Minggu, 15 Desember 2019

    DPC Partai Demokrat Medan Juga Bantah Terima Surat Izin Gubernur Sumut Terkait Penahanan Denni Ilham Panggabean

    Sabtu, 01 Maret 2014 00:00:00
    BAGIKAN:
    Ilustrasi. (Google)
    Medan, (beritasumut.com) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Medan tidak ada menerima Surat Izin Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho terkait penahanan Anggota DPRD Kota Medan dari Partai Demokrat Denni Ilham Panggabean..

    "Tapi katanya kedua belah pihak sudah berdamai. Bukan Surat Keterangan (SK) Penahanan, melainkan surat izin. Kita (partai) tidak ada menerima surat itu, mungkin hanya ke Polda Sumut. Kalau sebelumnya itu surat pemeriksaan. Dia (Denni) sudah diperiksa Polda Sumut, yang katanya waktu itu akan dilakukan penjemputan paksa," tutur Sekretaris DPC Partai Demokrat Medan Bangun Tampubolon di Medan, Jumat (28/2/2014).

    Dengan fakta yang ada, bukan mustahil jika pada akhirnya Polda Sumut melakukan penahanan kepada Deni Ilham, dan kemudian statusnya berubah menjadi terdakwa serta menjalani persidangan, kemudian divonis bersalah dan selanjutnya harus menjalani hukuman kurungan badan alias penjara.

    Apakah dengan kondisi ini, status yang melekat pada Denni itu bisa gugur?

    Menjawab pertanyaan itu, Bangun Tampubolon lebih berhati-hati dan terkesan memberi perlindungan dalam memberikan komentarnya.

    "Itu kan surat izin. Izin ini kan bisa saja dilakukan, bisa saja tidak oleh penyidik Polda Sumut," jawabnya.

    Merujuk pada Undang-undang (UU) No 8 Tahun 2012 yang salah satu isinya menyebutkan, jika pejabat pemerintah, pejabat daerah, anggota dewan dan lainnya terancam vonis di atas 5 tahun maka jabatan dan statusnya bisa gugur secara langsung.

    Menyikapi pertanyaan itu, Bangun Tampubolon terkesan tak ingin berasumsi berlebihan.

    "Kita tidak boleh mendahului, di mata hukum kan ada azas pra duga tak bersalah," sebutnya.

    Sedangkan itu, terkait pencalegan kembali Deni Ilham, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan menjelaskan, masalah itu akan dirujuk melalui UU No 8 Tahun 2012.

    "Itu nanti tergantung proses sidangnya, apakah nanti ancaman vonisnya di atas lima tahun atau tidak. Sesuai undang-undang yang ada, kalau ancamannya saja di atas lima tahun, status atau jabatannya bisa gugur. Kalau tidak, bisa dikembalikan setelah menjalani hukuman. Dan masalah itu juga masih bisa diajukan lagi ke Mahkamah Konstitusi (MK)," katanya.

    Sebelumnya, Surat Izin Penahanan terhadap Deni Ilham yang dikeluarkan oleh Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho sudah diterima Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut.

    "Saya belum menerima hasil penyelidikanya dari penyidik. Jadi saya belum mengetahui, apakah hasil penyelidikan itu akan menahan Denni atau tidak, karena penyidik masih mendalaminya," ungkap Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Dedi Irianto di Mapolda Sumut, Kamis (27/2/2014).

    Dedi juga mengakui pihaknya telah menerima surat izin penahanan terhadap Denni dari Gubernur Sumut.

    Terpisah, Kasubdit II Harta Benda (Harda)/Tanah dan Bangunan (Tahbang) Dit Reskrimum Polda Sumut AKBP Yusup Saprudin, Kamis (27/2/2014) juga membenarkan, pihaknya sedang memeriksa Denni saat itu.

    "Ya, benar tadi sudah kita periksa," kata Yusup singkat.

    Sebelumnya, Subdit II Harda Tahbang Dit Reskrimum Polda Sumut menjemput paksa Denni Ilham Panggabean dari kediamannya, Jalan Eka Warni, Medan Johor, Jumat (24/1/2014) lalu, karena mangkir dari panggilan penyidik.

    Denni ditetapkan sebagai tersangka atas laporan Arkham Ray ke Polda Sumut yang menuding Deny telah melakukan penipuan hingga Arkham mengalami kerugian sebesar Rp2 miliar.

    Subdit II Harda/Tahbang juga membenarkan, pihaknya telah menangkap dan memeriksa Denni dengan status tersangka.

    Setelah berulangkali mangkir dari panggilan penyidik, nama Deni sebelumnya juga sempat dimasukan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

    Informasi yang diperoleh di Polda Sumut menyebutkan, status tersangka yang disandang Denni ini terkait dengan jual beli rumah di Jalan Gajah Mada, Medan.

    Pada Tahun 2012, Denni meminjam uang dari Akhram Ray sebesar Rp2 miliar. Namun, saat pembayaran utang itu jatuh tempo, Denni tak sanggup untuk mengembalikanya.

    Sebagai kompensasiny, Denni menawarkan sebuah rumah yang diakuinya adalah sebagai miliknya di Jalan Gajah Mada seharga Rp4 miliar untuk dilunasi Arkham Ray.

    Saat akan melunasi pembayaran dan menempati rumah itu setelah dipotong pinjaman Deny, Arkham Ray dihalangi oleh salah seorang kerabat Deni, alasanya rumah tersebut masih dalam sengketa dan sedang di proses di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

    Arkham Ray pun menuntut kembali uangnya yang dipakai Denni dan mengurungkan niatnya untuk membeli rumah tersebut.

    Namun Denni mengaku saat itu dirinya sedang tak punya uang. Denni pun berjanji akan segera mengembalikan uang yang dipinjamnya itu.

    Tak sabar, Arkham Ray pun melaporkan kasus itu ke Polda Sumut yang selanjutnya ditangani Subdit II Harda/Tahbang Dit Reskrimum Polda Sumut. Deni pun akhirnya menjadi tersangka.

    Informasi terakhir yang diperoleh menyebutkan, hasil sidang PTUN memutuskan kalau rumah yang disengketakan itu jatuh menjadi milik Denni. Namun, Arkham Ray tetap bersikeras agar uangnya dikembalikan oleh Denni. (BS-001)
    T#g:
      komentar Pembaca
      Berita Terkait
  • 4 tahun lalu

    Mantan Ketua DPRD Medan Denni Ilham Panggabean Kembalikan Mobil Dinas

    Beritasumut.com - Mantan Ketua DPRD Kota Medan Denni Ilham Panggabean mengembalikan satu unit mobil dinas Toyota Altis BK 1655 K warna hitam metalik k

  • 5 tahun lalu

    Kejati Sumut Sulit Kabulkan Penangguhan Penahanan Boy Hermansyah

    Beritasumut.com Penahanan tersangka kredit fiktif BNI 46 Jalan Pemuda, Medan sebesar Rp129 miliar, Boy Hermansyah, rencananya akan ditangguhkan deng

  • 5 tahun lalu

    Direktur Pabrik Kompor Bantah Pecat Buruh

    Medan, (beritasumut.com) Direktur Opersional PT Hiockinda Citralestari Sugimin mengatakan pihaknya sama sekali tidak ada melakukan pemecatan secara

  • 5 tahun lalu

    Polsek Percut Tangguhkan Penahanan Bripka Ali Husni Nasution

    Medan, (beritasumut.com) Bripka Ali Husni Nasution (37) warga Jalan Katamso Gang Amir, Kelurahan Maimun, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan yang men

  • 6 tahun lalu

    Dirresnarkoba Polda Sumut Bantah Anggotanya Aniaya Dodi Hingga Tewas

    Medan, (beritasumut.com) Direktur Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Dirresnarkoba Polda Sumut) Kombes Pol Toga Habinsaran Panjaitan

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.