan, karena tanaman sawit tidak akan mampu menahan abrasi," tambah Effendi.

    Salah seorang tokoh nelayan di Pantai Labu Pranata mengatakan, selain kesulitan mendapatkan ikan, kehidupan nelayan semakin diperparah dengan beredarnya ikan impor di Sumatera Utara, akibatnya harga ikan yang susah payah mereka dapatkan menjadi murah.

    "Ikan impor sekarang banyak masuk ke Sumatera Utara, Pak, kami jadi susah menjual ikan hasil tangkapan kami," keluh Pranata.

    Effendi yang berkunjung ke kawasan Pantai Labu bersama Ketua Tim Kampanye ESJA Ruben Tarigan juga mendapat kehormatan dipasangkan baju adat Melayu oleh perwakilan nelayan. Bersama nelayan dan penduduk pantai labu Effendi-pun bernyanyi bersama.

    Pemberian baju adat Melayu oleh nelayan ini merupakan sebagai bentuk dukungan para nelayan terhadap Effendi agar menjadi Gubernur Sumut, sehingga bisa membantu kehidupan nelayan di seluruh Sumut. (BS-001)
    T#g:
      komentar Pembaca
      Berita Terkait
  • 4 tahun lalu

    Sempat Ditahan di Malaysia, 6 Nelayan Asal Batubara dan Langkat Dipulangkan

    Beritasumut.com-Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan bekerjasama dengan

  • 4 tahun lalu

    BSM Santuni Ratusan Anak Yatim dan Warga Kampung Nelayan

    Beritasumut.com-Bank Syariah Mandiri (BSM) wilayah I Medan memberikan santunan kepada ratusan anak yatim di Panti Asuhan Bani Adam Jalan Mangaan Pasar

  • 4 tahun lalu

    Terkait Pembagian Kartu Nelayan, Pemerintah Kabupaten dan Kota Harus Proaktif

    Beritasumut.com-Ketua Komisi B DPRD Sumut Sopar Siburian mengatakan bahwa prosedur pengurusan kartu nelayan yang diterapkan dengan mensyaratkan nelaya

  • 4 tahun lalu

    Pembagian Kartu Nelayan Pemerintah Kabupaten dan Kota Diminta Jemput Bola

    Beritasumut.com-Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) meminta Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten/Kota melakukan 'jemput bola

  • 4 tahun lalu

    Dinas Perikanan dan Kelautan Sumut Dorong Nelayan Bentuk Koperasi

    Beritasumut.com-Kadis Perikanan dan Kelautan Zony Waldi menjelaskan di Sumut ada sekira 250 ribu nelayan, namun hanya sekitar 37 ribu saja yang memili

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.