Kericuhan Pilkades di Desa Durian Dipicu Keterlambatan P2K Desa Panggil Pemilih

Kericuhan Pilkades di Desa Durian Dipicu Keterlambatan P2K Desa Panggil Pemilih
Beritasumut/Ilustrasi
Pilkades
Beritasumut.com-Kericuhan yang terjadi saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa ( Pilkades) di Desa Durian, Kecamatan Pantai Labu pada Selasa (19/4/2016) kemarin ternyata dipicu lambatnya Panitia Pemilihan KepalaDesa (P2K) Desa memanggil warga untuk memilih sehingga terjadi pembuludakkan warga.

Camat Pantai Labu Ayub Matondang SSos menerangkan, saat kejadian itu ada warga yang sudah menunggu sejak Tempat Pemungutan Suara (TPS) dibuka. Namun saat warga lainnya baru datang, tidak lama berselang namanya dipanggil untuk memilih sehingga menimbulkan kemarahan warga.

"Ada ibu-ibu menunggu sejak jam 8 pagi belum mencoblos, tapi ada warga yang baru datang sudah memilih sehingga menimbulkan kemarahan warga," ujarnya, Rabu (20/4/2016).

Lanjut Ayub, warga yang sudah terpancing amarahnya pun menyerang P2K Desa. Namun bukannya menenangkan warga, P2K Desa malah mendatangi para calon kades agar bisa menenangkan warga. "P2Knya diserbu warga, minta tolong sama para calon kades agar tim suksesnya menenangkan warga. Seharusnya P2Knya bisa menenangkan warga," terang Ayub. 

"Saat kejadian saya sedang di Desa Ramunia 2, saya datang sudah dibubarkan. Kertas sudah diamankan P2K, saya Plt Kades di Desa Durian. Sebelumnya tidak ada riak-riak, saat pembentukkan P2K datang 80 orang," ujar Ayub lagi. Ayub menambahkan di Desa Durian ada 5 calon kepala desa dan 10 desa. "Ada 3.100 lebih pemilih dari 10 dusun dengan lima calon kepala desanya," tandasnya. (BS05)