Dinas Bina Marga Medan Diminta Ekstrim Tangani Banjir


Dinas Bina Marga Medan Diminta Ekstrim Tangani Banjir
Google

Medan, (beritasumut.com) Dinas Bina Marga Pemerintah Kota Medan diminta untuk melakukan langkah ekstrim dalam menangani masalah banjir di Ibukota Provinsi Sumatera Utara ini. Pasalnya, hingga kini Kota Medan masih selalu kebanjiran, padahal dana yang tersedot untuk antisipasi banjir khususnya penanganan drainase selama ini mencapai Rp1 triliun.
 
"Hingga kini banjir masih tetap menjadi persoalan yang belum terantisipasi, padahal dana untuk penanganan drainase di Kota Medan selama ini mencapai Rp1 triliun termasuk untuk 2014 yakni Rp120 miliar. Kinerja yang dilakukan Bina Marga tidak maksimal, harus ada langkah ekstrim menangani banjir," kata Anggota Komisi D DPRD Kota Medan Muslim Maksum dalam rapat pembahasan Ranperda R-APBD Kota Medan 2014 di Gedung DPRD Medan, Jalan Krakatau, Medan, Selasa (26/11/2013). 

Rapat dipimpin Wakil Ketua Komisi D Landen Marbun didampingi Sekretaris Daniel Pinem serta anggota komisi lainnya dan dihadiri Kadis Binamarga Medan Khairul Syhanan berserta staf.
  
Muslim mencontohkan penanganan banjir secara ekstrim yang dilakukan pemerintah Kota Surabaya yang hasilnya dapat mengatasi masalah banjir. 

"Bina Marga Medan harus mencontoh langkah ekstreme seperti yang dilakukan Pemerintah Surabaya dalam penanganan banjir," sebutnya.
 
Menjawab ini, Kadis Bina Marga Khairul Syahnan mengatakan penanganan banjir di Kota Medan telah dilakukan maksimal. Buktinya, dari 65 titik genangan air di Kota Medan, pihaknya telah mengatasi 20 titik. Namun kesulitan dilapangan yakni pola masyarakat yang membuang sampah secara sembarangan. 

"Jadi walaupun drainase dikerok, namun bila sampah dibuang sembarangan maka akan kembali terjadi penyumbatan drainase. Namun begitu kita tetap melakukan penanganan banjir," terangnya.
 
Khairul juga mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah mengerjakan titik genangan air lainnya. 

"Pada 2014 juga kita telah menganggarkan untuk penanganan genangan air ini," jelasnya.
 
Namun Muslim meminta agar Bina Marga lebih fokus melakukan perawatan penanganan genangan air ini daripada melakukan pembangunan baru. 

"Karena akan sia-sia bila apa yang sudah dibangun tidak dirawat. Jadi, lebih baik saat ini Bina Marga fokus ke perawatan. Saya inginkan untuk 2014 ini ada dianggarkan minimal 20 genangan air," pintanya.
 
Hal senada dikatakan Landen Marbun yang meminta agar Bina Marga lebih fokus untuk perawatan daripada pembangunan. 

"Setelah perawatan baik, kita bisa pikirkan untuk mulai pembangunan baru," tambah Landen.
 
Selain itu, Landen juga meminta Bina Marga menyerahkan data 20 titik genangan air tersebut dan sisanya yang belum ditangani.
 
Sementara Daniel Pinem mengusulkan dalam penanganan drainase dibutuhkan lahan untuk menanmpung genangan air. Karenanya, Daniel meminta agar Pemko Medan menganggarkan dana untuk pembebasan lahan sebagai lokasi penampungan genangan air.
 
Untuk 2014, Dinas Bina Marga Medan menganggarkan untuk belanja tidak langsung senilai Rp17 miliar lebih dan belanja langsung Rp400 miliar lebih. Sedangkan untuk penerimaan PAD dari sewa alat berat senilai Rp750 juta. (BS-001)

Tag: