Selasa, 22 Oktober 2019

    Diduga Banyak PJTKI Ilegal, Disnaker Medan Harus Turun

    Jumat, 14 Februari 2014 20:25:00
    BAGIKAN:
    Google
    Ilustrasi
    Medan, (beritasumut.com) – Bisnis perdagangan manusia seolah tidak ada habisnya. Pasalnya, dengan menjual jasa kepada calon TKI, baik agen maupun perusahaan yang memberangkatkan mendapatkan keuntungan yang cukup lumayan.

    Contohnya kasus yang dialami Ardiansyah (26) warga Desa Durian, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, ini. Akibat permainan agen nakal, ia harus kehilangan istri tercinta Yuli (20) yang sudah dua bulan pergi dari rumah untuk mengadu nasib di negeri jiran Malaysia meskipun tidak mendapatkan restu dari suaminya.

    Kepada wartawan di Medan, Kamis (13/2/2014), Dian mengaku, Yuli berangkat menjadi TKI non formal ke Malaysia melalui agen yang sering datang ke desa-desa. Walaupun keinginan sang istri cukup kuat untuk mencari nafkah dirantau orang, namun selaku kepala rumah tangga dirinya merasa mampu untuk membiayai kebutuhan rumah tangga mereka meskipun harus berjibaku pagi siang malam dan bersaing dengan nelayan lainnya yang seprofesi dengannya sebagai pengepul ikan. Akan tetapi, Yuli dengan pendiriannya yang keras, tetap memaksa pergi meskipun dengan menggunakan jasa agen nakal.

     “Aku tak pernah izinkan dia berangkat ke Malaysia bang. Karena aku larang, dia pulang ke rumah orang tuanya. Disanalah dia urus izin palsu itu,” keluhnya.

    Lantaran sudah dua bulan tak ada kabar dari sang istri, Dian akhirnya menelusuri awal kebrangkatan istrinya. Setelah ia dapati informasi dari Lurah tempat tinggal lama sang istri, betapa terkejutnya ia ketika pak lurah pun menyatakan tak mengetahui keberangkatan Yuli.

    “Waktu aku tanya lurah, dia bilang gak ada nama Yuli yang mengurus izin domisili sebagai syarat kelengkapan berkas untuk keberangkatan. Siapa yang gak panik,” ungkapnya seraya mengulangi perkataan Lurah Pangkalan Dodek, Kecamatan Medang Deras.

    “Setelah itu, aku cari agennya sampai dapat dan dari si agen itulah aku tau alamat perusahaan jasa yang memberangkatkan istriku. Namanya PT Mitra Karya Sarana Nusa yang beralamat di Jalan Bahagia By Pass, tapi nomornya gak hafal aku. Aku gak tau lagi mau kemana mencari solusi untuk masalah ini,” imbuhnya.

    Menyikapi permasalahan itu, Anggota Komisi B DPRD Medan Yahya Payungan Lubis meminta Dinas Tenaga Kerja Kota Medan maupun BP3TKI Provinsi Sumut untuk segera mengambil tindakan.

    Pasalnya menurut Yahya, banyak PJTKI ilegal yang beroperasi di Medan berkedok rumah tinggal. Hanya saja kurang terpantau oleh dinas terkait, bahkan tak diragukan lagi adanya permainan oknum di lingkungan yang dengan sengaja menyembunyikan keberadaan rumah penampungan TKI tersebut.

    “Kalau dinas terkait mau berkerjasama dalam menuntaskan kasus perdagangan manusia di Medan khususnya, bisa-bisa saja. Masalahnya tidak adanya keinginan tersebut. Karena uang jasa yang dihasilkan dari usaha seperti ini cukup besar. Jadi sangat mudah dimanfaatkan oknum untuk mengeruk keuntungan secara pribadi,” ungkap Yahya.

    Lanjut Yahya, sampai detik ini tidak satupun keluarga korban perdagangan manusia yang melaporkan ke komisinya untuk meminta pertolongan. Hal inilah yang menyebabkan Komisi B DPRD Medan tidak sekalipun membahas PJTKI nakal yang beropreasi di Medan.

    “Selama saya bertugas di Komisi B DPRD Medan, tidak pernah kami Rapat Dengar Pendapat yang membahas PJTKI nakal. Selalu yang dibahas tentang buruh, lingkungan dan pendidikan. Padahal masalah perdagangan manusia itu merupakan isu nasional dan juga membutuhkan perhatian khusus dalam penanganannya,” terangnya.

    Dalam kesempatan ini, Yahya menyarankan kepada warga Medan maupun di luar Kota Medan agar melapor ke Komisi B, jika menemukan permasalahan terkait penyaluran tenaga kerja. “Walaupun dia bukan warga Medan, tapi kantor PJTKI itu di Medan. Itu wewenang kita (Komisi B), jadi buat laporan secara resmi. Kami siap mengawal permasalahan ini sampai tuntas,” janjinya. (BS-001)
    T#g:
      komentar Pembaca
      Berita Terkait
    Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.