Bangunan Tanpa Izin Menjamur Bukti Lemahnya Kinerja Dinas TRTB Medan


Bangunan Tanpa Izin Menjamur Bukti Lemahnya Kinerja Dinas TRTB Medan
Komisi D DPRD Medan didimpin Ketua Komisi Ahmad Arif meninjau bangunan ruko 4 unit tanpa izin di Jalan Selamat/Prajurit, Kelurahan Durian, Kecamatan Medan Timur, Rabu (14/5/2014). (Ist)
Medan, (beritasumut.com) – Komisi D DPRD Kota Medan menemukan bangunan melanggar aturan di Kota Medan saat ini sangat menjamur. Dewan menuding kinerja Dinas Tata Ruang Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan lemah. Akibatnya, diperkirakan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi Izin Mendirikan Bbangunan (IMB) sangat besar.
 
Lemahnya pengawasan dari Dinas TRTB, bukan saja hanya kehilangan PAD, tapi terbukti sudah merusak tata ruang Kota Medan yang tampak semrawut. ”Kesannya, pihak developer yang mengendalikan Pemko Medan. Dibangun duluan, soal izin belakangan, kendatipun izin diurus kembali, akhirnya izin yang menyesuaikan bangunan tapi bukan semestinya yakni pembangunan harus sesuai izin,” kesal Ketua Komisi D DPRD Medan Ahmad Arif saat meninjau salah satu bangunan tanpa IMB di Medan, Rabu (14/5/2014).
 
Seperti peninjauan yang dilakukan Ahmad Arif bersama Sekretaris Komisi D DPRD Daniel Pinem, Parlaungan Simangunsong, Faisal dan Jumadi di Jalan Selamat/Jalan Prajurit, Kelurahan Durian, Kecamatan Medan Timur. Terbukti bangunan rumah toko (Ruko) 4 unit 3 lantai tanpa IMB berjalan mulus. Padahal, bangunan ini juga melanggar roilen jalan samping 3 meter dan depan 4 meter. Ditambah lagi keberatan dari warga tetangga sebelah karena tidak memiliki gang kebakaran.
 
“Ini salah satu bukti lemahnya pengawasan TRTB, pengerjaan bangunan berjalan mulus hingga kondisi 50 % tapi tidak memiliki izin bahkan melanggar roilen. Kita minta Dinas TRTB tidak memberikan izin dan dispensasi izin roilen karena pelanggaran sangat fatal. Kepada TRTB supaya tegas membongkar rata bangunan serta pengerjaan dihentikan,” tegas Arif. 
 
Pada kesempatan itu, mantan Ketua Komisi D Parlaungan Simangunsong menekankan kepada Dinas TRTB agar tetap mengedepankan penataan kota ketimbang perolehan PAD. Artinya, terkait masalah roilen jalan, garis sempadan bangunan (GSB) dan rencana jalan serta peruntukan sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) harus dijaga dengan benar, sehingga kota Medan dapat tertata bagus.
 
Terkait keberatan dan kerusakan rumah tetangga akibat pembangunan, Parlaungan mengharapkan Dinas TRTB supaya dapat memediasi kedua belah pihak. Pihak pengembang diminta harus bertanggungjawab dan taat terhadap aturan yang berlaku.   
 
Sementara itu, Kabid Pemberdayaan dan Pemanfaatan Tata Ruang Dinas TRTB Ali Tohar didampingi Kasi Pengawasan Darwin yang hadir saat peninjauan kepada wartawan mengaku belum ada memberikan izin terhadap bangunan tersebut. Ali Tohar mengaku, pihak pengembang sudah pernah mengajukan permohonan izin untuk 4 unit namun ditolak karena tidak sesuai dengan peruntukan .
 
“Kita pun sudah pernah membongkar karena tanpa izin bahkan melanggar rolien jalan samping dan roilen jalan depan tapi pemilik tetap saja membangun. Kita sudah agendakan untuk pembongkaran kembali,” terang Ali Tohar. (BS-001)

Tag: