Olahraga

Pantai Gading vs Ghana: Menuju Puncak Piala Afrika 2015


Pantai Gading vs Ghana: Menuju Puncak Piala Afrika 2015
Didier Drogba, Pantai Gading. (Google)
Beritasumut.com Drama Piala Afrika 2015 akhirnya mencapai puncak, dengan mentasnya Pantai Gading dan Ghana di partai final, yang digelar di Stadion Bata, Equatorial Guinea, Ahad (8/2/2015) malam ini atau Senin (9/2/2015) dini hari WIB.

Jelang dimulainya turnamen, kedua tim memang ditempatkan sebagai tiga unggulan teratas di samping Senegal. Pantai Gading dijejali oleh sederet bintangnya yang jadi andalan di klub top Eropa. Sementara Ghana merupakan tim yang tak henti melahirkan bintang baru, dengan pembinaan usia muda yang baik.

"Final ini menghadirkan dua tim terbaik dan terkuat dalam beberapa tahun terakhir di Afrika. Saya yakin laga akan berjalan ketat dan tak mudah bagi kami," ujar pelatih Pantai Gading, Herve Renard, jelang final.

Pantai Gading melaju ke partai puncak dengan start yang tak meyakinkan. Mereka gagal menang dalam dua laga perdana dengan imbang melawan Mali dan Guinea. Namun Yaya Toure cs berhasil bangkit untuk lolos dari babak fase grup, setelah menundukkan Kamerun 1-0 di laga pamungkas grup.

Kemenangan itu berlanjut dengan performa gemilang di babak perempat final dan semifinal, di mana Les Elephants menyingkirkan Aljazair dan Republik Demokratik Kongo. Laga final ini jadi yang kedua bagi Pantai Gading dalam empat pagelaran terakhir, namun mereka baru merengkuh sebiji trofi, yakni pada 1992.

"Masa lalu biarlah masa lalu. Masa kini akan dipaparkan dalam partai final nanti dan kami tak ingin kembali melenyapkan kesempatan emas ini," tegas bek andalan Pantai Gading, Wilfried Kanon.

Nyaris serupa dengan rivalnya di final, Ghana mencapai partai puncak bahkan dengan diawali kekalahan. Catatan itu terjadi saat Gyan Jonathan Mensah cs gagal membendung Senegal di laga perdana. Namun mereka bangkit secara luar biasa dengan empat kemenangan beruntun untuk menuju final.

Melupakan kebesaran Michael Essien, Sulley Ali Muntari, dan Kevin-Prince Boateng, Ghana muncul dengan permata barunya, Christian Atsu, Afriyie Acquah, hingga Andre Ayew.

"Saya selalu ingin meningkatkan level permainan dalam setiap partai. Dan saya ingin mencapai puncaknya di partai final nanti," seru Ayew, yang juga bintang utama Olympique Marseille.

Sayangnya di final nanti The Black Stars kemungkinan besar tak akan diperkuat oleh kapten sekaligus ujung tombak utamanya, Asamoah Gyan. Bomber yang kini membela Al Ain tersebut mengalami cedera lutut yang membuatnya absen di perempat final dan semifinal. Namun hal itu mungkin tak jadi masalah, karena di dua laga tersebut, Ghana mampu menang dengan gelontoran enam gol tanpa pernah kebobolan.

Menilik sejarah, motivasi Ghana untuk jadi kampiun jelas bertambah. Meski sudah meraih empat trofi turnamen, mereka absen juara sejak 1982 lalu, kendati jadi tim yang paling sering melaju ke final dengan sembilan partai.

Duel ini sulit diprediksi karena Pantai Gading dan Ghana sangat berimbang dalam berbagai aspek. Satu hal yang kemungkinan besar bakal diejawantahkan dalam hasil di atas lapangan. Babak adu penalti bisa jadi digelar untuk menemukan sang juara sejati. (BS-030)

Tag: