Beredar SMS Kampanye Hitam Sudutkan Amri-RE


Beredar SMS Kampanye Hitam Sudutkan Amri-RE
Ist

Medan, (beritasumut.com) – Satu pekan sebelum hari pencoblosan Pilgub Sumatera Utara, aroma black campaign mulai terasa. Beredar SMS dari nomor 085316114478. Isi lengkapnya, “Mari kita pilih nomor urut 4 Bpk Amri Tambunan jadi gubernur kita. Jika bpk/ibu memilih bpk Amri kami akan berikan bantuan. Silahkan hubungi no ini.”

Sekretaris Tim Pemenangan Amri-RE Sumatera Utara Dr Bahdin Nur Tanjung menegaskan hal itu merupakan bentuk kampanye hitam, untuk membuat kesan seolah-olah Amri-RE bermain politik uang. “Saya nyatakan itu bukan berasal dari tim pemenangan Amri-RE, Tim Tepat, Sahabat RE, atau semua komponen pendukung. Itu jelas merupakan bentuk fitnah,” tegasnya Medan, Jumat (01/03/2013).

Bahdin menyatakan, pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara Drs H Amri Tambunan-Dr RE Nainggolan MM justru selalu menekankan bahwa politik uang harus dilawan. “Di berbagai kesempatan, Pak Amri dan Pak RE selalu menyerukan bahwa mereka bertekad melawan politik uang, bahkan menegaskan lebih baik tidak terpilih daripada jika harus main uang,” katanya.

Ketika ditanyakan apakah black campaign itu dilakukan oleh kompetitor dalam Pilgub Sumut, secara diplomatis Bahdin mengelak menjawab. “Kita berprasangka baik saja bahwa semua kandidat yang ikut dalam Pilgub Sumut ini menghendaki pilkada yang bersih, fair dan jujur. Yang jelas, itu bukan dari kita. Saya bisa jamin itu,” katanya menegaskan.

Hal senada disampaikan Sekretaris Sahabat RE Sumut Ir Ronald Naibaho. “Justru kita selalu yang terdepan dalam melawan politik uang. Di mana-mana kita selalu menegaskan itu. Bahkan di beberapa tempat, justru kita yang mendapat sumbangan secara sukarela dari masyarakat yang bersimpati,” katanya.

Nomor itu sendiri ketika dihubungi sampai Jumat sore masih aktif, namun tidak diangkat. Ketika dihubungi kembali sekitar pukul 17.30 WIB, sudah tidak aktif lagi. Demikian pula ketika sebelumnya wartawan dan Tim Media Amri-RE mencoba mengkonfirmasi melalui pesan singkat, tidak dijawab.

Dari penelusuran wartawan, momor tersebut merupakan nomor Kartu As Telkomsel untuk area Jakarta dan sekitarnya. “Namun siapa saja bisa membeli kartu perdana dengan mudah saat ini, dan bisa saja dia memberikan identitas palsu saat mendaftarkan nomor tersebut,” ujar Ronald sembari mengatakan pihaknya akan melaporkan hal tersebut ke Panwaslu dan kepolisian. (BS-001)

Tag: