Jumat, 15 November 2019

    ESJA, Cagub dan Cawagub Sumut Paling Bersih

    Senin, 25 Februari 2013 21:44:00
    BAGIKAN:
    Ist

    Medan, (beritasumut.com) Drs Effendi Muara Sakti Simbolon-Drs H Jumiran Abdi (ESJA), merupakan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara yang paling bersih di antara lima pasangan calon. Sementara, tiga pasangan Cagub/Cawagub Sumut lainnya relatif bermasalah hukum. Hal itu diungkapkan Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Hukum Trimedya Panjaitan SH MH dalam Rapat Koordinasi Bidang Hukum, HAM dan Perundang-undangan PDI Perjuangan Sumut di Aula Bung Karno Kantor PDI Perjuangan Sumut, Jalan Hayam Wuruk Nomor 11, Medan, Jumat (23/02/2013).

    Karenanya, Trimedya mewanti-wanti agar masyarakat jeli dan berhati-hati dalam menentukan pilihannya pada 7 Maret mendatang. "Jangan memilih kandidat gubernur/wakil gubernur yang punya potensi masalah hukum. Juga masalah hukum terhadap partai politiknya," tegas Trimedya.

    Kekhawatiran Trimedya beralasan jika melihat Pilgub Sumut 2008 lalu, dimana pasangan calon terpilih punya masalah hukum. "Jangan sampai terulang seperti Walikota Medan Abdillah dan Gubernur Sumut Syamsul Arifin. Untuk itu, masyarakat harus berhati-hati dalam memilih pasangan Cagub/Cawagub Sumut di Pilgub Sumut 2013 ini," ujar Trimedya.

    Dalam kaitan itu, Rapat Koordinasi Bidang (Rakorbid) Hukum, HAM dan Perundang-undangan yang digelar PDIP Sumut, menurutnya merupakan rakorbid ke-26 dari 33 provinsi di Indonesia. Dan itu merupakan perintah langsung Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, dalam rangka konsolidasi partai. "Mengambil momentum saat menjelang pilkada, agar bisa diaktualisasikan dalam kaitannya dengan pilkada," imbuhnya.

    Sekaligus juga untuk kesiapan menangkal segala permasalahan-permasalahan hukum di Pilgub Sumut dan pasca 7 Maret 2013. Menjadikan bidang hukum partai berperan untuk memenangkan pasangan ESJA.

    Selain dihadiri Trimedya Panjaitan, pembukaan pembekalan Rakorbid Hukum, HAM dan Perundang-undangan tersebut juga menghadirkan diantaranya, Ketua Departemen Hukum DPP PDI Perjuangan DR Junimart Girsang, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Panda Nababan, Wakil Ketua Bidang Hukum DPD PDI Perjuangan Sumut H Alamsyah Hamdani SH, Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut Sutarto dan Koordinator Tim Merah Putih Budiman Nadapdap. Sedangkan peserta Rakorbid Hukum, HAM dan Perundang-undangan tersebut adalah Wakil Ketua Bidang Hukum DPC PDI Perjuangan se Sumut.

    Menurut Junimart Girsang, rapat koordinasi merupakan persiapan diri mengantisipasi penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di Pilgub Sumut. Menurutnya, dengan terjun di bidang hukum, secara otomatis harus memiliki sikap positif, menentukan sikap dan mempersiapkan bekal guna menyikapi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.

    "Ini harus betul-betul dipahami. Contohnya, dengan penerapan yang diberikan kepada saksi-saksi di lapangan, utamanya di tingkat PAC. Awasi saksi-saksi, karena kunci Pilgub Sumut adalah saksi. Dan 90 persen penyimpangan dominan terjadi di PAC," urainya.

    Karenanya, kata Junimart, menuju 7 Maret nanti, segala seuatu yang berkaitan dengan hukum harus sudah dipersiapkan. Terutama antisipasi dan koordinasi di daerah terhadap PAC-PAC.
     
    Rakorbid Hukum, HAM dan Perundag-undangan ini menurut Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Panda Nababan, menjadi peristiwa penting dan mahal di tengah hiruk pikuknya kampanye Cagub/Cawagub Sumut yang sedang berlangsung. "Jika kita tidak melakukan ini, maka semua yang dilakukan tim ESJA akan menjadi mubazir. Apalagi, dari 5 pasangan calon, sama sekali tidak ada melakukan hal seperti ini," ujarnya.

    Karena itu, kata Panda, Pilgub Sumut 7 Maret yang tinggal hitungan hari lagi, harus dimanfaatkan untuk mempersiapkan segala kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Terutama untuk tetap menjaga hak suara dan menyelamatkan hak suara. "Karena hal itu merupakan bagian dari tugas dan tanggungjawab kita," tandasnya.

    "Paling utama adalah mempersiapkan diri agar jangan sampai dicurangi. Karena kita tidak mau menjadi partai yang konyol untuk kemudian menghadapi Pemilu 2014," imbuh Budiman Nadapdap.

    Ditegaskannya, antisipasi dini menghalau kecurangan-kecurangan tersebut, diantaranya, adalah kesiapan mengakomodir saksi-saksi, advokasi pasangan calon dan menggerakkan pemilih. Dalam kesempatan itu, Budiman juga menerangkan, selama 3 bulan disosialisasikan di 33 kabupaten/kota, berdasarkan survey tren posisi tingkat dikenal, pasangan ESJA ada di nomor 2. Tetapi, kata Budiman, dikenal saja tidaklah cukup. Tentu juga harus dibarengi tren posisi tingkat disayang dan dipilih. "Ini yang mau kita lakukan terhadap pasangan ESJA. Ini sudah menjadi tugas kita. Dan kita harus bekerja keras untuk memenangkan ESJA," pungkasnya. (BS-035)
    T#g:
      komentar Pembaca
      Berita Terkait
  • 3 tahun lalu

    Pembobol Rumah Kasi Kesjas Brimob Poldasu Ditangkap di Delitua

    Beritasumut.com-Pembobol rumah Kala Kasi Kesjas Brimob Polda Sumatera Utara (Poldasu), AKP Zega berhasil ditangkap anggota Brimob di kawasan Jalan

  • 5 tahun lalu

    Polresta Medan Tangkap Perampok Abang Trimedya Panjaitan

    Beritasumut.com - Unit Jahtanras Satreskrim Polresta Medan mengamankan dua pelaku perampokan terhadap Sumihar Panjaitan (60) warga Jakarta. Korba

  • 5 tahun lalu

    Abang Trimedya Panjaitan Kena Rampok, Kapolresta Medan Tegur Kapolsek Medan Barat

    Beritasumut.com - Sumihar Panjaitan (60) dirampok di depan Stasiun Besar Kereta Api Medan, Jalan Stasiun, Medan, Ahad (19/4/2015). Akibat kejadia

  • 5 tahun lalu

    Abang Trimedya Panjaitan Dirampok di Medan

    Beritasumut.com - Sumihar Panjaitan (60) warga Jakarta mengalami peristiwa nahas, Ahad (19/4/2015) sore.Abang kandung Wakil Ketua Komisi III DPR RI Tr

  • 7 tahun lalu

    Effendi Simbolon Restui Burhanuddin & Parningotan

    Medan, (beritasumut.com) Mantan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Burhanuddin Rajagukguk dan mantan Ketua Tim Relawan Garuda, tim pemenangan pasa

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.