Anak Muda Golput Nggak Asyik!


Anak Muda Golput Nggak Asyik!
Ilustrasi. (Google)
Medan, (beritasumut.com) – Jelang hari pencoblosan Pemilu Legislatif 2014 yang kian dekat, sosialisasi untuk mendongkrak partisipasi masyarakat terus digiatkan.

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho ikut mensosialisasikan pemilu ke kalangan pemilih pemula, Jumat (21/3/2014).

Kepada anak-anak muda, Gubernur Sumut meminta mereka jadi pemilih cerdas dan tidak golput karena golput tidak asyik.

Sosialisasi lewat diskusi interaktif ini dikemas bergaya anak muda. Bertempat di Lapangan Futsal Electrik Ball, Medan Johor, diskusi melibatkan sekitar 300 pemilih pemula.

Diskusi santai berdesain ala football ini mengambil tema “Yang Muda Yang Menentukan” dan disiarkan secara live di 40 stasiun radio di Sumut.

Dialog interaktif ini digagas Dinas Kominfo Sumut. Selain menghadirkan Gubernur Sumut juga menghadirkan Ketua Bawaslu Sumut Syafrida R Rasahan dan Komisioner  KPU Sumut Yulhasni sebagai narasumber.

Kepala Dinas Kominfo Sumatera Utara Jumsadi Damanik menjelaskan, dialog interaktif ini diselenggarakan sebagai upaya sosialisasi kepada masyarakat. Tak hanya ke kalangan pemilih pemula, dialog juga menyasar pemilih perempuan dan masyarakat di pinggiran kota.

“Dengan sosialisasi ini kita berharap masyarakat jadi tahu manfaat penting Pemilu dan kemudian mau datang ke TPS-TPS pada hari pencoblosan,” kata Jumsadi.

Dalam dialog interaktif selama 1,5 jam tersebut, Gubernur mengingatkan agar para anak muda pemilih pemula tidak golput. Karena dengan jumlah 28 persen dari total pemilih di Sumut jelas sangat menentukan masa depan Bangsa Indonesia.

"Golput itu tidak ada positifnya. Karena biaya pemilu berasal dari pajak masyarakat, sehingga jika golput maka ada kemubaziran. Sementara dari keterwakilan jelas, kalau suara pemilih sedikit maka pemilu juga jadi kurang berkualitas. Jadi golput itu nggak asyik," kata Gubernur Sumut menjawab pertanyaan penelpon dari Kota Tebing Tinggi.

Gubernur menambahkan, agar pemilu makin asyik maka para pemilih harus benar-benar mengenali para calon legislatif dan calon presiden. Pelajari rekam jejaknya, prestasinya dan komitmennya untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.

Komisioner KPU Sumut Yulhasni juga meminta pemilih pemula tidak menyia-nyiakan hak politik mereka.

"Agar tak salah pilih kenali partai dan caleg yang ikut Pemilu 2014. Lihat track record, pilih yang sesuai hati nurani. Pokoknya nggak keren kalau nggak ikut milihlah," ujar Yulhasni.

Ketua Bawaslu Sumut Syafrida R Rasahan juga mengajak para anak muda Sumut tidak golput. Karena suara mereka sangat penting untuk menentukan dan tidakboleh mengajak golput karena bisa diancam pidana 3 tahun penjara.

"Tidak boleh golput, apalagi menyarankan ke orang lain untuk tidak memilih," kata Syafrida.

Secara nasional pemilih pemula dan pemuda jumlahnya mencapai 50 juta, tak heran jika ceruk pemuda dan pemilih pemula menjadi rebutan para kontestan dari pemilu ke pemilu.

Dari data yang dirilis KPU, jumlah pemilih yang telah terdaftar untuk Pemilu 2014 adalah  186.612.255 orang. Dari jumlah tersebut 20-30 persen adalah pemilih pemula.

Dalam pendidikan politik, kelompok muda yang baru pertama kali akan menggunakan hak pilihnya dalam pemilu disebut dengan pemilih pemula.

Pemilih pemula ini terdiri atas mahasiswa dan siswa SMA yang akan menggunakan hak pilihnya pertama kali di Tahun 2014 ini.

Dialog interaktif yang diikuti para pelajar dan mahasiswa berlangsung meriah. Karena Dinas Kominfo Sumut juga menggelar pentas musik akustik serta kuis dan games berhadiah bola serta jersey grade ori klub-klub sepakbola dunia. (BS-021)

Tag: