Kesehatan

RSUP H Adam Malik Belum Temukan Pasien Parkinsonis Terinfeksi HIV


RSUP H Adam Malik Belum Temukan Pasien Parkinsonis Terinfeksi HIV
Beritasumut.com/Ist
RSUP H Adam Malik, Medan

Beritasumut.com-RSUP H Adam Malik belum menemukan pasien Parkinsonis yang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Penyakit Parkinson sendiri merupakan degenerasi sel saraf secara bertahap pada otak bagian tengah yang berfungsi mengatur pergerakan tubuh. Gejala yang banyak diketahui orang dari penyakit Parkinson adalah terjadinya tremor atau gemetaran.

“Yang ditemui masih pasien HIV saja dengan manifestasi ke otak seperti tokso, celebral abscess. Tapi kaitannya dengan Parkinson ke HIV belum ada laporan dan pasiennya,” ungkap Dr dr Kiking Ritarwan SpS (K) MKT, Senin (01/08/2016).

Dikatakan Kiking, nilai prevalensi terjadinya HIV ke Parkinson itu sangat kecil, yakni 5 hingga 20 persen. Dan itu pun sebut dia umumnya lebih banyak pada orang Thailand kalau untuk di Asia Tenggara, ataupun di daerah-daerah Vietnam.“Untuk di Indonesia akhir-akhir ini belum ada penelitian kapan HIV itu bisa melibatkan Parkinson. Hanya saja ada satu literatur yang dari Asia Tenggara dikatakan 5 sampai 20 persen itu yang paling banyak salah satunya rating tremor, bradikinesia,” papar dr Kiking.

dr Kiking menjelaskan, jika hari ini misalnya seorang heteroseksual, biseksual belum kena, tapi setelah lima tahun kemudian baru kena. Lalu kaitannya dengan parkinson, terangnya apabila infeksi virus HIV itu langsung mengenai ke otak.

"Atau hal yang kedua ada namanya sekunder yaitu infeksi oportunistik, contohnya orang kena tokso, kena abses, kena TB. Itulah yang menyebabkan adanya HIV dengan Parkinsonism. Biasanya obat-obatan yang diberikan adalah obat-obatan untuk mengurangi sindrom. Karena kekurangan dopamin diberi levodopa, inilah parkinsonism kaitannya dengan HIV," jelasnya.

Penyakit Parkinson, sambungnya, disebabkan oleh rusaknya sel-sel saraf di bagian otak yang disebut substantia nigra yang memproduksi dopamin. Dopamin ini berfungsi sebagai utusan antara bagian-bagian otak dan sistem saraf yang membantu mengontrol dan mengkoordinasikan gerakan tubuh.

“Jika dopamin di otak berkurang maka akan menyebabkan gerakan tubuh menjadi lambat dan tidak normal lalu timbullah gejala penyakit Parkinson,” tuturnya.

Sementara itu, dr Iskandar SpS yang bertugas di RSUP H Adam Malik juga menjabat Ketua Perdossi Kota Medan menambahkan, pasien Parkinson sudah banyak ditangani di rumah sakit milik Kementerian Kesehatan itu.“Sudah banyak kita tangani pasien Parkinson,” ujarnya singkat. (BS03)


Tag: