Bupati Tidak Hadir, Paripurna Istimewa Hanya Dihadiri 10 Anggota DPRD Madina


Bupati Tidak Hadir, Paripurna Istimewa Hanya Dihadiri 10 Anggota DPRD Madina
M Saima Putra
Ruang Sidang Paripurna DPRD Madina, terlihat sepi saat Paripurna Istimewa dalam rangka Pidato Kenegaraan HUT ke-70 RI, Jumat (14/8/2015).
Beritasumut.com - Pembacaan pidato kenegaraan dalam Hari Ulang Tahun ke-70 Republik Indonesia pada Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) hanya dihadiri 10 Anggota DPRD dan tanpa dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Madina, Jumat (14/8/2015).

Pantauan wartawan di gedung DPRD Madina sekira pukul 09.00 WIB, paripurna hanya dihadiri 10 Anggota DPRD, Wakil Bupati Madina Imron Lubis, dan sebagian Kepala SKPD Madina.

Pada siang harinya sekira pukul 14.30 WIB, paripurna hanya dihadiri tujuh Anggota DPRD Madina, tanpa dihadiri Bupati Dahlan Hasan Sution dan Wakil Bupati Imron Lubis.

Sekretaris DPRD Madina Iqbal Arifin yang dikonfirmasi terkait ketidakhadiran Anggota DPRD dalam paripurna, menyampaikan, mereka tidak hadiri karena masih tugas luar, yaitu bimtek ke Jakarta.

“Dan perlu saya terangkan bahwa saya masuk ke sini jadwal-jadwal itu sudah ada, jadi tidak ada perubahan. Makanya Anggota DPRD berangkat bimtek," jelasnya.

Paripurna istimewa ini biasanya dilakukan pada 15 Agustus, namun karena ada sesuatu hal dimajukan pada 14 Agustus, paparnya.

“Kalaulah paripurna istimewa ini dilaksanakan Sabtu besok, mungkin 23 Anggota DPRD yang berangkat bimtek akan bisa hadir, karena posisi mereka saat ini sedang dalam perjalanan pulang," jelasnya.

Mengenai ketidakhadiran Bupati dan Wakil Bupati, itu bukan wewenang Sekretariat DPRD. “Kami tidak tau, yang tau itu protokol pemda, kami sifatnya hanya mengundang," paparnya. 

Menanggapi banyaknya Anggota DPRD dan Pemerintah yang tidak menghadiri pidato kenegaraan HUT ke-70 RI dalam paripurna istimewa DPRD Madina, Faisal Ardiansyah salah seorang aktifis di Madina menilai hal tersebut merupakan sebuah pelecehan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kita bisa melihat rasa nasionalisme Anggota DPRD Madina dan Pemerintah dalam HUT RI ini. Mereka tidak menghargai para pahlawan kita yang telah bersusah payah merebut kemerdekaan melawan penjajah," paparnya.

“Mereka (DPRD dan Pemkab Madina), bukan ikut berjuang, berperang melawan penjajah. Hanya mempertahankan dan memperingati kemerdekaan, itu pun tidak mereka hargai," imbuhnya.

“Seharusnya mereka sadar karena merekalah yang menikmati kemerdakaan ini, bukan pahlwan yang telah gugur di medan perang,” pungkasnya. (BS-026)

Tag:Bupati