Jumat, 22 November 2019

    Dinas Pertanian dan Peternakan Madina Diduga Markup Anggaran Penggemukan Sapi

    Kamis, 14 November 2013 17:07:00
    BAGIKAN:
    Google

    Panyabungan, (beritasumut.com) – Selain diduga korupsi anggaran program cetak sawah dan saung penyuluh pertanian, Dinas Pertanian dan Peternakan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) juga diduga markup anggaran penggemukan sapi Tahun 2013.

    Program penggemukan sapi yang dianggarkan dalam APBD Madina Tahun Anggaran 2013 sebesar Rp500 juta.

    Dari hasil investigasi, wartawan hanya menemukan beberapa ekor sapi di lapangan. Seperti di Desa Salambue ditemukan 6 ekor, di Keluarah Kotasiantar 3 ekor dan di Kotanopan 10 ekor. Seharusnya sapi yang dianggarkan tersebut sekitar 50 ekor sapi.

    Menanggapi dugaan mark up anggaran penggemukan sapi di Dinas Pertanian dan Peternakan Madina, Sekjen Pergerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Madina (PMP2M) Sahminan Lubis, angkat bicara. 

    Disebutkannya, masalah di Dinas Pertanian dan Peternakan Madina sudah sangat banyak mulai dari cetak sawah hingga program penggemukan sapi. Hal ini perlu jadi bahan pertimbangan Plt Bupati Madina.

    “Mengenai penggemukan sapi Tahun Anggaran 2013 ini yang anggarannya sebanyak Rp500 juta, kita mendapat informasi anggarannya diduga dimarkup oleh pihak Dinas Pertanian dan Peternakan. Kejadian ini sangat kita sayangkan, sebab program yang langsung menyentuh masyarakay ini juga diduga dikorupsi,” paparnya di Panyabungan, Kamis (14/11/2013).

    Informasi di lapangan, yang di mark up oleh dinas antara lain harga sapi dan ukuruan sapi dibeli. “Yang seharusnya dari perhitungan kita harga sapi tersebut perekornya sesuai pagu anggaran sebesar Rp8 juta dan itu sudah harga normal. Namun informasi yang kita terima dari penerima sapi harga sapinya hanya mencapai Rp5 juta dan ukuran sapi juga diduga tidak sesuai. Selain itu di lapangan kita hanya menemukan beberapa ekor sapi dari yang seharusnya 50 ekor,” terangnya.

    Dari temuan-temuan tersebut diharapkan bisa menjadi bahan masukan kepada BPK Perwakilan Sumatera Utara maupun Kejaksaan Tinggi Sumut untuk memberikan efek jera kepada oknum Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Madina Taufik Zulhendra Ritonga.

    “Kemudian Plt Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution diharapkan mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Pertanian Madina. Bagaimana pertanian dan peternakan di Madina mau maju kalau anggarannya dikorupsi,” ucapnya.

    Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Madina Taufik Zulhendra Ritonga yang ingin dikonfirmasi wartawan, tidak pernah dapat dijumpai di kantor dan nomor teleponnya tidak pernah aktif. (BS-026)
    T#g:
      komentar Pembaca
      Berita Terkait
  • 6 tahun lalu

    Penegak Hukum Diminta Usut Dugaan Korupsi di Dinas Pertanian dan Peternakan Madina

    Panyabungan, (beritasumut.com) – Aparat penegak hukum diminta mengusut dugaan korupsi di Dinas Pertanian dan Peternakan Pemerintah Kabupaten Mandailin

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.